Hampir setahun tak terdengar, ISIS 'rilis rekaman suara baru' pemimpinnya, Abu Bakr Al-Baghdadi

Abu Bakr al-Baghdadi s Hak atas foto AFP
Image caption Abu Bakr al-Baghdadi memproklamirkan "kekhalifahan" ISIS di masjid Mosul al-Nuri pada bulan Juli 2014.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) merilis rekaman baru yang disebutkan berasal dari pemimpinnya, Abu Bakr al-Baghdadi.

Dalam rekaman tersebut, terdengar suara yang menyapa para pendukung kelompok ISIS. Ini merupakan rekaman suara pertama yang dirilis, sejak September tahun lalu.

Meski tidak diketahui pasti tanggal pembuatan rekaman suara itu, namun tampaknya merujuk pada peristiwa yang terjadi baru-baru ini, antara lain penahanan seorang pendeta AS di Turki.

Kelompok ISIS telah kehilangan sebagian besar wilayah yang pernah dikuasainya di Suriah dan Irak.

Tahun lalu kelompok milisi itu dipaksa keluar dari bekas markasnya di kota Raqqa dan Mosul, tempat Baghdadi mengumumkan pembentukan "kekhalifahan" kelompok itu pada tahun 2014.

"Bagi Mujahidin (para pejuang suci) skala kemenangan atau kekalahan tidak tergantung pada kota yang direbut atau takluk pada siapa yang memiliki superioritas udara, rudal antar benua atau bom pintar," katanya dikutip Reuters berdasarkan rekaman suara terbaru itu.

Pemerintah AS menawarkan imbalan sebesar US$25 juta (atau Rp365 miliar) bagi siapa saja yang menemukan keberadaan Baghdadi dan ia beberapa kali dilaporkan tewas atau terluka dalam sejumlah insiden.

Awal tahun ini, dilaporkan media kelompok ISIS, putranya dilaporkan tewas dalam sebuah "operasi komando" di provinsi Homs Suriah.

Sementara itu, laporan PBB awal bulan ini memperingatkan ada sekitar 20.000 sampai 30.000 milisi ISIS yang masih berada di kedua negara tersebut.

Topik terkait

Berita terkait