KTT Trump-Kim di Hanoi: Semua yang perlu Anda ketahui

kim jong-un, trump, as, korut, ktt, vietnam Hak atas foto Getty Images
Image caption Presiden AS Donald Trump saat bertemu untuk pertama kali dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, di Singapura, 2018 lalu.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akan kembali bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Vietnam, Rabu (27/2).

Harapannya adalah kedua bekas musuh bebuyutan ini akan menghasilkan semacam kesepakatan terkait program senjata nuklir Korea Utara yang kontroversial.

Jika Anda ingin mengetahui apa yang akan terjadi minggu ini, berikut hal-hal yang mendasar.

Apa yang akan dibicarakan?

Hal yang sama dengan apa yang telah mereka bicarakan pada pertemuan bersejarah pertama bulan Juni 2018 lalu di Singapura: senjata nuklir.

Sebagian besar dunia menginginkan Korea Utara untuk menghapus senjata nuklirnya - proses yang biasanya disebut sebagai denuklirisasi.

Tetapi Korut selalu mengatakan tidak akan melakukannya sampai mereka merasa aman dari ancaman AS dan pihak-pihak lain.

Karena itulah Korut dikenai serangkaian sanksi yang menghambatnya berdagang atau berhubungan secara normal dengan dunia yang lebih luas.

Mereka menginginkan tindakan yang melonggarkan sanksi tersebut.

Apakah Korut sudah berjanji akan menghapus senjata nuklirnya?

Tidak, tidak sama sekali.

Ketika mereka bertemu tahun lalu, Trump dan Kim menandatangani Deklarasi Singapura yang sangat optimistis tetapi tidak rinci.

Mereka mengatakan mendukung perdamaian dan denuklirisasi, tetapi mereka tidak pernah menyatakan apa arti sebenarnya atau bagaimana akan diwujudkan.

Korut telah meledakkan situs percobaan nuklir - meskipun sebenarnya mereka tidak memerlukannya lagi selama negara itu mengetahui nuklirnya efektif - tetapi tidak terdapat indikasi Pyongyang melakukan hal lainnya untuk menghentikan pengembangan nuklir.

Pada kenyataannya, pejabat senior intelijen AS mengatakan Korut tidak pernah menghentikannya, karena mereka meyakini hal itu "penting bagi kelangsungan hidup rezim".

Dalam beberapa minggu terakhir, Trump sepertinya mengurangi ambisinya, dengan mengatakan dirinya sudah gembira selama Korut tidak lagi melakukan tes peluru kendali atau bom nuklir, yang merupakan status quo saat ini.

AS kemungkinan juga akan mendesak Korut untuk memberikan daftar lengkap seluruh teknologi nuklirnya - tetapi bahkan hal inipun mereka tidak pernah bersedia melakukannya.

Mengapa Korut tidak bisa memiliki senjata nuklir?

Bom nuklir adalah senjata paling kuat yang pernah dibuat. Terdapat sejumlah pengecualian, tetapi dunia sepakat sekarang seharusnya tidak ada negara nuklir baru. Korut telah melanggar hukum dan traktat internasional karena mengembangkan cadangan nuklirnya sendiri.

Selain ketakutan nyata bahwa negara itu suatu hari akan menggunakan senjata itu, Korut juga kemungkinan menjual teknologi ke negara lain, membuat kesalahan sehingga terjadi kecelakaan atau jika pemerintahannya hancur, nuklir akan dikuasai pihak yang tidak tepat.

Jika Korut diizinkan memiliki senjata nuklirnya, negara itu akan mendorong negara lain untuk melakukan hal yang sama.

Hak atas foto KCNA
Image caption Kim Jong-un menyaksikan tes peluru kendali pada bulan September 2017.

Apakah Korut sebuah ancaman nyata?

Ya, ada kemungkinan. Negara itu berulang kali mengatakan tidak takut menggunakan senjata nuklir atau konvensional jika diancam.

Negara-negara yang paling mencemaskannya adalah para tetangganya - Korea Selatan dan Jepang.

AS menempatkan puluhan ribu tentara di kedua negara itu. Tetapi Korut juga menyatakan memiliki peluru kendali yang cukup kuat untuk mencapai daratan AS.

Juga terjadi peningkatan ancaman keamanan siber dari Korut dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagian besar pengamat sepakat jika Korut memulai konflik maka itu akan sama saja dengan membunuh diri.

Hak atas foto Getty Images

Apakah AS dan Korut sedang berperang?

Secara teknis, ya. Perang Korea berakhir dengan penghentian resmi perang - sebuah gencatan senjata - tetapi traktat perdamaian tidak pernah ditandatangani.

Berdasarkan pakta pasca-perang, AS masih memiliki lebih dari 23.000 anggota militer di Korea Selatan dan melakukan latihan secara teratur dengan pasukan Korsel.

Salah satu hasil KTT kemungkinan adalah semacam deklarasi perdamaian, sesuatu yang memang diinginkan Kim.

Itu tidak akan menjadi traktat perdamaian resmi - karena itu adalah sebuah proses politik yang rumit dengan pengaruh praktis yang besar - tetapi tindakan yang lebih simbolis yang akan membuat kedua pemimpin terlihat baik di dalam negerinya.

Hak atas foto Getty Images

Mengapa di Vietnam?

Sebagai sebuah negara komunis Vietnam memiliki kesamaan politik dengan Korut, di samping juga pernah mengalami konflik dengan AS.

Negara ini dipandang menjadi model yang dapat diikuti Korut jika ingin keluar dari keterasingan.

Kim akan meluangkan waktu untuk melihat industri dan perdagangan di Vietnam. Jika dia mencapai kesepakatan dengan AS, membalikkan propaganda anti-AS puluhan tahun, dia perlu meyakinkan kelompok elit Korut bahwa mereka akan diuntungkan.

Kim juga tidak perlu mengkhawatirkan protes - karena Vietnam tidak mengizinkan demonstrasi - dan wartawan yang meliput KTT akan sangat diawasi.

Seperti apa keadaan Korut?

Pemerintahannya adalah salah satu yang paling kejam di dunia, yang sangat mengontrol kehidupan rakyatnya. World Food Programme meyakini terdapat lebih dari 10 juta orang yang kekurangan gizi disana.

Bagi elite politik dan perkotaan, kehidupan jauh lebih baik dalam beberapa tahun terakhir meskipun sanksi diterapkan, tetapi pengamat hak asasi manusia mengatakan tidak banyak yang berubah, meskipun Korut telah meningkatkan hubungan diplomatik.

HAM hampir pasti tidak akan dibicarakan pada KTT Trump-Kim, tetapi mereka kemungkinan akan mendiskusikan kesepakatan yang memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan atau membiarkan keluarga yang terpisah sejak perang bertemu kembali.

Hak atas foto SPL

Mengapa Korut tidak memiliki listrik?

Ini adalah pertanyaan yang paling banyak dicari di Google - karena foto satelit seperti ini. Daerah gelap di tengah adalah Korea Utara, di antara Cina, Korsel dan Jepang.

Jawabannya adalah Korut tidak memiliki pasokan listrik yang luas dan dapat diandalkan.

Pembangkit listrik dan bendungan pembangkit air sudah tua dan mengalami kelangkaan bahan bakar dan suku cadang. Pasokan listrik diprioritaskan untuk kepentingan militer dan resmi.

Di luar perkotaan, banyak orang bergantung kepada generator yang mahal dan berisik, meskipun demikian menurut NK News, panel matahari - yang murah dan dapat diandalkan - menjadi semakin banyak digunakan untuk kepentingan rumah tangga.

Apakah AS akan pernah menyerang Korut?

Hal ini sering ditanyakan di internet, terkait dengan cerita ancaman dari Korut.

Secara teoritis, ya bsa saja, tetapi hanya sedikit pengamat yang mengatakan ini adalah sebuah ide yang baik.

Pertama terdapat masalah etika - terdapat 25 juta orang di Korut - sebagian besar adalah korban pemerintah, mereka bukanlah yang menimbulkan masalah.

Menyingkirkan Kim dan para pemimpin senior akan berisiko menciptakan ketidakstabilan di negara yang rapuh dan miskin - yang akan menyebabkan masalah pengungsi. Ini sangat ingin dihindari para negara tetangga karena akan membuat kawasan tidak stabil.

Dan Korut memiliki senjata nuklir, kimia dan biologis, disamping militer yang siap berperang. Kecuali dilumpuhkan seketika, semuanya akan menyerang balik, meskipun hanya untuk waktu terbatas.

Berita terkait