Turki tolak permintaan Australia untuk mengekstradisi terduga teror

Screengrab from a video showing Australian Islamic State militant Neil Prakash
Image caption Neil Prakash dituduh mempropagandakan ideologi ISIS melalui video.

Pengadilan Turki telah memutuskan menolak permintaan ekstradisi Australia terhadap seorang anggota kelompok ISIS, Neil Prakash, untuk diadili di negara asalnya.

Prakash ditangkap di Turki pada 2016 setelah menyeberangi perbatasan dari Suriah. Dia belakangan mengaku berencana melakukan aksi teror di Australia atas instruksi pimpinan ISIS.

Pada Mei tahun lalu, Perdana menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengatakan dia memperkirakan Prakash dapat diekstradisi ke Australia dalam "hitungan bulan".

Dia saat ini kemungkinan akan dihadapkan dalam persidangan di Turki, demikian laporan New Corp Australia.

Pemerintah Australia menyatakan kekecewaannya atas putusan pengadilan di kota Kilis, Turki, yang menolak permintaan pihaknya agar Prakash diekstradisi ke negara asalnya, Australia.

Apa tuduhan terhadap Prakash?

Otoritas Australia mengatakan pria kelahiran Melbourne, Australia itu terkait rencana serangan teror yang gagal di Australia serta seruannya untuk melakukan serangan ke AS.

Pada 2016, pemerintah Australia menggambarkan dirinya sebagai "warga Australia yang baru kembali dari Timur Tengah" untuk membentuk jaringan di Melbourne dan Sydney.

Ditanya apakah dirinya berperan penting dalam rencana serangan teror di Australia, Prakash di hadapan persidangan tahun lalu mengatakan: "Saya memiliki hubungan dengan rencana serangan teror itu, tapi keterlibatan saya tidak 100%."

Prakash mengklaim dipaksa membuat video propaganda ISIS, dan dia mengaku meninggalkan kelompok tersebut setelah melihat "wajah ISIS yang sebenarnya".

Di Australlia, dia akan menghadapi dakwaan sebagai anggota organisasi teroris, karena mendukung serta mempromosikan organisasi tersebut

Apa alasan pengadilan Turki?

Hakim di pengadilan kota Kilis, Turki, Ismail Deniz membantah bahwa dirinya menolak permintaan ekstradisi karena kondisi bagi ekstradisi tidak disampaikan ke pengadilan, seperti dilaporkan The Australian Broacasting Corporation.

Meskipun demikian, majelis hakim tidak memberikan penjelasan lebih lanjut perihal putusannya tersebut, demikian laporan tersebut.

Pengadilan kemudian memutuskan Prakash tetap dalam tahanan untuk menghadapi tuduhan melakukan tindakan terorisme di Turki, seperti dilaporkan News Corp Australia. Kasus ini akan dibuka pada September nanti.

Apa reaksi pemerintah Australia?

PM Australia Malcolm Turnbull mengatakan pihaknya tidak akan mengesampingkan upaya hukum banding atas putusan pengadilan Turki tersebut.

"Tujuan kami memastikan bahwa Neil Prakash tidak akan pernah bisa lagi mempraktekkan kejahatan terorismenya," katanya.

Namun demikian, Turnbull menambahkan bahwa pemerintah Turki "sama-sama bertekad untuk bekerja sama" untuk menangani ancaman terorisme.

Kementerian luar negeri Turki di Istanbul belum berkomentar terhadap putusan pengadillan tersebut, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Berita terkait