Penutupan pemerintahan AS berlanjut, setelah pembahasan 'tembok Meksiko' mengalami jalan buntu

A sign is displayed at the National Archives building that is closed because of a US government shutdown in Washington, DC, on December 22, 2018 Hak atas foto AFP
Image caption Sengketa di balik pendanaan tembok perbatasan AS-Meksiko telah menyebabkan ratusan ribu karyawan federal bekerja tanpa digaji atau harus cuti sementara.

Penutupan sebagian lembaga federal Amerika Serikat kemungkinan akan berlanjut hingga pekan depan di tengah kebuntuan pembahasan anggaran pembangunan dinding perbatasan Meksiko yang diusulkan Presiden Trump.

Para anggota dewan perwakilan rakyat menunda mengambilan keputusan karena belum ada kesepakatan hingga menit-menit terakhir, sehingga pembahasan akan dilanjutkan pekan depan.

Banyak anggota DPR tidak kembali ke Washington untuk membahas persoalan tersebut.

Persoalan di balik pro-kontra pendanaan pembangunan dinding perbatasan Meksiko merupakan masalah yang muncul tiap tahun, sehingga berdampak pada anggaran belanja bagi sekitar 25% institusi federal Amerika Serikat.

Kedua belah pihak yang tetap bersikukuh dengan sikapnya tampaknya menerima bahwa perselisihan akan berlanjut hingga 2019.

Sengketa di balik pendanaan tembok perbatasan AS-Meksiko telah menyebabkan ratusan ribu karyawan federal bekerja tanpa digaji atau harus cuti sementara.

Hak atas foto GETTY IMAGES/SAUL LOEB
Image caption Sengketa di balik pendanaan tembok perbatasan AS-Meksiko telah menyebabkan ratusan ribu karyawan federal bekerja tanpa digaji atau harus cuti sementara.

Trump mengatakan dia tidak akan berkompromi terkait tuntutannya untuk mendanai pembangunan dinding perbatasan AS-Meksiko yang disebutnya sebagai cara jitu mengatasi imigran gelap

Dia tetap menolak menandatangani paket pengeluaran yang lebih luas, sehingga memaksa sebagian besar lembaga federal AS ditutup.

Namun demikian, kubu oposisi yaitu Partai Demokrat - yang mengambil alih mayoritas Dewan Perwakilan pada Januari lalu- dan beberapa poitikus Partai Republik, bersikeras mereka tidak akan memberikan persetujuan pengalokasian anggaran negara sebesar US$ 5 miliar untuk kebutuhan pembangunan dinding tersebut.

Kubu oposisi menuduh Trump membesar-besarkan persoalan imigrasi demi kepentingan politik, dan mereka berpendapat ada bentuk keamanan lainnya yang lebih baik ketimbang membangun dinding.

Situasi ini, bagaimanapun, menambah kekhawatiran atas prospek ekonomi AS pada 2019, yang pasar sahamnya mengalami naik-turun dalam beberapa hari terakhir.

Mengapa Trump kesulitan mencairkan anggarannya?

Partai Republik yang dikontrolnya mengendalikan kedua kamar di Kongres yang akan datang dan anggaran pendapatan dan belanja memang telah sudah disahkan oleh DPR pada Kamis dengan dukungan 217 suara dan yang menolak 185.

Hak atas foto Reuters
Image caption Contoh tembok yang digagas Trump dekat perbatasan AS-Meksiko di California.

Namun demikian, agar upayanya tercapai, Trump perlu mendapatkan 60 suara di Senat yang memiliki 100 kursi. Saat ini Partai Republik memiliki 51 kursi, sehingga Trump perlu dukungan Partai Demokrat di Senat..

Apa akibatnya bagi lembaga federal AS?

Dengan tidak adanya kesepakatan, anggaran belanja bagi sekitar 25% institusi federal Amerika Serikat tidak lagi valid pada Jumat tengah malam.

Itu berarti kementerian sembilan dari 15 lembaga federal, termasuk keamanan dalam negeri, transportasi, pertanian, luar negeri, dan kehakiman telah ditutup. Selain itu taman nasional dan hutan kota pun akan ikut ditutup.

Penutupan sebagian pemerintahan AS - yang ketiga sepanjang 2018 - juga berarti ratusan ribu pegawai negeri akan bekerja tanpa digaji atau harus cuti sementara.

Berita terkait