Konfrontasi laut Rusia-Ukraina 'direkayasa'

Unjuk rasa Hak atas foto Reuters
Image caption Warga Ukraina menggelar unjuk rasa memberikan dukungan kepada angkatan laut negara itu setelah tiga kapalnya disita Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, merekayasa konfrontasi di lepas laut Krimea antara Angkatan Laut Ukraina dan Angkatan Laut Rusia sebagai upaya mendongkrak kepopulerannya menjelang pemilihan Maret 2019.

"Ia harus melakukan sesuatu untuk membuat situasinya lebih tegang," kata Putin dalam acara forum investasi di Moskow, Rabu (28/11).

Padahal, menurutnya, kejadian antara angkatan laut kedua negara merupakan insiden pelanggaran wilayah perbatasan sehingga para petugas perbatasan Rusia menyita kapal-kapal Ukraina.

"Mereka menunaikan tugas militer. Mereka menjalankan tugas-tugas mereka yang sah dalam mengamankan perbatasan Rusia," tambah presiden Rusia.

Awak kapal ditangkap

Putin menyampaikan pernyataan itu di tengah ketegangan dengan Ukraina menyusul tembakan ketika tiga kapal Ukraina berada di lepas pantai Krimea, wilayah yang dianeksasi oleh Rusia pada 2014.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Seorang pelaut Ukraina yang ditahan Rusia dikawal keluar dari ruang sidang di Krimea, Rabu (28/11)

Dua puluh empat personel kapal Ukraina tersebut ditangkap oleh aparat Rusia dalam aksi yang oleh Kiev disebut sebagai "agresi" Rusia.

Namun Rusia menegaskan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut Ukraina telah "memasuki wilayah perairan Rusia".

Lewat video yang dikeluarkan oleh Badan Intelijen Rusia, beberapa awak Ukraina membuat pernyataan, termasuk pengakuan "perilaku provokatif" dari aksi tersebut.

Hak atas foto Reuters
Image caption Kapal-kapal Ukraina yang disita Rusia tampak ditambatkan di Pelabuhan, Kerch, Ukraina.

Petro Poroshenko lantas memberlakukan keadaan perang di 10 daerah, sebagian berbatasan langsung dengan Rusia, selama 30 hari.

Pemimpin Ukraina menegaskan bahwa negara itu terancam "perang penuh dengan Rusia".

Sebagai tanggapannya, Moskow menyatakan tengah mengerahkan sistem pertahanan rudal canggih ke Krimea.

Sejumlah negara Barat menyatakan dukungan terhadap Ukraina dalam ketegangan terbaru dengan Rusia ini.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengindikasikan ia kemungkinan akan membatalkan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, pekan ini.

Namun rencana pertemuan itu, kata penasihat urusan luar negeri Presiden Putin, Yuri Ushakov, sebaiknya tetap dilaksanakan.

"Pertemuan itu sama-sama diperlukan oleh kedua negara dan penting bagi situasi secara umum di dunia," jelas Ushakov.

Topik terkait

Berita terkait