Ekonom pemeluk Ahmadiyah batal diangkat menjadi pejabat senior di Pakistan

Pemerintahan Perdana Menteri Imran Khan mencabut pencalonan setelah ditekan kelompok berhaluan Islam. Hak atas foto Getty Images
Image caption Pemerintahan Perdana Menteri Imran Khan mencabut pencalonan setelah ditekan kelompok-kelompok Islam.

Pemerintah baru Pakistan membatalkan pengangkatan seorang ahli ekonomi terkenal dunia yang berasal dari kelompok minoritas Ahmadiyah.

Hal ini dilakukan pemerintahan Perdana Menteri Imran Khan setelah ditekan kelompok-kelompok Islam dan sejumlah partai oposisi.

Menteri Penerangan mengatakan Atif Mian - yang juga mengajar di Princeton University, Amerika Serikat - diminta mundur dari dewan penasehat agar tidak terjadi perpecahan.

Padahal beberapa hari sebelumnya, sejumlah pejabat di kementerian tersebut sempat membela penunjukkan ini.

"Pemerintah memutuskan untuk menarik pencalonan Atif Mian di dewan penasehat ekonomi, " tulis Menteri Penerangan Fawad Chaudhry pada akun resminya di Twitter seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Dia menambahkan pemerintah ingin bekerja sama dengan semua kelompok masyarakat, termasuk dengan ulama Islam.

Hak atas foto BAY ISMOYO/AFP/GETTY
Image caption Di Indonesia, sama seperti di Pakistan, sejumlah kelompok menentang Ahmadiyah.

Anggota Ahmadiyah dianggap menyimpang oleh kebanyakan warga Pakistan dan mereka menghadapi diskriminasi yang meluas.

Penghujatan agama dipandang sebagai masalah serius di Pakistan dan jika terbukti bersalah akan dihukum, termasuk hukuman mati.

Negara tidak pernah menghukum penghujat, tetapi tuduhan menghina Islam dapat memicu hukuman mati yang dilakukan masyakarat, pembunuhan milisi dan unjuk rasa besar-besaran.

Sejumlah pihak mengkhawatirkan pandangan PM Khan yang sangat mendukung undang-undang penghinaan agama saat melakukan kampanye pemilu.

Bulan Agustus, pemerintahannya mengecam keras rencana politikus Belanda Geert Wilders menggelar perlombaan karikatur Nabi Muhammad.

Saat itu sejumlah kelompok berhaluan Islam berunjuk rasa mendesak Pakistan untuk memutus hubungan diplomatik dengan Belanda.

Berita terkait