Jelang lawatan Mohammed bin Salman, Arab Saudi berjanji bantu atasi ketegangan India-Pakistan

Putra Mahkota Mohammed bin Salman atau MBS sedang melakukan lawatan ke Asia. Hak atas foto EPA
Image caption Putra Mahkota Mohammed bin Salman atau MBS melakukan lawatan ke Asia.

Arab Saudi menyatakan akan berusaha mengurangi ketegangan antara India dan Pakistan, menjelang kedatangan Putra Mahkota Mohammed bin Salman di Delhi.

Pangeran yang dikenal dengan nama MBS itu sedang mengunjungi Asia dan baru saja melawat ke Pakistan sebelum ke India pada Selasa (19/02).

Permusuhan antara Delhi dan Islamabad muncul kembali minggu lalu, setelah bom bunuh diri meledak di wilayah Kashmir yang dikuasai India yang menewaskan paling tidak 40 polisi paramiliter.

Selain dikuasai India, sebagian wilayah Kashmir lainnya dikuasai Pakistan. Baik India maupun Pakistan mengklaim seluruh Kashmir, yang penduduknya mayoritas Muslim, sebagai wilayahnya meskipun masing-masing hanya menguasai sebagian wilayah itu.

Kelompok militan di Pakistan, Jaish-e-Mohammad, mengatakan berada di belakang serangan itu.

Pakistan menyangkal berperan dalam pengeboman, tetapi India menuduh negara itu terlibat dan bersumpah akan mengasingkan negara tetangganya tersebut di dunia.

Ketika berbicara pada hari Senin (18/02) Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir mengatakan tujuan negara Arab Saudi adalah untuk "mencoba mengurangi ketegangan antara kedua negara dan melihat apakah terdapat jalan di masa depan untuk mengatasi perbedaan dengan damai."

Delhi menerapkan sejumlah kebijakan ekonomi terhadap Islamabad, termasuk mencabut status dagang Most Favoured Nation dan meningkatkan bea masuk sampai 200%.

Hak atas foto EPA
Image caption Serangan menimbulkan kesedihan mendalam dan juga kemarahan terhadap Pakistan.

Pada hari Selasa, menteri luar negeri Pakistan meminta PBB untuk membantu mengatasi permusuhan.

"Karena gentingnya keadaan, saya meminta perhatian pada memburuknya keadaan keamanan di kawasan kami karena ancaman penggunaan kekerasan terhadap Pakistan oleh India," demikian Menteri Luar Negeri Shah Mahmood Qureshi menulis kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dan menambahkan PBB "harus campur tangan untuk mengatasi ketegangan".

Suntikan dana US$20 miliar dari Saudi

Pakistan sedang menghadapi masalah keuangan dan lewat kunjungannya putra mahkota menjanjikan investasi yang sangat dibutuhkan senilai US$20 miliar atau Rp282 triliun.

Dengan cadangan dana yang tersisa hanya US$8 miliar atau Rp112 triliun, Perdana Menteri Imran Khan berusaha mencari bantuan dari negara sahabat untuk mengurangi paket penyelamatan yang negara itu kemungkinan perlukan dari Dana Moneter Internasional (IMF) dengan persyaratan ketat.

Negara tersebut berusaha mendapat bantuan ke-13 sejak akhir tahun 1980-an dan Arab Saudi sudah memberikan pinjaman senilai US$6 miliar atau Rp84 triliun.

Kesepakatan pembebasan tahanan

Setelah permintaan pribadi kepada Putra Mahkota, Arab Saudi juga mengatakan akan membebaskan sekitar 2.107 tahanan Pakistan sebagai bagian dari peningkatan hubungan baik.

Para tahanan kebanyakan adalah pekerja migran yang ditahan tanpa atau nyaris tanpa proses hukum - ini adalah masalah peka antara Islamabad dan Riyadh.

Banyak pekerja Pakistan bekerja dalam bidang konstruksi di Timur Tengah atau bekerja sebagai ART. Penghasilan mereka yang dikirim ke Pakistan sangatlah penting untuk ekonomi negara itu.

Islamabad memberikan penghargaan tertinggi untuk warga sipil, Order of Pakistan, kepada Pangeran Mohammed bin Salman. Penghargaan diberikan meskipun terdapat kecaman dunia terhadap Arab Saudi terkait dengan pembunuhan wartawan veteran Jamal Khashoggi, di konsulat Saudi di Turki tahun lalu.

Topik terkait

Berita terkait