Pidato State of the Union: Trump umumkan pertemuan kedua dengan Kim Jong-un

amerika Hak atas foto Reuters
Image caption Presiden AS Donald Trump bertemu pertama kalinya dengan Pemimpin Korut, Kim Jong-un, di Singapura, 12 Juni 2018 lalu.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pertemuan kedua dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, akan berlangsung bulan ini. Hal itu dia cetuskan dalam pidato kenegaraan tahunan di depan Kongres AS atau disebut State of the Union.

Trump mengatakan pertemuan dengan Kim Jong-un akan berlangsung di Vietnam pada 27-28 Februari mendatang.

"Tawanan perang kita telah pulang, uji nuklir telah berhenti, dan tidak ada peluncuran rudal selama 15 bulan.

"Jika saya tidak terpilih sebagai presiden Amerika Serikat, saat ini kita, menurut pendapat saya, akan menghadapi peperangan besar dengan Korea Utara.

"Banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, tapi hubungan saya dengan Kim Jong-un adalah hubungan yang baik," papar Trump.

Apa yang Trump katakan soal persatuan politik?

Dalam pidato bertajuk 'Memilih Kehebatan", Trump mengulangi seruannya untuk persatuan politik seperti yang telah dia cetuskan dalam dua pidato tahunan yang lalu.

"Bersama, kita bosa memecahkan kebuntuan politik selama berdekade-dekade," ujarnya.

"Kita bisa menjembatani perbedaan lama, menyembuhkan luka lama, membangun koalisi baru," tambahnya.

Akan tetapi, masih dalam pidatonya, Trump mengatakan upaya Partai Demokrat pada "investigasi partisan yang konyol" dapat mencedera kesejahteraan AS.

Trump juga tetap berkeras membangun tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko.

Menurutnya, kelas pekerja AS harus membayar harga atas imigrasi ilegal.

Dia menunjuk seorang perempuan di antara hadirin, yang orang tuanya dibunuh di Nevada oleh "orang asing ilegal".

"Tiada nyawa seorang warga Amerika pun yang harus hilang karena negara kita gagal mengendalikan perbatasannya yang sangat berbahaya," seru Trump.

Beberapa jam sebelum Trump menyampaikan pidatonya, ketua fraksi Partai Demokrat di Senat, Chuck Schumer, menuduh Trump justru "menabur perpecahan negara" sepanjang tahun.

Berita terkait