Venezuela: Jumlah orang yang hijrah masih tergolong "normal"

Venezuela Hak atas foto AFP
Image caption Sejumlah warga Venezuela berjalan kaki melintasi rute darat Amerika Selatan guna mencapai Peru.

Pemerintah Venezuela berkeras bahwa jumlah warga mereka yang hijrah ke luar negeri masih tergolong "normal".

Wakil Presiden Delcy Rodríguez menyatakan jumlah warga Venezuela yang bermigrasi digelembungkan oleh "negara-negara musuh" guna membenarkan intervensi militer.

Rodriguez mengaku pemerintah Venezuela sudah mengajukan keluhan kepada Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mengenai "pejabat-pejabat perorangan" yang telah menggambarkan "arus migran normal sebagai krisis kemanusiaan guna menjustifikasi intervensi".

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Krisis Venezuela: Hamil delapan bulan dan harus berjalan 2000 km

Bulan lalu, badan migrasi PBB memperingatkan Venezuela bahwa mereka menuju "momen krisis" pengungsi seperti yang dialami kawasan Mediterania pada 2015.

Namun, Rodriguez justru menuding PBB telah menggunakan data yang disediakan "negara-negara musuh" kemudian menyajikannya "seolah-olah datanya sendiri".

Meski Rodriguez tidak merinci siapa yang dia maksud "negara-negara musuh", dia menuding Kolombia berkedok meminta dana internasional guna menangani para migran asal Venezuela di perbatasan. Padahal, menurutnya, Kolombia ingin hidup dari uang sumbangan itu.

Rodriguez juga tidak menyebut berapa banyak warga Venezuela yang telah hijrah.

Sebelumnya, Presiden Nicolas Maduro mengatakan jumlahnya mencapai "tidak lebih dari 600.000 dalam dua tahun terakhir menurut data serius, terkonfirmasi, dan tersertifikasi". Maduro tidak menyebut sumber data yang dia sebutkan.

Arus migrasi bertambah deras

Data PBB menyebutkan sebanyak 2,3 juta orang telah kabur dari Venezuela demi menghindari krisis politik dan ekonomi sejak 2014.

Data terbaru menunjukkan migrasi dari Venezuela bertambah deras seiring dengan semakin parahnya krisis dan berbagai laporan yang menunjukkan banyak warga kelaparan dan tidak punya akses kesehatan.

Dalam pertemuan kawasan—yang melibatkan delegasi dari 11 negara Amerika Selatan di Kota Quito, Ekuador—Venezuela diminta mengeluarkan paspor dan KTP resmi bagi mereka yang ingin meninggalkan negara tersebut.

Pertemuan itu juga mendesak semua negara di kawasan itu berupaya menyambut serta melindungi warga Venezuela yang hijrah.

Deklarasi berisi 18 poin itu ditandatangani 11 negara, termasuk Kolombia, Peru, Ekuador, dan Brasil.

Berita terkait