Senator senior AS menuntut Trump diturunkan jika dipandang tidak mampu

Senator AS Elizabeth Warren Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Senator AS, Elizabeth Warren, berbicara dengan para pengunjuk rasa yang menuntut tambahan bantuan bagi daerah korban badai tahun 2017.

Senator senior Partai Demokrat Amerika Serikat, Elizabeth Warren, mendesak pihak Republik untuk menurunkan Donald Trump sebagai presiden jika mereka pandang dia tidak lagi dapat melakukan pekerjaannya.

"Jika pejabat senior pemerintah memandang presiden Amerika Serikat tidak dapat melakukan pekerjaannya, maka mereka harus menggunakan amandemen ke-25," kata Warren kepada CNN.

Saat mengacu kepada sebuah tulisan tanpa nama yang mengecam Trump di koran The New York Times, Warren mengatakan sekarang adalah saatnya bagi para pejabat tinggi untuk berhenti menyembunyikan diri dan menerapkan Amandemen ke-25 Konstitusi AS.

Amandemen tersebut memungkinkan wakil presiden dan mayoritas kabinet membuat presiden mengundurkan diri.

Warren mengatakan para pejabat tinggi tidak bisa merangkul semua pihak, mereka harus memutuskan apakah dia memang tidak patut berkuasa dan jika memang tidak mampu, untuk menurunkannya.

Atau mereka perlu menerima bahwa Trump tidak mampu dan harus menaati apa yang mereka perintahkan.

Hak atas foto GETTY IMAGES/NYT

Penentang Trump

Beberapa hari lalu, seorang pejabat penting pemerintahan Trump yang tidak disebutkan namanya, mengatakan ada sejumlah pejabat pemerintahan Amerika yang bekerja untuk menggagalkan sebagian dari agenda presiden Donald Trump, untuk melindungi negara itu dari "kemerosotan terburuk".

Ia menyebut, Presiden Trump yang impulsif dan tak memiliki "moralitas" menyebabkan banyak keputusan diambil secara sembarangan dan ceroboh.

Presiden Trump menyebut penulis anonim itu 'tak bernyali' dan menuding surat kabar terkenal New York Times itu sebagai 'abal-abal.'

Namun NYT menjawab melalui sebuah pernyataan, "Kami sangat bangga telah menerbitkan artikel ini, yang secara signifikan meningkatkan pemahaman publik tentang apa yang terjadi dalam pemerintahan Trump."

Topik terkait

Berita terkait