'Monster badai' Florence di depan mata, warga Amerika bersiaga

as Hak atas foto Getty Images
Image caption Badai Florence tampak sedang bergerak menuju pantai timur AS.

Badai Florence, yang disebut sebagai paling kuat di negara bagian North dan South Carolina selama hampir 30 tahun, diperkirakan akan menerjang sejumlah negara bagian dalam 48 jam mendatang.

Dengan kecepatan angin 225 kilometer per jam, 'badai monster' tersebut diperkirakan akan mendatangkan banjir yang "bisa mengancam nyawa".

Negara bagian Virginia, Maryland, Washington DC, serta North dan South Carolina telah memberlakukan status darurat.

"Badai ini adalah monster. Ukurannya besar dan ganas. Badai yang luar biasa berbahaya, mengancam nyawa, dan bersejarah," kata Gubernur North Carolina, Roy Cooper.

Bagaimana potensi bahaya?

Pusat pemantau badai nasional menyatakan Badai Florence diperkirakan akan menguat pada Selasa (11/9) dan Rabu (12/9) waktu setempat.

Badan Cuaca Nasional mengestimasi badai tersebut dapat memicu kenaikan ombak sampai empat meter di pesisir. Sejumlah kawasan juga bakal dilanda curah hujan setinggi 64cm.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Warga Wrightsville Beach menutup jendela rumah mereka dengan papan kayu menjelang kedatangan Badai Florence.

Kantor gubernur negara bagian Virginia, Ralph Northam, mengatakan badai itu berpotensi menimbulkan "banjir parah di daratan, angin kencang, dan putusnya pasokan listrik yang luas".

Kepala bidang meteorologi dari WCBD-TV di South Carolina, Rob Fowler, menuturkan kepada BBC bahwa Badai Florence bisa menandingi dampak Badai Hugo yang menimbulkan kerugian sebesar US$7 miliar (Rp104 triliun) dan menewaskan 49 orang pada 1989.

Hak atas foto EPA
Image caption Warga menuju sekolah yang dijadikan tempat pengungsian di Wilmington, North Carolina

Apa persiapan khalayak?

Seluruh khalayak telah diwajibkan untuk mengungsi, terutama di sejumlah kawasan di negara bagian South Carolina, North Carolina, dan Virginia. Diperkirakan warga yang terdampak perintah mengungsi ini mencapai lebih dari satu juta orang.

Gubernur negara bagian South Carolina, Henry McMaster, semula memerintahkan seluruh warga di pesisir pergi. Namun, perintah itu direvisi dan dibatasi hanya untuk warga di pesisir utara.

Hak atas foto Reuters
Image caption Pelanggan toko pertukangan mengantre di Myrtle Beach, South Carolina.

Sejumlah warga di daerah berpotensi terdampak Badai Florence telah memadati toko-toko untuk membeli beragam keperluan mendasar.

John Johnson, manajer toko pertukangan di Charleston, South Carolina, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa orang-orang secara "nonstop" membeli baterai, senter, terpal plastik, dan karung pasir.

Bahkan, sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum dilaporkan telah kehabisan BBM karena ludes diborong pembeli.

Some petrol stations were running dry as customers filled up.

Berita terkait