Mesir resmikan Katedral terbesar di Timur Tengah, sehari setelah ledakan bom

Paus Hak atas foto EPA
Image caption Paus Tawadros II (kiri) mendapat ucapan selamat dari Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi (kanan).

Presiden Mesir, Abdul Fattah al-Sisi, meresmikan katedral terbesar di Timur Tengah, sehari setelah ledakan bom yang mematikan di dekat sebuah gereja Koptik.

Katedral Nativity, yang baru selesai dibangun, menggelar misa pertamanya dalam penjagaan ekstra ketat pada Minggu (6/1), menjelang Natal versi Kristen Koptik.

Sehari sebelumnya (5/1), seorang polisi tewas ketika mencoba menjinakkan bom yang disembunyikan di atap rumah di Kota Nasr di pinggiran Kairo.

Kaum Kristen Koptik di Mesir berjumlah sekitar 10% dari populasi mayoritas Muslim di Mesir.

Banyak laporan mengatakan negara bersikap diskriminasi terhadap mereka dan tidak menawarkan perlindungan yang cukup.

Egyptian army guards outside the newly inaugurated Cathedral of Nativity in the New Administrative Capital Hak atas foto EPA
Image caption Katedral Nativity, yang baru selesai dibangun, menggelar Misa pertamanya dalam penjagaan ekstra ketat pada hari Minggu, menjelang Natal versi Kristen Koptik.

Presiden Al Sisi, yang menyatakan dirinya sebagai pelindung umat Kristiani dari serangan kelompok ekstrimis, mengatakan kepada jemaat Koptik bahwa peresmian katedral dan masjid Al-Fattah Al-Aleem membawa pesan persatuan.

"Kami adalah satu dan kami akan tetap menjadi satu," kata Sisi ketika dia meresmikan katedral, merujuk kepada keberadaan orang Kristen dan Muslim di Mesir.

Christian worshippers attend the inauguration of a massive cathedral in Egypt's New Administrative Capital on January 6, 2019 Hak atas foto AFP
Image caption Gereja baru di Mesir ini dapat menampung hingga 8,000 orang.
Christian worshippers attend the inauguration of a massive cathedral in Egypt"s New Administrative Capital on January 6, 2019 Hak atas foto AFP/Getty

Paus Fransiskus menyampaikan salam kepada Paus Koptik saat ini, Tawadros II dari Aleksandria, yang kemudian memimpin misa tengah malam.

Pope Tawadros II of Alexandria leads a Christmas Eve mass at the newly inaugurated Cathedral of Nativity in the New Administrative Capital, Egypt Hak atas foto EPA
Image caption Paus Fransiskus menyampaikan salam kepada Paus Koptik saat ini, Tawadros II (foto atas) dari Aleksandria, yang kemudian memimpin misa tengah malam.
A worker cleans the interior of the new Coptic Cathedral of the Nativity at the New Administrative Capital Hak atas foto Reuters
Image caption Lokasi katedral ini terletak di sekitar 45km di sebelah timur Kairo.

Masjid Al-Fattah Al-Aleem, yang selesai baru dibangun akan mampu menampung hampir dua kali lipat dari katedral.

Kedua bangunan tempat ibadah ini terletak di kawasan yang baru dibangun yaitu di ibukota administratif baru.

Labourers work outside the newly-constructed Al-Fattah Al-Alim mosque at the new administrative capital, 45km east of Cairo Hak atas foto EPA
Paus Hak atas foto EPA
Image caption Paus Tawadros II (kiri) mendapat ucapan selamat dari Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi (kanan).

Siapakah umat Kristen Koptik?

Gereja Ortodoks Koptik adalah gereja Kristen utama di Mesir. Sebagian besar umat Kristen Koptik tinggal di Mesir dan sekitar satu juta umat tersebar di luar negeri.

Orang-orang Koptik percaya bahwa iman mereka berasal dari sekitar tahun 50 Masehi, ketika Santo Markus dikatakan telah mengunjungi Mesir. Kepala gereja mereka disebut Paus, dan dianggap sebagai penerus Santo Markus.

Gereja Koptik memisahkan diri dari denominasi-denominasi Kristen lainnya saat Konsili Khalsedon pada tahun 451, karena perselisihan mengenai sifat manusia dan ilahi dari Yesus Kristus.

Paus Koptik saat ini, Tawadros II, menjauh dari media sosial bulan lalu dengan menutup halaman Facebook resminya.

BBC News Indonesia

Berita terkait