Rusia menahan para Saksi Yehuwa dengan tuduhan ekstremisme

Witnesses discuss the Bible during a Jehovah's Witness meeting in Russia in 2015 Hak atas foto The Washington Post via Getty
Image caption Sekte ini beranggotakan sekitar 175.000 orang di Rusia, tatkala dibubarkan paksa pada tahun 2017.

Lima anggota sekte Saksi Yehuwa ditahan di Rusia dengan tuduhan ekstremisme dan pemilikan senjata, kata polisi.

Kelompok Saksi Yehuwa dibubarkan paksa di Rusia pada tahun 2017, setelah sebelumnya diawasi sangat ketat.

Berbagai kelompok hak asasi manusia menuduh pemerintah melakukan melancarkan berbagai tindak kekerasan terhadap para anggota Saksi Yehuwa.

Tahun lalu, Rusia memasukkan mereka dalam daftar organisasi ekstremis, yang secara efektif mengkriminalisasi kegiatan keagamaan mereka.

Saat penetapan pembubaran itu, kementerian kehakiman beralasan kelompok itu membagikan pamflet-pamflet hasutan kebencian terhadap kelompok lain, dan Mahkamah Agung kemudian mengukuhkan larangan itu.

Pada hari Rabu (10/10) lalu kepolisian setempat mengatakan bahwa lima anggota Saksi Yehuwa, penduduk Kirov, timur laut Moskow, telah ditahan.

Mereka dituduh mengumpulkan dana lebih dari R500.000 (sekitar Rp110 juta) dan mengorganisir acara-acara keagamaan.

Petugas mengatakan bahwa dalam penggeledahan yang mereka lakukan, ditemukan 'sejumlah besar bacaan ekstremis', dua granat tangan dan sebuah ranjau darat.

"Mereka melangsungkan berbagai pertemuan dan membujuk orang lain untuk bergabung dengan organisasi mereka," kata Yevgenia Vorozhtsova, seorang juru bicara polisi ​​regional kepada kantor berita AFP.

Image caption Russia's justice ministry argued that Jehovah's Witnesses pamphlets incite hatred

Yaroslav Sivulskiy, seorang anggota Asosiasi Saksi-Saksi Yehuwa Eropa, mengatakan kepada media bahwa ini pertama kalinya para anggota kelompok itu dituduh memiliki senjata.

Saat ini diperkirakan ada delapan juta orang di seluruh dunia yang menjadi angota dan pemeluk sekte Saksi Yehuwa.

Awalnya didirikan di AS pada abad ke-19, mereka dikenal terutama dari tindakan mereka yang mendatangi rumah-rumah untuk mencari anggota baru.

Disebutkan, pada 2017 mereka memiliki 395 kelompok di Rusia dengan sekitar 175.000 anggota. Puluhan orang dilaporkan ditahan dalam beberapa bulan terakhir.

Pemerintah Finlandia mengatakan ratusan Saksi Yehuwa telah mengajukan permohonan suaka di sana sejak Rusia makin intensif melakukan tindakan keras.

Mayoritas penduduk Rusia mengidentifikasi diri sebagai Kristen Ortodoks Rusia.

Dalam laporan tahun 2018, Komisi AS tentang Kebebasan Beragama Internasional menetapkan Rusia sebagai salah satu negara terburuk di dunia untuk kebebasan beragama .

Berita terkait