Penembakan di Kanada tewaskan dua orang, identitas pelaku terungkap

kanada Hak atas foto Reuters
Image caption Kepolisian mengevakuasi orang-orag di sekitar lokasi penembakan.

Sebanyak dua orang tewas dan 13 lainnya cedera akibat aksi penembakan di Toronto, Kanada, sebagaimana diungkapkan kepolisian setempat.

Penembakan berlangsung di kawasan ramai penduduk pada Minggu (22/7) malam. Aparat menyatakan pelaku penembakan telah tewas, setelah sempat terlibat dalam baku tembak dengan polisi.

Pelaku diketahui bernama Faisal Hussain, 29.

Dalam pernyataan ke berbagai media, keluarga Hussain menyampaikan "duka mendalam" kepada para korban dan keluarga mereka atas "aksi mengerikan yang dilakukan putra kami".

Mereka mengatakan Faisal mengalami kondisi kesehatan mental yang serius dan berjuang melawan depresi serta psikosis sebagian besar dalam hidupnya.‚Äč

"Hati kami hancur berkeping-keping untuk para korban dan untuk kota kami dalam tragedi buruk ini," ujar keluarga Faisal.

Di antara para korban, terdapat seorang perempuan yang meninggal dunia bernama Reese Fallon, 18. Ada pula seorang bocah perempuan yang namanya tidak disebutkan.

Sejumlah saksi mata mengatakan beberapa korban dirawat di lokasi penembakan, sedangkan lainnya dibawa ke rumah sakit terdekat.

Dalam klip video yang dibagikan media di Kanada, seorang pria memakai topi dan membawa tas tampak berhenti di trotoar, mengambil pistol, dan melepaskan tembakan ke arah sebuah restoran. Motifnya sejauh ini belum jelas.

Jeremy Cohn, seorang jurnalis dengan akun Twitter @jeremyglobaltv, mencuitkan tayangan di lokasi penembakan. Dia menulis "para korban tersebar di antara banyak blok".

Sejumlah saksi mata mengaku mendengar rentetan tembakan dan ada jeda di antaranya.

"Ada suara tembakan lalu ada jedanya. Kami kemudian mendengar bunyi tembakan lagi, ada jeda, lalu diikuti kembali suara tembakan," kata John Tulloch kepada harian the Globe and Mail.

Pria itu mengaku sedang berjalan kaki di dekat lokasi penembakan bersama saudaranya saat insiden berlangsung.

"Pasti ada 20 sampai 30 tembakan jika dihitung keseluruhan. Banyak sekali. Kami kemudian berlari," ujarnya.

Seorang supir bernama Jim Melis mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa dia melihat pria berkulit putih memakai topi hitam dan bandana melepaskan tembakan yang menembus jendela kafe.

Menurutnya, pria itu berlari keluar dari mobilnya, menyeberang jalan, dan mencabut senjatanya.

Seorang saksi mata, Jody Steinhauer, mengungkap kepada CBS News bahwa dia dan keluarganya sedang berada di dalam restoran ketika mendengar suara letupan seperti bunyi petasan sebanyak 10 hingga 15 kali.

"Kami mulai mendengar orang-orang berteriak di depan," ujarnya.

Topik terkait

Berita terkait