Mendapat tekanan politik, Presiden Trump mengakhiri penutupan pemerintah AS

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Kami telah mencapai kesepakatan - Trump

Presiden Donald Trump telah mengalah pada tekanan politik yang mengakhiri penutupan pemerintah AS terpanjang dalam sejarah.

Setelah 35 hari, ia mendukung kesepakatan untuk mendanai lembaga federal selama tiga minggu, tetapi itu tidak termasuk uang yang ia minta untuk tembok perbatasan AS-Meksiko.

Presiden dari partai Republikan itu sebelumnya bersumpah untuk menolak anggaran apa pun kecuali memasukkan $5,7 miliar (Rp85 triliun) untuk mendanai janji kampanyenya.

Namun partai Demokrat, yang mengendalikan Dewan Perwakilan Rakyat, dengan tegas menolaknya.

Kemudian pada hari Jumat (25/1), Senat dan Kongres dengan suara bulat mengeluarkan RUU untuk mengakhiri penutupan untuk sementara, yang setelahnya ditandatangani Presiden Trump menjadi undang-undang.

Setelah pemungutan suara di Kongres, Trump mengetwit bahwa keputusannya "sama sekali tidak konsesi", tetapi "merawat jutaan orang yang dirugikan oleh penutupan".

Apa yang dikatakan Presiden Trump?

Berbicara di Rose Garden Gedung Putih, Trump mengatakan dia "sangat bangga mengumumkan" perjanjian, yang akan mendanai pemerintah sampai 15 Februari.

Dia mengatakan pekerja federal yang terkena keruwetan politik, yang dia sebut "para patriot yang luar biasa", akan menerima bayaran penuh.

Trump juga mengatakan dia belum akan menggunakan "alternatif yang sangat kuat" - referensi yang jelas untuk menyatakan darurat nasional.

Kondisi darurat nasional bisa mengalihkan dana militer ke arah pembangunan tembok perbatasan di selatan, tetapi proklamasi semacam itu akan memicu keresahan konstitusional dan tantangan hukum.

Hak atas foto AFP
Image caption Gelombang protes pegawai negeri terus muncul sejak penutupan operasional pemerintah federal AS, salah satunya unjuk rasa di Post Office Square, Boston, Jumat (11/01).

Namun, presiden menambahkan: "Kami benar-benar tidak punya pilihan selain membangun tembok atau pembatas baja yang kuat."

"Jika kita tidak mendapatkan kesepakatan yang adil dari Kongres, pemerintah akan tutup lagi pada 15 Februari."

"Atau saya akan menggunakan kekuasaan yang diberikan kepada saya di bawah hukum dan konstitusi Amerika Serikat untuk mengatasi keadaan darurat ini."

Trump menerima kesepakatan itu setelah mendengar tekanan penutupan pada lembaga penegak hukum, kata seorang pejabat administrasi kepada kantor berita Reuters.

Presiden siap menawar anggaran $5,7 miliar yang dia minta untuk perbatasan, kata pejabat yang sama.

Hak atas foto Reuters
Image caption Pemimpin partai Demokrat, Nancy Pelosi

Jadi, apakah Nancy Pelosi menang?

Dengan jajak pendapat yang menunjukkan sebagian besar orang Amerika menyalahkan Trump atas penutupan itu, ia memilih jalan keluar yang telah didorong selama berminggu-minggu oleh pemimpin Partai Demokrat, Nancy Pelosi.

Hasilnya secara luas dilihat sebagai kemenangan gemilang bagi Pelosi.

Anggota parlemen di partainya memuji-muji anggota Kongres dari California itu karena menolak menyerah.

Beberapa anggota partai konservatif tampaknya setuju.

"Trump adalah pria yang sangat emosional. Selesai sudah baginya," twit komentator Mike Kernovich, yang memiliki pengikut media sosial yang besar yang terdiri atas para pendukung presiden.

Dia mengatakan Trump telah dikalahkan oleh pembicara Kongres yang "alpha" (dominan) itu.

Tajuk utama pada media konservatif Drudge Report dan Breitbart News tertulis dalam warna merah bahwa tidak akan ada dana untuk tembok.

Komentator sayap kanan Ann Coulter menyebut Trump sebagai "pengecut terbesar yang pernah melayani sebagai presiden".

Robert Reich, yang menjabat sebagai sekretaris partai buruh di bawah Presiden Gerald Ford, Jimmy Carter dan Bill Clinton, mengetwit bahwa Trump telah membuat ulah dan "tidak mendapat apapun".

Seberapa buruk penutupan kali ini?

Sekitar 800.000 pegawai negeri tak mendapatkan gaji lagi pada hari Jumat di tengah penutupan sekitar seperempat dari pemerintah federal selama lima minggu.

Sebelumnya pada hari Jumat, ratusan penerbangan dibatalkan atau ditunda di bandara AS karena para pengontrol lalu lintas udara yang tidak dibayar cuti sakit.

Administrasi Penerbangan Federal (FAA) menghentikan kedatangan pesawat selama sekitar satu jam di Bandara LaGuardia New York.

Penerbangan juga ditunda di Bandara Internasional Newark Liberty dan Bandara Internasional Philadelphia karena kekurangan staf, kata FAA.

Sementara itu, ribuan karyawan Internal Revenue Service (IRS) absen setelah mereka diperintahkan untuk kembali bekerja tanpa dibayar, lapor Washington Post.

Administrasi Trump menarik 26.000 pekerja IRS minggu ini untuk menangani musim pengajuan pajak yang segera tiba.

Tetapi sekitar 14.000 dari mereka tidak masuk pada hari Selasa, kata pejabat IRS kepada anggota Kongres.

Direktur FBI Christopher Wray mengatakan dalam sebuah pesan video kepada para agen pada hari Jumat: "Saya sangat marah seperti kemarahan saya yang terakhir yang terjadi sudah sangat lama."

Dia mengatakan tentang efek penutupan pada agensinya: "Itu membingungkan, itu tak hati-hati, dan itu tidak adil."

Pernyataannya datang setelah sebuah laporan FBI minggu ini mengungkapkan sumber dayanya berada di "titik kritis".

Berita terkait