Upaya menggusur Perdana Menteri Inggris gagal -tapi untuk sementara

Graham Brady
Image caption Sir Graham Brady membacakan hasil pemungutan suara mosi tidak percaya.

Perdana Menteri Inggris Theresa May memenangkan mosi tidak percaya untuk kepemimpinannya di Partai Konservatif, yang akan membuatnya kebal dari upaya penggulingan lain selama setidaknya setahun.

Theresa May menang dalam mosi ini dengan suara 200-117 atau mendapatkan 63% dari total suara.

Pemungutan suara rahasia itu dipicu oleh 48 anggota parlemen dari partainya yang marah pada kebijakan Brexit Theresa May, yang mereka katakan mengkhianati hasil referendum 2016.

Berbicara di Downing Street tidak lama setelah pengumuman, May mengungkapkan kelegaannya.

"Saya bahagia mendapatkan dukungan rekan-rekan saya dalam pemungutan suara malam ini," katanya.

"Meskipun saya bersyukur atas dukungan itu, sejumlah besar rekan memilih untuk menentang saya dalam pemungutan suara itu dan saya telah mendengarkan apa yang mereka katakan."

Betapa pun, para penentangnya menyebut bahwa kehilangan dukungan sepertiga anggota parlemen dari partainya sendiri sudah menjadi hal yang sangat buruk.

Melalui mosi tidak percaya yang gagal itu, mereka berusaha menggusur Theresa May dari kursi kepemimpinan Partai Konservatif. Andai saja mosi itu berhasil, ia akan digusur juga dari kursinya sebagai perdana menteri.

PM Theresa May mengatakan akan berjuang untuk melakukan perubahan kesepakatan Brexit di KTT Uni Eropa pada hari Kamis, "membawa persatuan dan membangun lagi negeri yang memberi manfaat untuk semua orang".

Bagaimana reaksi kalangan Konservatif?

Jacob Rees-Mogg, yang memimpin upaya mosi tidak percaya mengatakan, kendati mosi itu gagal, kehilangan dukungan sepertiga anggota parlemen dari partainya sendiri merupakan "hasil yang mengerikan bagi perdana menteri" dan menyerukan Theresa May untuk mengundurkan diri.

Sedang anggota parlemen pendukung Brexit, Mark Francois mengatakan hal senada kepada BBC.

"Kalau situasi sudah dingin, ketika orang merefleksikan angka itu - 117, pendukung mosi tak percaya - adalah angka yang sangat besar, jauh lebih banyak daripada yang diperkirakan. Saya pikir itu akan sangat serius bagi perdana menteri. Saya pikir dia perlu bertimbang dengan hati-hati tentang apa yang dia lakukan sekarang."

Adapun mantan menteri kabinet Damian Green mengatakan terlepas dari apa pun ini merupakan kemenangan 'menentukan' bagi perdana menteri, yang memungkinkannya untuk "berlanjut dan terus maju menjalankan tugas-tugasnya".

Hasil ini disambut oleh sorak-sorai dan tepuk tangan dari anggota parlemen Tory saat diumumkan oleh ketua Tory di parlemen, Sir Graham Brady.

Betapa pun, PM May masih menghadapi pertempuran untuk mendapatkan persetujuan parlemen atas kesepakatan Brexit yang dia capai dengan UE -dan sementara ini semua kalangan oposisi dan puluhan anggota parlemen dari partainya menentangnya.

PM tak akan maju lagi

PM Theresa May mengatakan, sangat penting untuk memperoleh dukungan atas kesepakatan Brexit yang menurutnya adalah satu-satunya pilihan untuk meninggalkan Uni Eropa secara mulus pada 29 Maret mendatang.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
May lolos dari mosi tidak percaya.

Tetapi di menit-menit terakhir dalam pidato kepada para anggota parlemen partainya sebelum pemungutan suara, dia berjanji akan mundur sebagai pemimpin sebelum pemilihan umum yang dijadwalkan pada 2022.

Kendati 'di lubuk hatinya' dia ingin bertarung dalam pemilihan umum mendatang, dia menyadari bahwa partainya tidak menginginkannya lagi, katanya.

Sekarang, dengan hasil ini dia akan bertolak ke Brussels untuk melakukan pertemuan puncak Kamis ini untuk terus berusaha membujuk para pemimpin Uni Eropa agar mengubah kesepakatan - setelah sebelumnya mereka mengatakan kesepakatan itu tidak dapat dinegosiasi ulang.

Berita terkait