Klaim tanggap darurat di Puerto Rico 'sukses', Trump dicerca

trump Hak atas foto Reuters
Image caption "Saya pikir Puerto Rico menakjubkan, kesuksesan yang tidak digembar-gemborkan," kata Trump.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendapat cercaan setelah menyatakan bahwa respons tanggap darurat AS terhadap Badai Maria di Puerto Rico pada 2017 sebagai "sebuah kesuksesan".

Carmen Yulin Cruz selaku Wali Kota San Juan, ibu kota Puerto Rico, merilis cuitan yang mengkritik Trump.

"Jika dia berpikir bahwa kematian 3.000 orang adalah sebuah kesuksesan, Tuhan tolong kita semua".

Pasokan listrik di Puerto Rico pulih sepenuhnya bulan lalu, 11 bulan setelah Badai Maria menerjang.

Laporan terkini menyebut 8% penduduk meninggalkan pulau setelah badai melanda dan banyak yang meninggal dunia akibat layanan kesehatan tergolong buruk.

Hak atas foto AFP/Getty
Image caption Infrastruktur Puerto Rico hancur akibat terjangan badai, tahun lalu.

Gubernur Puerto Rico, Ricardo Rossello, merujuk Badai Maria sebagai "bencana alam terburuk dalam sejarah modern kami. Infrastruktur mendasar kami hancur, ribuan warga kami kehilangan nyawa mereka, dan banyak lainnya masih berjuang".

Puerto Rico, yang merupakan wilayah kekuasaan AS, dihuni sekitar 3,3 juta penduduk.

Apa sebenarnya isi pernyataan Trump?

Trump mengemukakan pernyataannya di Gedung Putih, setelah ditanya oleh wartawan mengenai pelajaran apa yang bisa ditarik dari Badai Maria mengingat Badai Florence kini menghampiri Negara Bagian North Carolina dan South Carolina.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Mengapa Badai Maria merusak Puerto Rico begitu parah.

Badai Maria, ujarnya, adalah "yang tersulit yang kami kita alami sejauh ini karena kondisi alam di pulau".

Dia menambahkan, "Saya sebenarnya berpikir bahwa itu adalah pekerjaan terbaik yang pernah dilakukan".

"Tugas yang dilakukan Fema (Badan Penanggulangan Bencana Federal), aparat keamanan, dan semua pihak lakukan bersama gubernur di Puerto Rico, saya pikir itu luar biasa. Saya pikir Puerto Rico menakjubkan, kesuksesan yang tidak digembar-gemborkan".

Sebelumnya, Trump mengatakan, "Kami telah menaruh miliaran dan miliaran dollar ke Puerto Rico dan itu sangat sulit. Saya pikir kebanyakan orang di Puerto Rico sangat mengapresiasi apa yang kami telah lakukan."

Apa respons dari pernyataan Trump?

Gubernur Puerto Rico, Ricardo Rossell, merilis sebuah pernyataan.

"Tidak ada hubungan antara sebuah koloni dan pemerintah federal yang bisa disebut 'sukses' karena Puerto Rico kekurangan hak-hak tertentu yang dinikmati sesama warga Amerika di negara-negara bagian."

Carmen Yulin Cruz selaku Wali Kota San Juan, ibu kota Puerto Rico—yang kerap mengkritik Trump—menilai komentar sang presiden adalah "hinaan terhadap derita kami".

Senator Bernie Sanders mencuit: "Hampir 3.000 orang meninggal. Itu bukan sukses. Itu adalah tragedi dan memalukan."

Di lain pihak, sejumlah pendukung Trump di medoa sosial mengakui adanya beberapa kegagalan, tapi mereka berpendapat presiden sudah melakukan semampunya dan justru para pejabat Puerto Rico yang patut disalahkan.

Hak atas foto Reuters
Image caption Jembatan di salah satu daerah di Puerto Rico terputus akibat terjangan badai, tahun lalu.

Apa yang terjadi setelah Badai Maria menerjang?

Badai Maria menerjang pada pertengahan September 2017 dengan membawa hujan deras dan angin berkecepatan 225 kilometer per jam.

Infrastruktur di Puerto Rico rusak parah dan kerugian ditaksir mencapai US$100 miliar.

Wilayah itu juga kesulitan memperbaiki pembangkit listrik sehingga banyak warga yang tidak mendapat pasokan listrik selama berbulan-bulan.

Awalnya, pemerintah setempat menyatakan korban tewas mencapai 64 orang. Namun, belakangan mereka mengamini hasil kajian yang menyebut jumlah korban meninggal dunia mencapai 2.975 orang.

Mereka yang meninggal dalam periode enam bulan setelah badai melanda disebabkan buruknya layanan kesehatan, putusnya pasokan listrik, dan kekurangan air bersih.

Berita terkait