Kartu identitas intelijen milik Vladimir Putin ditemukan di Jerman

Putin Hak atas foto BSTU
Image caption Vladimir Putin berusia 33 tahun ketika dia menerima kartu Stasi ini.

Kartu identitas kepolisian rahasia eks-Jerman Timur milik Vladimir Putin sewaktu dia masih berprofesi sebagai mata-mata Uni Soviet ditemukan di Dresden, Jerman.

Dokumen tersebut ditemukan dalam kondisi terpelihara di arsip Stasi—dinas kepolisian rahasia Jerman Timur—saat sedang dilakukan kajian mengenai kedekatan hubungan antara Stasi dan badan intelijen Uni Soviet, KGB.

Kartu itu diberikan kepada Putin—yang saat itu berpangkat mayor KGB—pada 1985.

Berbekal kartu itu, Putin dapat mengakses berbagai fasilitas Stasi, walau mungkin dia tidak melakukan tugas mata-mata untuk lembaga tersebut.

Sebagaimana tercantum pada kartu tersebut, akses Putin diperbarui setiap tiga bulan sekali. Tidak jelas mengapa dia meninggalkan kartu itu di Dresden.

Melalui sebuah pernyataan resmi, Badan Arsip Stasi (BStU), menyebut Putin "menerima kartu itu sehingga dia bisa menjalankan tugas KGB dengan kerja sama Stasi".

"Riset saat ini tidak memberi indikasi bahwa Vladimir Putin bekerja untuk MfS," kata badan itu merujuk singkatan Kementerian Keamanan Negara Jerman Timur yang merupakan nama resmi Stasi.

Stasi sohor sebagai dinas intelijen yang memantau warganya secara saksama. Sebagian besar kemudian ditekan untuk memata-matai satu sama lain.

Hak atas foto BSTU
Image caption Cap-cap ini merupakan bukti bahwa Putin bekerja sama dengan Stasi di Dresden selama bertahun-tahun.
Hak atas foto BSTU
Image caption Putin menyebut dirinya "Wladimir Putin" sesuai dengan pengucapan dalam bahasa Jerman.

Putin, kelahiran Leningrad (sekarang St Petersburg), ditempatkan di Jerman Timur pada 1985, tatkala berusia 33 tahun.

Dalam beberapa pernyataan, Putin mengaku bangga berprofesi sebagai agen KGB di Dresden. Pada masa tugasnya, dua putrinya dilahirkan di sana.

Masa penempatannya di Dresden mencakup era Desember 1989, tatkala rezim komunis Jerman Timur ambruk di tengah gelombang protes massa prodemokrasi.

Putin menyaksikan massa demonstran menduduki markas Stasi di Dresden pada 5 Desember 1989, sebulan setelah warga Berlin Timur menjebol Tembok Berlin. Saat itu, mereka nyaris ditembak aparat keamanan rezim komunis.

Putin yang fasih berbahasa Jerman berusaha menenangkan warga Dresden ketika mereka mengepung gedung KGB, sembari memperingatkan bahwa gedung itu merupakan wilayah Soviet.

Hak atas foto AFP
Image caption Gedung ini adalah markas KGB di Dresden pada era Perang Dingin.

Selama mengabdi sebagai agen KGB di Dresden, pangkat Putin dinaikkan menjadi letnan kolonel.

Pada 1989, dia mendapat medali perunggu dari pemerintah Jerman Timur "atas pengabdian setia kepada Tentara Rakyat Nasional," sebut laman Kremlin.

Sekembalinya dia di Rusia, Putin diangkat sebagai kepala Badan Keamanan Federal Rusia (FSB), badan intelijen pengganti KGB. Dia kemudian menjadi presiden Rusia pada 2000.

Kepada publik, pada Juni 2017, Putin mengungkap bahwa tugasnya selama bekerja untuk KGB meliputi "pengumpulan data intelijen ilegal".

Putin juga mengatakan mata-mata KGB adalah seseorang yang dilengkapi "kualitas spesial, tekad khusus, dan tipe karakter istimewa".

Berdasarkan kesepakatan rahasia antara KGB dan Stasi, yang dilihat BBC, KGB memiliki 30 agen di Jerman Timur yang bekerja berdampingan dengan Stasi.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, berkomentar soal kartu identitas Stasi milik Putin.

"KGB dan Stasi adalah dua badan intelijen yang bermitra, sehingga Anda tidak bisa menepis kemungkinan ada pertukaran kartu identitas semacam itu," ujarnya.

Topik terkait

Berita terkait