Lion Air: Pilot Bhavya Suneja ditunggu keluarganya untuk perayaan Diwali

lion air, pilot, Bhavya Suneja Hak atas foto BHAVYE SUNEJA FACEBOOK

"Dia masih kami anggap seperti bayi kami. Setiap hari besar Diwali dia biasanya mengunjungi kami. Saat ini dia juga seharusnya datang. Anggota keluarganya telah menunggu. Kami tidak percaya dia sudah tidak ada lagi."

Saat mengingat Bhavya Suneja, tetangganya Anil Gupta mengatakan, "Kami kenal dia sejak kecil. Dia bersekolah di sini dan setiap waktu bertemu dia akan menyapa apa kabar om."

Bhavya Suneja, 31 tahun, adalah pilot Lion Air. Pesawat Boeing 737 MAX 8 milik maskapai itu lepas landas dari Jakarta, mengalami kecelakaan dan jatuh ke laut di seputar Karawang, Jawa Barat. Pesawat ini dalam perjalanan ke Pangkal Pinang dari Jakarta.

Kedutaan Besar India di Jakarta memastikan Bhavya Suneja telah meninggal dunia. Dia adalah kapten penerbangan itu.

Image caption Rumah Suneja di Mayur Vihar, Delhi.

Sejak berita itu sampai di rumah Bhavya, di Delhi, semakin sulit bagi sanak keluarga untuk tetap tenang. Bhavya yang tinggal di daerah Mayur Vihar, ibu kota India itu dijadwalkan pulang saat Diwali. Orang tua dan adik perempuannya telah menunggu. Hari Diwali dirayakan pada tanggal 7 November.

Sebelum Gulshan Suneja, ayah Bhavya, dapat berkata-kata, air mata mereka berliang. Keluarganya meminta orang untuk berdoa.

Media berkumpul di rumah di mana orang-orang sedang menunggu persiapan perayaan Diwali. Seluruh keluarga berduka dan para kerabat berusaha menenangkan.

Paman Bhavya mengatakan," Seluruh keluarga sedang berduka saat ini dan tidak seorangpun siap mengatakan apapun. Semuanya akan ke Indonesia malam ini. Apa yang akan terjadi selanjutnya bergantung kepada apa yang dialami di sana."

Image caption Anil Gupta, tetangga Suneja.

Anggota keluarga dan tetangga mendengar beritanya pagi hari. Kamla Narula mengatakan," Saya mengetahuinya lewat WhatsApp. Pada mulanya mereka mengira anak ini orang terkenal, tidak terpikir bahwa dia begitu dekat. Kemudian wartawan mulai berdatangan, barulah kami mengetahui bahwa peristiwa menyedihkan ini terjadi di lingkungan kami.

"Saya biasa bertemu Gulshan Suneja setiap hari. Dia biasanya berjalan kaki dari tempat ini pada pagi hari. Kadang-kadang membicarakan Bhavya. Dia sangat gembira anaknya sudah mapan.

"Dia mendapatkan penghasilan yang baik. Dia juga sudah menikah. Semuanya sangat baik. Anak laki-laki saya seumur dengan Bhavya. Saya bisa memahaminya, bagaimana rasanya kehilangan anak laki-laki yang masih muda."

Dikenal sebagai orang yang ramah

Keluarga Bhavya Suneja sudah tinggal di sini selama hampir 30 tahun. Mereka ramah dan dikenal semua orang. Bhavya bersekolah di Alcon School sampai tahun ke-12. Kemudian dia memulai pelatihan menjadi pilot.

Kecelakaan ini juga mengejutkan teman sekolahnya. B K Sinha yang tinggal di lingkungan yang sama mengatakan,"Hari ini saya ditelepon anak perempuan saya dari Dubai. Dia bersekolah di tempat yang sama dengan Bhavya. Dia memberitahukan tentang kecelakaan yang menimpa Bhavya. Saya terkejut karena dia anak yang begitu baik."

"Kendaraan kami dan mobil keluarga diparkir di luar. Semua anak biasanya pulang sekolah dari arah yang sama. Saya masih ingat wajahnya saat anak-anak. Semua anak-anak selalu bermain-main dengan gembira.

"Setiap kali kami bertemu, dia sudah pasti mengatakan halo. Setelah dia ke Indonesia, saya tidak bertemunya lagi. Tetapi suatu kali di Bangalore kami sempat bertemu. Dia mengenal saya dan menemui saya," ukar B K Sinha.

Image caption Kamal Narula, tetangga Suneja.

Bhavya menikah satu setengah tahun lalu. Pernikahan diadakan di Delhi. Ayahnya adalah seorang pengusaha sementara ibunya bekerja untuk Air India. Bhavya juga ingin menjadi pilot. Karena itulah ayahanya berusaha keras untuk mewujudkannya.

Teman keluarga, KS Chauhan mengatakan, "Gulshan Suneja sangat gembira ketika anak laki-lakinya menjadi pilot. Kami biasanya mengunjungi rumahnya. Anak-anak ini biasa bermain di pangkuan kami."

Menurut profil LinkedIn-nya, Bhavya Suneja bekerja untuk Lion Air mulai tahun 2011 dan sejak itu dia tinggal di Indonesia. Dia mendapatkan izin menjadi pilot dari Bell Air International pada tahun 2009.

Image caption Rumah Suneja.

Pilot berpengalaman

Kapten Bhavya Suneja adalah pilot yang sangat berpengalaman. Dia telah terbang selama 6.000 jam, sementara ko-pilotnya sudah mencatat 5.000 jam terbang.

Terdapat enam awak kabin di pesawat, termasuk Shinshia Melina, Citra Noivita Angilla, Elviyani Hidayatul Solikha, Damayanti Simaramata, Mary Ulyanda dan Danny Maula.

Menurut keterangan maskapai, di pesawat tersebut juga terdapat seorang teknisi dan tiga pramugari.

Image caption Kerabat sejak pagi hari datang untuk menghibur orang tua Bhavya Suneja.

Pilot tanpa catatan kecelakaan

Hak atas foto AFP
Image caption Keluarga penumpang pesawat terkejut mendengar nasib kerabatnya.

Pesawat Lion Air ini terbang dari Jakarta ke Pangkal Pinang. Terdapat 189 orang di dalam pesawat. Pesawat meninggalkan Jakarta pada pukul 6:20 WIB.

Tiga belas menit setelah lepas landas, pesawat kehilangan kontak dengar radar. Saat itu pesawat diberitakan berada di atas laut. Pada mulanya pilot mengatakan akan kembali ke Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

Laporan Times of India menyebutkan Suneja tengah mempertimbangkan untuk kembali ke India, seperti disebutkan seorang pejabat senior penerbangan negara itu.

"Kami berbicara pada bulan Juli...Sebagai pilot B737 yang berpengelaman tanpa catatan kecelakaan, kami ingin ia bergabung dengan kami karena prestasi bagusnya. Permintaannya adalah ia kembali ke Delhi karena ia berasal dari kota itu," kata pejabat yang tak disebutkan namanya kepada Times of India.

Pimpinan Lion Air mengatakan terjadi masalah teknis pada penerbangan sebelumnya, tetapi hal tersebut telah diperbaiki. Pesawat ini baru saja mulai beroperasi pada bulan Agustus 2018.

Berita terkait