Maduro tuduh AS ingin membunuhnya dan gulingkan pemerintah Venezuela

Venezuela Hak atas foto EPA
Image caption Maduro menggelar jumpa pers di Istana Miraflores, Caracas, Rabu (12/12).

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menuduh Amerika Serikat sedang berencana membunuhnya dan menggulingkan pemerintahannya.

Pada jumpa pers di Caracas, Maduro secara gamblang menyatakan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, terlibat secara pribadi dalam penyusunan rencana tersebut. Namun Maduro tidak mengutarakan bukti tuduhan tersebut.

"John Bolton ditugaskan mengatur pembunuhan saya, mengerahkan pasukan asing, dan memasang pemerintahan transisi di Venezuela," ujar Maduro.

Maduro menegaskan rakyat Venezuela siap melawan dengan bantuan "negara-negara sahabat".

Ucapan tersebut tampaknya merujuk pada kedatangan dua pesawat pengebom Rusia Tu-160 di Venezuela, awal pekan ini.

Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, mengatakan keberadaan dua pesawat yang mampu mengangkut senjata nuklir tersebut merupakan bagian dari latihan angkatan udara.

"Ini yang kita lakukan bersama sahabat kami, karena kami punya sahabat-sahabat di dunia yang membela hubungan bermartabat dan seimbang."

Akan tetapi, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menyebut kedatangan dua pesawat itu menyimbolkan "dua pemerintahan korup yang menyia-nyiakan uang masyarakat".

Pemerintah Rusia mengatakan ucapan Pompeo "sama sekali tidak pantas".

Hak atas foto AFP
Image caption Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino (baris pertama, kedua dari kiri) menyambut kedatangan pilot dan pesawat pengebom Rusia di Venezuela.

Seberapa dalam krisis ekonomi Venezuela?

Lebih dari dua juta orang telah melarikan diri dari Venezuela sejak 2014. Jumlah itu setara dengan 7% dari seluruh populasi Venezuela.

Venezuela menuding AS telah melancarkan perang ekonomi demi mengakhiri sosialisme yang telah berkuasa di negara itu hampir 20 tahun.

Maduro menyalahkan kebijakan-kebijakan dan beragam sanksi dari AS atas inflasi tinggi, kekurangan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya.

Pada Senin (10/12), perusahaan pembuat ban asal AS, Goodyear, mengumumkan penghentian operasional di Venezuela.

Beragam perusahaan asing, termasuk Kellogg dan Clorox, telah angkat kaki terlebih dulu.

Berita terkait