Pelajar di Inggris bolos sekolah demi aksi perubahan iklim

Young protesters with placards Hak atas foto AFP/Getty
Image caption Mereka menggunakan plakat buatan sendiri untuk menyampaikan pesan mereka

Pelajar di seluruh Inggris "mogok sekolah" pada hari Jumat (15/02) sebagai bagian dari kampanye global untuk aksi perubahan iklim.

Siswa di seluruh negeri turun ke jalan dan menuntut pemerintah mengumumkan keadaan darurat iklim dan mengambil langkah-langkah aktif untuk mengatasi masalah tersebut.

Penyelenggara Youth Strike 4 Climate mengatakan aksi ini terjadi di lebih dari 60 kota besar dan kecil, dengan sekitar 15.000 orang ambil bagian.

Mereka membawa plakat, beberapa di antaranya tertulis: "Tidak ada planet B."

Aksi demo ini adalah bagian dari gerakan global yang jauh lebih luas, yang dikenal sebagai Aksi Iklim Sekolah 4.

Gerakan ini dimulai saat seorang remaja Swedia, Greta Thunberg yang berusia 15 tahun membolos sekolah untuk melakukan aksi di luar gedung pemerintah pada bulan September silam, menuduh negaranya tidak mengikuti Perjanjian Iklim Paris.

Image caption Murid di seluruh Inggris mengambil hari libur sekolah

Sejak itu, puluhan ribu anak di Belgia, Jerman, Swedia, Swiss, dan Australia terinspirasi untuk menggelar demonstrasi mereka sendiri.

Protes terbesar diadakan di London, Brighton, Oxford dan Exeter, kata Jaringan Iklim Pelajar Inggris.

Kelompok itu, yang membantu mengoordinasikan protes, memiliki empat tuntutan utama :

  • Pemerintah harus mendeklarasikan "darurat iklim"
  • Pemerintah juga harus menginformasikan kepada publik tentang situasi yang serius ini
  • Kurikulum nasional harus direformasi untuk memasukkan "krisis ekologis"
  • Usia pemungutan suara harus diturunkan menjadi 16 tahun sehingga orang yang lebih muda dapat terlibat dalam pengambilan keputusan seputar masalah lingkungan.

Greta mencuit tentang protes di Inggris di akun Twitter-nya, menulis: "PM Inggris mengatakan bahwa anak-anak yang mogok sekolah 'membuang-buang waktu pelajaran'. Itu bisa jadi masalah.

"Tapi sekali lagi, para pemimpin politik telah menyia-nyiakan 30 tahun tidak bertindak. Dan itu sedikit lebih buruk."

Hak atas foto AFP/Getty
Image caption Mereka menggunakan plakat buatan sendiri untuk menyampaikan pesan mereka

Seorang juru bicara Downing Street mengatakan bahwa, meskipun penting bagi kaum muda untuk terlibat dengan isu-isu seperti perubahan iklim, gangguan terhadap waktu pelajaran yang direncanakan merugikan bagi siswa.

Asosiasi Kepala Sekolah Nasional mengatakan tidak memaafkan anak-anak yang tidak masuk sekolah untuk mengambil bagian dalam aksi itu dan bahwa "tidak ada yang lebih penting daripada pendidikan anak".

Mereka menyebut, "setiap pemimpin sekolah dapat memutuskan cara terbaik untuk menanggapi" setiap protes yang melibatkan siswanya.

Namun, Menteri Energi Claire Perry mengatakan dia "sangat bangga" dengan semangat dan kepedulian kaum muda.

Dia mengatakan kepada BBC: "Saya curiga jika ini terjadi 40 tahun yang lalu, saya akan berada di sana juga."

Pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn mengatakan anak-anak sekolah "berhak untuk merasa dikecewakan oleh generasi sebelum mereka", sementara anggota parlemen Partai Hijau Caroline Lucas mengatakan itu adalah "hal paling penuh harapan yang terjadi selama bertahun-tahun".

Dia berpidato di hadapan para juru kampanye di Brighton, dan mengatakan mereka harus diizinkan bolos sekolah karena "keadaan luar biasa".

Dia berkata: "Waktu untuk berbicara sudah berakhir, dan sekarang adalah waktu untuk bertindak."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Plakat-plakat itu berisi pesan tentang pemanasan global dan bahan bakar fosil
Image caption Christina (kanan) mengatakan dia khawatir akan masa depannya

Di London, Christina yang berusia 15 tahun mengatakan masalah itu terlalu besar untuk diabaikan.

"Banyak dari kita adalah siswa yang sangat baik, taat, tetapi ketika terkait dengan perubahan iklim, itu sangat penting," katanya.

"Para pemuda di zaman kita cenderung terdorong ke satu sisi. Kita sering diam tetapi ketika menyangkut perubahan iklim kita harus membayar kesalahan generasi yang lebih tua."

Image caption Scarlet, salah satu penyelenggara, mengatakan mereka akan terus melakukan aksi sampai tuntutan mereka didengar

Scarlet, 15, dari Suffolk, adalah bagian dari Jaringan Iklim Pelajar Inggris. Dia berkata: "Kami ingin pemerintah Inggris mengumumkan keadaan darurat iklim dan melakukan langkah-langkah untuk mencapai keadilan iklim, memprioritaskan ini di atas segalanya.

"Kami menuntut pemerintah mendengarkan kami dan kami akan terus melakukan aksi sampai mereka melakukannya.

"Ini bukan tentang perubahan perilaku lagi; itu harus tentang perubahan sistem."

Image caption Ibu Hannah Jane yang berusia sebelas tahun menulis surat kepada kepala sekolah yang meminta izin untuk memberi putrinya hari libur
Hak atas foto PA
Image caption Spanduk memenuhi Lapangan Parlemen London

Di tempat kejadian

Oleh reporter pendidikan BBC Judith Burns

Image caption Beberapa dari mereka yang terlibat melakukan protes duduk

Para remaja mengacungkan poster-poster berwarna cerah yang memadati Parlemen Square dengan nyanyian "selamatkan planet kita".

Banyak yang tertarik untuk menunjukkan bahwa generasi mereka yang akan dibiarkan mengambil potongan-potongan limbah dan polusi peradaban kita.

Mereka tidak merasa pemerintah mendengarkan peringatan para ilmuwan tentang perubahan iklim. Tanpa suara, protes seperti ini adalah satu-satunya pilihan mereka, kata mereka.

Beberapa naik ke patung tetapi dengan cepat diperintahkan turun oleh polisi.

Panitia telah merencanakan sesi revisi untuk menunjukkan bahwa para pemrotes mengambil pendidikan mereka dengan serius, tetapi tak lama setelah tengah hari, beberapa remaja duduk di persimpangan jalan, menghalangi lalu lintas.

Lagi-lagi mereka bergerak dengan cepat, dengan berjalan kaki ke Whitehall. Sebagian besar pengunjuk rasa meninggalkan alun-alun dan berbaris ke Downing Street.

Protes itu lucu, tetapi rencana penyelenggara telah diabaikan.

Pada sekitar 13:30 hanya tinggal segelintir demonstran dari beberapa ratus demonstran tetap tinggal, bertekad untuk mengusik ketertiban lalu lintas di luar Istana Westminster.

Kelompok-kelompok kecil melakukan protes duduk di persimpangan, di sekitar bus, memerintahkan para pengemudi untuk mematikan mesin dan memanjat lampu lalu lintas.

Ketika polisi membubarkan satu kelompok, kelompok lain akan terbentuk. Saya melihat seorang pemuda ditangkap karena menghalangi - tetapi dia mengatakan bahwa dia bukan siswa sekolah.

Image caption Beberapa menghentikan lalu lintas yang lewat di Parliament Square

Ratusan pendemo muda meneriakkan keadilan iklim di Cambridge. Salah satunya adalah Zachary yang berusia 10 tahun, yang hadir bersama ibunya.

Dia berkata: "Orang-orang hanya perlu mengubah cara mereka karena kita tidak ingin dunia seperti sekarang.

"Kami hanya ingin membuat orang menyadarinya. Kami membicarakannya di kelas kami, jadi kami datang saja."

Hak atas foto PA
Image caption Siswa di Cambridge berkumpul di luar kantor Dewan Wilayah Cambridgeshire
Hak atas foto Eddie Mitchell
Image caption Siswa berbaris menyusuri jalan-jalan di Brighton
Image caption Ivy, 9, mendapat izin dari ibunya untuk bergabung dengan siswa-siswa lain yang berdemo di Sheffield

Aksi demo juga diadakan di Belfast, Irlandia, di mana siswa bolos dari sekolah untuk menghadiri demonstrasi di Balai Kota.

Di Wales, ratusan murid sekolah dasar dan menengah turun ke Majelis Wales di Cardiff Bay.

Sementara itu di Skotlandia, para siswa mengadakan pemogokan selama satu jam di luar gerbang sekolah mereka.

Menteri Pertama Nicola Sturgeon mendukung anak-anak muda untuk mengambil bagian, dengan mengatakan itu adalah "alasan untuk optimisme di dunia yang sering kali gelap".

Scotland Yard mengatakan dua penangkapan dilakukan di London. Seorang lelaki berusia 19 tahun ditangkap karena menghalangi jalan raya sementara seorang remaja berusia 17 tahun ditangkap karena pelanggaran ketertiban umum.

Berita terkait