Demi 'merebut suara', nama kota Allahabad yang berusia 435 tahun pun diganti

Stasiun kereta Allahabad adalah pusat perhubungan utama. Hak atas foto Ankit Srinivas
Image caption Stasiun kereta Allahabad adalah pusat perhubungan utama.

Siapa namamu? Dari mana asalmu?

Seperti inilah sebagian besar pembicaraan dimulai di India. Dan jawaban saya terhadap pertanyaan kedua selalu adalah Allahabad, kota perdana menteri pertama India Jawaharlal Nehru dan legenda Bollywood, Amitabh Bachchan.

Tetapi saya tidak bisa lagi mengatakan itu karena Allahabad telah diganti namanya menjadi Prayagraj.

Allahabad terletak di negara bagian utara, Uttar Pradesh, yang dikuasai partai nasionalis Hindu, Bharatiya Janata Party (BJP).

Pemerintah negara bagian menyatakan keputusan tersebut diambil untuk mengembalilkan jati diri kuno kota itu sebagai pusat ziarah utama Hindu.

Para pemimpin BJP memutuskan hal ini berdasarkan fakta bahwa nama yang telah berusia 435 tahun tersebut diberikan seorang penguasa Muslim.

Hak atas foto Ankit Srinivas
Image caption Ribuan orang suci datang ke kota itu saat Kumbh Mela.

Allahabad memang diberikan namanya itu oleh maharaja Mughal, Akbar. Tempat itu adalah pusat pemerintahan, militer dan budaya Kerajaan Mughal yang menguasai sebagian besar wilayah India dan Pakistan pada abad ke-16 dan 17.

Warisan ini diteruskan selama penjajahan Inggris dan setelah kemerdekaan di tahun 1947. Kota ini tetap menjadi pusat politik dan budaya India utara.

Allahabad tetap berperan penting dalam agama Hindu.

Kota ini menjadi tempat Kumbh Mela setiap 12 tahun di dekat pertemuan dua sungai suci, Gangga dan Yamuna. Peristiwa yang dihadiri puluhan juta penganut agama itu sering kali digambarkan sebagai pertemuan keagamaan terbesar dunia.

Warga dari berbagai keyakinan berkumpul menyambut para penganut Hindu dan ratusan kios memberikan makanan gratis bagi orang-orang yang mempersiapkan mela.

Sejarah Allahabad memang dimiliki warga Hindu, Islam maupun Kristen.

Dan setiap sudut kota memiliki sejarahnya sendiri: mulai dari Anand Bhawan, kediaman Nehru; ke Sangam, pertemuan kedua sungai; sampai ke benteng raksasa yang dibangun Akbar untuk mencegah banjir dan turut mendorong warga untuk tinggal di kota itu.

"Karena itulah sulit membayangkan tempat-tempat ini menggunakan nama lain," kata Azimur Siddiqui, seorang guru manajemen.

"Berbagai tempat ini mewakili Allahabad," katanya.

Hak atas foto Ankit Srinivas
Image caption Sungai Gangga dan Yamuna bertemu di Allahabad.

Jadi mengapa nama kota ini diubah?

"Ini masalah politik," kata Heramb Chaturvedi, guru besar dan pengajar sejarah di Allahabad University.

"Kami akan menyelenggarakan pemilihan umum pada tahun 2019 dan keputusan ini diambil untuk mengambil hati penduduk yang sebagian besar beragama Hindu," tambahnya.

Ini bukan pertama kalinya keputusan seperti ini diambil.

Pemerintah Uttar Pradesh baru-baru ini mengubah nama stasiun ikonik zaman Inggris, Mughalsarai, diganti menjadi nama pemikir BJP, Deendayal Upadhyaya.

Minggu ini, menteri senior negara bagian mengumumkan daerah Faizabad diubah menjadi Ayodhya.

Kemudian pemerintahan BJP di Gujarat menyatakan keinginannya untuk mengubah nama kota terbesar negara bagian itu dari Ahmedabad menjadi Karnavati.

Banyak orang memandang mengubah nama Allahabad adalah kelanjutan dari kebijakan partai untuk mengubah nama-nama Muslim.

Hak atas foto Ankit Srinivas/Anand Bhawan
Image caption Jawaharlal Nehru, perdana menteri pertama India, berasal dari Allahabad.

Tetapi BJP, yang memimpin pemerintahan nasional di Delhi, menegaskan keputusan penamaan kembali Allahabad tidak ada hubungannya dengan politik karena Prayagraj adalah "nama asli" kota itu.

Partai itu menyatakan pihaknya hanya berusaha "memperbaiki sejarah" karena Akbarlah yang sebenarnya mengubah nama Prayagraj menjadi Illahabad (yang berarti tempat tinggal Allah) pada tahun 1583.

Tetapi para sejarahwan mengatakan ini tidaklah tepat 100%.

Profesor NR Farooqui, mantan wakil pimpinan Allahabad University, mengatakan sejumlah dokumen dan buku sejarah membuktikan Prayagraj tidak pernah menjadi sebuah kota yang luas.

"Prayag, yang juga disebut sebagai Jhunsi Prayag di sejumlah buku, dikenal sebagai tempat tujuan ziarah. Tempat itu juga disebut di sejumlah naskah Hindu. Tetapi tidak pernah menjadi sebuah kota," katanya.

Dia menambahkan Akbar yang menempatkan pondasi kota baru di tahun 1574 dan menamakannya Ilahabas.

Dia membangun benteng besar dan menggunakannya sebagai pusat pemerintah dan militer untuk menguasai India bagian utara.

Hak atas foto Ankit Srinivas
Image caption Khusro Bagh adalah tempat pemakaman dinasti Mughal.

Generasi selanjutnya penguasa Mughal mulai menamakannya Illahabad, dan akhirnya Inggris mulai menyebutkannya "Allahabad" agar lebih mudah penyebutannya.

Tetapi kota tetap disebut sebagai Illahabad dalam bahasa Hindi dan Urdu setempat.

Kota ini menjadi saksi sejumlah kejadian bersejarah dari tahun 1574 sampai 2018.

Penguasa Mughal tetap menggunakannya sebagai pusat kekuasaan regional.

Kota ini memainkan peran penting dalam gerakan kemerdekaan India karena rumah Nehru, Anand Bhavan, menjadi "markas" para pemimpin kemerdekaan dan kemudian untuk partai Congress.

Pada beberapa dekade pertama kemerdekaan India, kota ini berkembang menjadi pusat budaya dan politik.

Banyak penulis, politikus, ilmuwan dan pegawai negeri Hindi berasal dari Allahabad dan mereka menjadi legenda dalam bidang mereka.

Hak atas foto Ankit Srinivas
Image caption Kota ini banyak memiliki gedung bergaya Inggris.

Dan pengikat cerita kesuksesan mereka adalah Allahabad. Tetapi sekarang hal itu dihancurkan.

"Menakjubkan bagaimana sebuah kota kecil memberikan begitu banyak legenda bagi negara. Tidak menjadi masalah apakah tokoh dari kota itu beragama Hindu atau Muslim - hal ini dirayakan semua orang," kata Profesor Chaturvedi.

Dia mengakui nama Prayagraj, tetapi orang akan selalu mengidentifikasi diri mereka dengan Allahabad.

"Tidak diragukan bahwa kota ini akan selalu menjadi pusat ziarah utama Hindu, apakah disebut sebagai Prayagraj atau tidak. Tetapi menghapus nama Allahabad sama dengan membunuh jiwa kota ini."

Hak atas foto Ankit Srinivas
Image caption Ribuan orang mendatangi rumah keluarga Nehru, Anand Bhawan, setiap tahun.

Professor Farooqui setuju.

"Anda tidak bisa menghapus begitu saja sejarah yang telah berusia 500 tahun. Allahabad bukan hanya sebuah nama, ini adalah sebuah perasaan di dalam setiap orang yang besar di kota ini," katanya.

Ini adalah sebuah perasaan yang juga dialami banyak orang lain.

Suresh Yadav, mantan pemimpin mahasiswa Allahabad University, meyakini kota ini akan terus memiliki berbagai jati diri.

"Ini adalah sebuah kota untuk semua keyakinan, tetapi ini juga pusat budaya utama Hindu. Tidak satu halpun akan mengubahnya. Allahabad akan tetap mempertahankan jati dirinya, " katanya.

Tetapi sejumlah orang, seperti Profesor Rajesh Kumar Singh, sepakat dengan keputusan BJP mengubah nama kota.

Hak atas foto Ankit Srinivas
Image caption Berendam di Gangga dipandang sebagai ritual penting agama Hindu.

"Saya pikir ini adalah keputusan yang baik, mengembalikan jati diri budaya kota," kata Prof Singh.

"Nama Prayagraj mewakili pandangan bahwa kota ini adalah pusat penting agama Hindu dan banyak pihak yakin pemerintah telah melakukan hal yang tepat."

Tetapi banyak penduduk kota sulit menerima keputusan ini.

Mereka masih bangga menyatakan diri mereka Allahabadi. Salah satu penyair paling terkenal Urdu menamakan dirinya Akbar Allahabadi.

Sulit membayangkan kita kemunginan sekarang akan memanggil penyair besar ini "Akbar Prayagraji".

Berita terkait