Di Jerman: Bukan laki atau perempuan, tulis 'berbeda'

Jenis kelamin di dokumen resmi Jerman mulai 1 Januari 2019 dapat ditulis "berbeda" untuk interseks. Hak atas foto EPA
Image caption Jenis kelamin di dokumen resmi Jerman mulai 1 Januari 2019 dapat ditulis "berbeda" untuk interseks.

Jerman menerapkan gender ketiga untuk identitas resmi dengan kategori "berbeda" untuk mereka yang interseks atau bukan laki atau perempuan.

Jerman menerapkan langkah itu bedasarkan undang-undang baru yang disepakati Desember lalu.

Namun mereka yang tidak mencantumkan definisi biologi laki atau perempuan perlu sertifikat dari dokter.

Sejumlah negara lain yang telah menerapkan langkah ini termasuk Austria, Australia, Selandia Baru, Malta, India dan Kanada.

PBB menyebutkan sekitar 1,7% penduduk dunia atau satu dari 60 orang lahir dengan kondisi interseks, satu kondisi di mana tak bisa masuk kategori perempuan atau laki-laki.

Kondisi ini berbeda dengan orientasi seksual seseorang seperti LGBT, lesbian, gay, biseksual dan transeksual.

PBB berupaya untuk melindungi hak hukum mereka yang interseks dan meningkatkan kesadaran sosial tentang kondisi ini untuk mengurangi stigma.

Orang interseks lahir dengan campuran karakteristik kelamin perempuan dan laki.

Banyak dari mereka yang lahir dengan kondisi interseks menghadapi stigma, diskriminasi hukum atau bahkan terpaksa melakukan pembedahan.

Sebelumnya Jerman mengizinkan orang interseks untuk memilih antara perempuan atau pria sebagai gender pada 2013.

Namun pada 2017, Mahkamah Agung setempat menetapkan langkah tidak memberikan kategori kelamin kepada seseorang merupakan langkah diskriminatif.

Keputusan itu diambil setelah tes kromosom seorang yang semula dirujuk perempuan ternyata bukan perempuan atau laki.

Parlemen Jerman menyepakati perubahan undang-undang terkait interseks bulan Desember lalu dan keputusan ini mulai berlaku pada Selasa (01/01).

Operasi testis dan rekonstruksi vagina

Hak atas foto Getty Images
Image caption Hanne Gaby Odiele lahir dengan testis yang dibuang saat ia berusia 10 tahun.

Seorang model top asal Belgia, Januari 2017 lalu mengakui bahwa ia interseks dan ia berharap dengan berbicara dapat memecah tabu soal ini.

Hanne Gaby Odiele lahir dengan testis yang dibuang saat ia berusia 10 tahun karena dokter mengira dapat menyebabkan kanker.

"Penting bagi saya untuk mendobrak tabu ... saat ini pada usia ini, adalah saat yang tepat untuk berbicara," kata Odiele kepada USA Today Januari 2017. Saat ini ia berusia 31 tahun.

Ia mengatakan setelah operasi testis, "Saya tahu saya tak akan pernah punya anak, saya tidak mengalami menstruasi. Saya tahu ada yang salah dengan saya," katanya saat itu.

Odiele, yang menikah dengan rekannya sesama model John Swiatek pada 2016, kembali dioperasi pada usia 18 tahun untuk merekonstruksi vagina.

Namun ia mengatakan dua operasi ini menyebabkan ia stres dan ingin mengungkapkan pengalamannya agar orang tua dengan anak interseks tidak berupaya mendorong anak mereka menjalani operasi.

Suami Odiela, Swiatek, mengatakan ia "sangat bangga" atas apa yang dilakukan istrinya.

"Saya sangat terkesan atas keputusannya membantu anak-anak dengan interseks agar mereka punya peluang untuk mengkaji tubuh mereka sendiri, tak seperti yang dialami Hanne dan keluarga (serta banyak keluarga lain)," kata Swiatek.

Topik terkait

Berita terkait