Kim Jong-un tulis surat 'hangat' untuk meminta pertemuan puncak lagi

Kim Jong-un Hak atas foto Reuters
Image caption Surat Kim Jong-un digambarkan "hangat".

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menulis surat kepada Presiden Korea Selatan Moon Jae-in yang berisi permintaan agar keduanya mengadakan pertemuan puncak lagi tahun depan dan berjanji akan "sering" bertemu untuk membicarakan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Dalam surat itu, sebagaimana dijelaskan oleh juru bicara presiden Korea Selatan, Kim Jong-un mengatakan ia berharap dapat mewujudkan perdamaian antara Korea Utara dan Korea Selatan dan "menyelesaikan masalah denuklirisasi di semenanjung sepenuhnya."

Dalam surat yang digambarkan "hangat", Kim juga menyampaikan "penyesalan mendalam" karena ia tidak bisa berkunjung ke Seoul pada tahun 2018, padahal ia berjanji akan mengunjungi ibu kota Korea Selatan setelah Presiden Moon Jae-in berkunjung ke Pyongyang, September lalu.

Hak atas foto AFP
Image caption Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in bertemu tiga kali selama 2018.

Juru bicara Presiden Moon tidak menjelaskan bagaimana surat Kim Jong-un dikirim. Yang jelas, lanjutnya, Kim Jong-un menulis tentang "tekadnya untuk mengunjungi Seoul sambil memperhatikan situasi di masa depan". Sejauh ini jadwal kunjungan belum ditetapkan.

Prioritas tahun baru

Meskipun kedua negara secara teknis masih dalam keadaan berperang, hubungan kedua negara membaik secara signifikan tahun 2018 karena Kim Jong-un menunjukkan sikap-sikap ingin rukun.

Kim Jong-un juga bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Singapura tahun 2018. Itulah untuk pertama kalinya seorang presiden AS yang masih menjabat bertemu dengan pemimpin Korea Utara, tetapi upaya untuk meningkatkan hubungan kedua negara mengalami kebuntuan selama bulan-bulan terakhir.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Kim Jong-un dan Donald Trump bertemu dalam pertemuan puncak di Singapura pada Juni 2018.

Amerika Serikat mengatakan Korea Utara belum sepenuhnya berkomitmen untuk meninggalkan program senjata nuklirnya, sementara Korea Utara mengecam keras sanksi-sanksi baru AS yang melumpuhkan perekonomian Korut dan menyasar para pejabat pemerintah.

Di balik kemunduran-kemunduran itu, pertemuan puncak antara Donald Trump dan Kim Jong-un diperkirakan dapat diadakan lagi pada tahun 2019.

Wartawan BBC di Seoul, Laura Bicker, melaporkan untuk saat ini Kim Jong-un menyiapkan pidato Tahun Baru. Pidato tersebut biasanya memaparkan agenda utama selama satu tahun ke depan.

Berita terkait