Bisa ancam nyawa, cetak biru pistol plastik rakitan diblokir di Amerika Serikat

pistol plastik

Sumber gambar, AFP/Getty

Keterangan gambar,

Pistol plastik yang dibuat dengan menggunakan printer tiga-dimensi buatan 2013.

Seorang hakim federal di Seattle, Amerika Serikat, melarang peredaran cetak biru pistol plastik yang dirilis oleh sebuah perusahaan di Texas.

Cetak biru ini diperlukan untuk merakit pistol yang bisa dibuat dengan menggunakan printer tiga dimensi.

Hakim mengatakan peredaran cetak biru dikhawatirkan bisa membahayakan keselamatan warga masyarakat.

Perusahaan Defense Distributed berencana mengunggah alat cetak pistol plastik itu secara online pada Rabu (01/08).

Perusahaan itu menyatakan telah mendapatkan izin dari pemerintah pada Juni lalu untuk merilisnya.

Tetapi delapan negara bagian dan District of Columbia menggugat pemerintah pada hari Senin (30/07) untuk memblokir perizinan cetak biru pistol plastik tersebut, karena alasan keamanan.

Hakim Distrik AS Robert Lasnik memblokir sementara cetak biru pistol plastik itu sebelum batas waktu 1 Agustus, dengan alasan cetak biru itu bisa jatuh ke tangan yang salah.

"Ada printer tiga dimensi di universitas negeri dan ruang publik, serta kemungkinan ada potensi ancaman (ke masyarakat) yang dampak buruknya tak bisa diatasi," katanya.

Sidang lanjutan perkara ini akan dilanjutkan pada 10 Agustus mendatang.

Walaupun perusahaan Defense Distributed dijadwalkan baru akan merilis cetak biru pistol plastik itu pada Rabu (01/08), lebih dari 1.000 orang telah mengunduhnya untuk mencetak secara tiga dimensi pistol AR-15 - senjata yang digunakan dalam sejumlah kasus penembakan massal di AS - sejak Jumat (27/07) lalu.

Negara bagian mana yang menentang?

Gugatan hukum terhadap izin yang dikeluarkan pemerintahan Trump diajukan di Seattle, Washington, oleh Jaksa Agung Bob Ferguson.

Negara bagian New York, New Jersey, Massachusetts, Connecticut, Pennsylvania, Oregon, Maryland, selain District of Columbia, menentang rilis cetak biru model pistol plastik secara online tersebut.

"Pemerintah tidak mempertimbangkan masalah keamanan nasional," demikian pesan yang disampaikan melalui gugatan itu.

Selain itu, 20 jaksa dari negara bagian tersebut telah menulis surat kepada Departemen Luar Negeri dan Departemen Kehakiman agar memblokir cetak biru pistol plastik secara online.

Apa reaksi atas gugatan?

Berbicara di luar pengadilan, Jaksa Agung Washington Bob Ferguson menyebut keputusan hakim itu sebagai "kemenangan total".

Sumber gambar, AFP/GETTY

Keterangan gambar,

Perusahaan Defense Distributed berencana mengunggah alat cetak pistol plastik itu secara online pada Rabu (01/08).

Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
Podcast
Investigasi: Skandal Adopsi

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Episode

Akhir dari Podcast

"Segala sesuatu yang kami minta telah dipenuhi oleh Hakim Lasnik," katanya.

Dia kemudian meminta Presiden Trump agar putusan pengadilan ini dapat digunakan untuk menghukum "siapa saja yang menyebarkan cetak biru pistol plastik ke publik".

Jaksa Agung Massachusetts, Maura Healey, meminta semua pengadilan di Amerika untuk menolak mengizinkan rilis cetak biru pistol hasil rakitan printer tiga dimensi.

"Saya rasa hampir semua orang di negara ini tidak setuju jika kita bisa ke supermarket, membeli printer tiga dimensi, dan mencari cetak biru dan kemudian bisa membuat sendiri senjata api," kata Healey.

Ia menambahkan bahwa ini juga terkait dengan keamanan nasional, karena pada dasarnya, apa yang dilakukan pemerintah Trump memungkinkan penjahat dan teroris merakit sendiri senjata di rumah.

"Ini jelas keliru. Makanya kami puas dengan keputusan pengadilan. Kami berharap jika ada gugatan di masa depan, saya berharap pengadilan akan mengeluarkan keputusan yang sama," katanya.

Sebelum cetak biru pistol plastik itu dirilis ke publik, pada Selasa, Presiden Trump dalam pesan Tweeternya mengatakan masalah itu "tampaknya tidak masuk akal".

Namun pendiri perusahaan Defense Distributed, Cody Wilson mengatakan kepada BBC bahwa pistol plastik hasil cetakan tiga dimensi itu bukanlah ancaman bagi keselamatan publik.

"Saya belum melihat kemungkinan adanya aksi kejahatan dengan menggunakan pistol itu," katanya.

"Sejauh yang saya tahu hanya satu orang yang pernah ditangkap karena senjata ini dan itu adalah pria Jepang yang ingin tahu cara pembuatannya."

Bagaimana cara membuat pistol plastik?

Penjelasannya diawali pada tahun 2013 ketika Wilson, seseorang yang menyebut dirinya crypto-anarchist, memamerkan cetak biru pistol tiga dimensi yang pertama di dunia.

Dalam dokumen miliknya, Wilson menunjukkan cara pembuatan pistol tiga dimensi yang cetak birunya tersedia di situs Defense Distributed dan sudah diunduh ratusan ribu kali.

Kenyataan ini kemudian membuat Departemen Luar Negeri AS memerintahkan untuk memblokir situs tersebut.

Setelah selama empat tahun melakukan upaya hukum, perusahaan Defense Distributed bekerja sama dengan Second Amendment Foundation - yang membela hak kepemilikan senjata, menuntut Departemen Luar Negeri.

Dan bulan lalu, dalam putusan yang mengejutkan, mereka memenangkan gugatan itu, sehingga Departemen Kehakiman AS memutuskan bahwa warga AS dapat "mengakses, membahas, menggunakan dan mereproduksi" data-data terkait cetak biru pistol tersebut.

Namun para pengkritiknya mengkhawatirkan perkembangan terbatu itu dengan mengkaitkannya dengan peredaran senjata api tidak berizin dalam skala besar yang sulit dilacak.

Sejak menang dalam gugatan itu, perusahaan Defense Distributed telah membuat rancangan senjata baru dan menciptakan alat cetak tiga dimensi -yang dikenal sebagai Ghost Gunner- yang dapat mengubah bagian-bagian yang dibeli secara online menjadi senjata yang berfungsi secara penuh.