Data wartawan BBC di Rusia dibocorkan, pemerintah Rusia membantah terlibat

The BBC logo displayed on its Broadcasting House headquarters, in London Hak atas foto Getty Images

BBC melayangkan keberatan resmi ke Kementerian Luar Negeri Rusia terkait bocornya data puluhan reporter BBC yang bekerja di Rusia.

Daftar berisi nama lengkap dan foto 44 jurnalis BBC dipublikasikan di media sosial oleh kelompok For Mother Russia pada Selasa (25/12).

Selain itu, daftar tersebut juga muncul di situs pikabu.ru dan segodnya.ru.

Nama-nama yang muncul dalam daftar tersebut, mayoritas adalah warga negara Rusia yang bekerja untuk BBC World Service.

Segodnya.ru menyatakan bahwa media Barat baru-baru ini mempublikasikan daftar serupa, yang berisi nama-nama jurnalis Rusia, dan menyebut: "menemukan jurnalis MEREKA yang bekerja di Rusia dan menginterpretasikan segala sesuatu sebagai plot melawan mereka sangatlah mudah dilakukan."

Namun BBC tidak pernah mempublikasikan daftar yang dimaksud.

Situs tersebut tampaknya merujuk pada artikel di Sunday Times, yang menyebutkan nama dan foto delapan staf Sputnik UK, media pemberitaan yang didukung Kremlin, yang memiliki biro di Edinburgh.

Merespons laporan Sunday Times, juru bicara Kemenlu Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa "Diplomat Rusia tengah melakukan langkah-langkah untuk menanganinya."

Kebocoran data pribadi jurnalis BBC itu terjadi hanya beberapa hari setelah badan pengawas media Inggris, Ofcom, menetapkan jaringan televisi Rusia, RT, atau yang dulu dikenal dengan nama Russia Today, melanggar aturan imparsialitas media elektronik dalam tujuh program penyiaran setelah serangan gas saraf di Salisbury.

Regulator media Rusia membalas dengan menyatakan akan menyelidiki apakah aktivitas jurnalistik BBC Rusia mematuhi hukum yang ditetapkan pihak berwenang Rusia.

Adapun, dalam komplain ke Kemenlu Rusia, BBC menekankan posisinya sebagai organisasi media independen tanpa pengaruh dari pemerintah Inggris ataupun media Inggris lainnya.

Jamie Angus, direktur BBC World Service, mengatakan keselamatan staf BBC di Moskow menjadi perhatian utama. "Kami telah meminta otoritas Rusia untuk melakukan penyelidikan atas masalah ini," katanya.

Di sisi lain, sekretaris pers Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov, mengatakan Kremlin tidak menyetujui publikasi daftar reporter BBC di Moskow, kendati 'memahami.'

'Akal-akalan peretas'

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Govorit Moskva (Moscow Calling), Zakharova mengatakan data tersebut sudah berada di ranah publik.

"Apakah itu data rahasia? Tidak sama sekali. Anda bisa menemukan semuanya di media sosial," ujarnya.

Kendati demikian, masalahnya tidak sesederhana itu.

BBC telah menganalisis data yang bocor tersebut dan membandingkannya dengan data yang tersedia di media sosial. Setidaknya, terdapat data pribadi dalam daftar itu yang hanya diketahui otoritas Rusia.

Daftar tersebut sepenuhnya sesuai dengan daftar staf BBC yang secara resmi terakreditasi untuk bekerja di Rusia. Daftar itu tidak dipublikasikan di mana pun. Hanya nama-nama kepala biro yang tersedia secara publik.

Pada Jumat (28/12) Zakharova ditanya oleh koran Kommersant mengenai implikasi keterlibatan pemerintah Russia dalam kebocoran data tersebut. Dia menjawab itu hanya 'akal-akalan peretas Inggris'.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan kepada BBC, menyiratkan bahwa Kremlin membocorkan data pribadi staf BBC adalah "lelucon yang salah tempat karena itu hal yang sangat aneh".

Kemenlu juga mengatakan situs Kedutaan Besar Rusia di London diretas pada 17 Desember.

"Kami tidak bisa mengesampingkan bahwa peretas dapat memperoleh akses ke berbagai data, termasuk informasi tentang perwakilan media Inggris di Rusia, karena kedutaan Rusia terlibat dalam pemantauan publikasi oleh wartawan asing, mengeluarkan visa jurnalistik, dan lain-lain," katanya.

Pada 29 Desember, pikabu.ru telah menghapus halaman dengan daftar staf BBC. Namun, BBC memiliki tangkapan layar dan halaman arsip semua publikasi yang relevan.

Berita terkait