Lima hal tentang Chérif Chekatt yang berseru 'Allahu Akbar' dalam penembakan Strasbourg

Police notice for Chérif Chekatt Hak atas foto Police Nationale (France)

Polisi Prancis meminta bantuan masyarakat untuk menemukan Chérif Chekatt, 29 tahun, yang dicurigai melepaskan tembakan di Strasbourg, yang menewaskan tiga orang dan melukai belasan lainnya.

Ratusan polisi, tentara dan agen perbatasan di kedua sisi perbatasan Prancis-Jerman dikerahkan memburu tersangka.

Dua orang tewas dan 13 luka-luka dalam serangan yang berlangsung dekat pasar Natal di kota yang terletak di timur Prancis pada Selasa (11/12) malam.

Pria bersenjata itu meneriakkan 'Allahu Akbar' saat melepaskan tembakan.

Chérif Chekatt sudah tercatat dalam data otoritas Prancis sebagai seseorang yang mengalami radikalisasi kalangan ekstrim Islam saat mendekam di penjara untuk berbagai kejahatan, seperti perampokan.

Polisi mengatakan siapa pun yang melihat 'tersangka berbahaya' itu tidak boleh mendekatinya, tetapi harus menelepon nomor darurat.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Menara Eiffel yang biasanya bertabur cahaya itu dipadamkan semalam, sebagai penghormatan bagi para korban.

Lampu-lampu Menara Eiffel Paris dimatikan semalam untuk menghormati korban serangan.

Walikota Paris, Anne Hidalgo, mengatakan hal itu merupakan ungkapan dukungan Paris kepada keluarga yang terkena dampak dan 'semua warga Strasbourg'.

Apa yang kita ketahui tentang tersangka?

Menurut polisi, Chérif Chekatt lahir di Strasbourg dan sudah dikenal oleh petugas keamanan sebagai orang yang merupakan ancaman potensial teroris Islamis.

Dia masuk di "Fiche S", atau 'Berkas S,' yakni daftar tentang orang-orang yang diawasi karena bisa menjadi ancaman potensial terhadap keamanan nasional.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Polisi bersenjata mengamankan area pasar Natal di Strasbourg setelah insiden penembakan pada Selasa (11/12).

Dia sudah pernah dipidana sebanyak 27 kali untuk berbagai kejahatan, seperti perampokan di Perancis, Jerman dan Swiss, dan sering keluar masuk penjara.

Polisi sebetulnya sedang mencari Chekatt pada Selasa pagi, sehubungan dengan kasus lain, tetapi ia tak ada di rumahnya.

Dalam penggeledahan di apartemennya di Neudorf, ditemukan sebuah granat, sepucuk senapan, empat bilah pisau -dua di antaranya adalah pisau untuk berburu- dan amunisi.

Diyakini ia terluka dalam baku tembak dengan tentara yang berpatroli di pasar Natal di Strasbourg ketika serangan itu terjadi.


Mengapa Strasbourg menjadi sasaran?

Strasbourg sudah beberapa kali menjadi sasaran serangan pejihad.

Pada tahun 2000, pasar Natal jadi sasaran dalam rencana serangan oleh al-Qaeda, namun gagal. Sepuluh militan Islamis dihukum, empat tahun kemudian, untuk peran mereka dalam serangan Malam Tahun Baru yang gagal itu.

Di kota ini terdapat salah satu pasar Natal tertua di Prancis.

Strasbourg juga merupakan lokasi resmi Parlemen Eropa. Saat serangan Selasa malam, parlemen sedang bersidang.

Namun para anggota parlemen bertekad terus melanjutkan kegiatan mereka untuk menunjukkan mereka tidak takut.

Anggota parelemen dari Jerman Jo Leinen memgunggah gambar para anggota parlemen membawakan nyanyian, serta lampu-lampu Natal di Parlemen Eropa.

Sejauh mana pencarian tersangka?

Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner mengatakan bahwa lebih dari 700 petugas gabungan polisi dan anggota pasukan keamanan lain dikerahkan untuk memburu pria bersenjata, yang diyakini terluka dalam baku tembak.

Di seberang perbatasan terdekat, polisi Jerman juga melakukan upaya pencarian, menyusul pernyataan Deputi Menteri Dalam Negeri Perancis, Laurent Nuñez, bahwa pria bersenjata itu mungkin sudah tidak lagi berada di Prancis.

Para petugas perbatasan juga memeriksa kendaraan yang melintasi sungai Rhine, yang menandai perbatasan Perancis-Jerman, mengakibatkan antrian kendaraan panjang di kedua sisi.

Menteri Castaner mengatakan tingkat kesiagaan Prancis dinaikkan ke tingkat tertinggi, sementara kewenangan polisi diperkuat dan patroli diperketat. Dia menambahkan bahwa keamanan di semua pasar Natal akan ditingkatkan.

Walikota Strasbourg, Roland Ries, mengatakan pasar Natal akan ditutup pada hari Rabu dan Kamis, dan di balai kota akan dikibarkan bendera setengah tiang.

Bagaimana serangan itu terjadi?

Selasa sekitar pukul 20:00 waktu setempat (Rabu 02:00 WIB), seorang pria melepaskan tembakan ke kerumunan di dekat pasar Natal terkenal yang dijejali ribuan pengunjung di dekat Place Kleber.

Jaksa anti-teror Perancis, Rémy Heitz mengatakan dua orang tewas dan satu orang mengalami mati otak karena berondongan peluru. Dua belas orang lainnya terluka, enam di antaranya cedera serius, tambahnya.

Hak atas foto Anadolu Agency/Getty Images
Image caption Polisi memeriksa kawasan sekitar Pasar Natal Strasbourg.

Tersangka bersenjatakan senapan dan pisau itu melarikan diri setelah merampas sebuah taksi, kata Heitz.

Ketika berusaha melarikan diri, empat tentara mencegatnya, ia pun menembaki mereka, kata Heitz. Para prajurit balas menembak, antara lain diyakini mengenai lengannya.

Kepada sopir taksi, penyerang itu mengatakan bahwa dia telah membunuh 10 orang, dan bahwa dia terluka akibat baku tembak dengan tentara.

Dia lalu memerintahkan sopir taksi untuk menurunkannya di sekitar kantor polisi di daerah Neudorf. Ia keluar mobil dan menembaki polisi lalu lenyap dalam kegelapan malam.

Empat orang di Strasbourg yang terkait dengan tersangka ditahan, kata Heitz. Menurut sumber, mereka adalah keluarga Chérif Chekatt yang terdiri dari ayah dan ibunya, serta dua sudara lelakinya.

Topik terkait

Berita terkait