Kursi partai anti imigran naik, pembentukan pemerintahan Swedia terancam kebuntuan

Social Democrats party in Stockholm. Hak atas foto Reuters
Image caption Social Democrat supporters in Stockholm. Their party finished first again, but its vote fell

Partai ultra kanan mendapat perolehan suara besar namun dua koalisi utama Swedia menolak bekerja sama partai anti pendatang itu, masalahnya bagaimana membentuk pemerintahan karena tak ada yang mayoritas?

Setelah hampir semua kertas suara dihitung, koalisi tengah-kiri yang berkuasa sedikit unggul dari koalisi tengah-kanan, dengan masing-masing hanya sedikit di atas 40% suara.

Sementara partai ultra nasionalis Demokrat Swedia (SD) memperoleh sekitar 18% suara, naik dari 12,9% pada pemilihan sebelumnya.

Pertempuran alot, sengit dan berlarut-larut untuk membentuk koalisi pemerintahan dipastikan akan terjadi. Kedua blok politik utama itu telah menyatakan menolak untuk memerintah bersama SD, meskipun pemimpin SD mengatakan siap untuk berbicara dengan semua pihak lain.

"Kita akan memperoleh peningkatan kursi di parlemen dan kita akan memiliki pengaruh besar atas apa yang terjadi di Swedia selama beberapa minggu, bulan, dan tahun mendatang," Jimmie Akesson berkata dalam sebuah mimbar besar partai.

Dia berharap mendapat dukungan satu dari lima penduduk, atau bahkan satu dari empat penduduk Swedia. Sejumlah jajak pendapat memperikrakan hal yang sana. Namun, hasil Pemilu sejauh ini SD memperoleh suara satu dari enam penduduk, lebih kecil dari perkiraan.

Dalam beberapa tahun terakhir negara-negara Eropa lainnya telah mengalami gelombang peningkatan dukungan pada partai-partai ultra kanan anti-imigrasi.

Awal tahun ini, Italia melantik pemerintahan koalisi baru berhaluan kanan Lima Bintang dan Liga. Pada tahun 2017, Alternatif bagi Jerman, AfD, memenangkan 12,6% suara Pemilu Jerman, dan Partai Rakyat Denmark memenangkan 21% suara pada Pemilu 2015.

Hak atas foto AFP
Image caption Jimmie Akesson said the SD now had "huge influence"

Koalisi yang berkuasa di Swedia, dipimpin oleh PM Stefan Lofven, terdiri dari Partai Sosial Demokrat dan Partai Hijau, dan suara mereka di parlemen didukung oleh Partai Kiri.

Aliansi tengah-kanan terdiri dari empat pihak. Kandidatnya untuk PM adalah Ulf Kristersson, pimpinan partai Moderat. Dia mengatakan koalisi yang berkuasa sudah harus mengundurkan diri.

Namun Lofven mengatakan dia tidak akan berhenti. Dia mengatakan pada acara rapat umum partai: "Kita memiliki dua minggu lagi sampai parlemen dimulai. Saya akan bekerja dengan tenang, sebagai perdana menteri, menghormati pemilih dan sistem pemilihan Swedia."

Hak atas foto AFP
Image caption The campaign has been dominated by immigration issues

Baik Sosial Demokrat dan Moderat mengalami penurunan suara, diambil oleh SD dan partai-partai kecil lain. Namun, bahkan peralihan suara SD pun di bawah yang diperkirakan beberapa jajak pendapat.

Imigrasi -dari negeri-negeri Islam- menjadi isu sentral kampanye. SD yang selama ini dikaitkan dengan neo Nazi, mengkampanyekan pembatasan ketat pada imigrasi. yang disebut Lofven sebagai "rasis".


Topik terkait

Berita terkait