Boeing 737 Max: Amerika Serikat menolak terapkan larangan terbang

Boeing 737 Max Hak atas foto Reuters
Image caption Pesawat Boeing 737 Max yang dioperasikan oleh maskapai ASm American Airlines.

Badan penerbangan sipil Amerika Serikat (FAA) mengatakan tidak akan menerapkan larangan terbang bagi pesawat Boeing 737 Max meski otorita penerbangan di banyak negara, termasuk Indonesia, memutuskan untuk memberlakukan larangan sementara, menyusul jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.

FAA menyatakaan kajian yang dilakukan "tidak menunjukkan adanya masalah kinerja" dengan Boeing 737 Max.

Pesawat jenis ini yang dioperasikan Ethiopian Airlines jatuh hari Minggu (10/03) menewaskan 157 orang yang berada di dalam pesawat.

Ini adalah kecelakaan fatal kedua setelah pesawat jenis ini milik Lion Air jatuh di Laut Jawa pada akhir Oktober 2018 menewaskan 189 orang.

Hak atas foto Reuters
Image caption Makin banyak negara yang melarang untuk sementara pesawat Boeing 737 Max 8.

Selain Indonesia, yang melarang pengoperasian pesawat jenis ini antara lain adalah Hong Kong, Vietnam, Selandia Baru, Inggris, Cina, Uni Eropa, Uni Emirat Arab, Oman, Afrika Selatan, Maroko, Singapura dan Australia.

Anggota Senat AS Ted Cruz, Edward Markey dan Richard Blumenthal sebelumnya mendesak FAA untuk menerapkan pelarangan secara sementara.

Mereka mengatakan "langkah ini sebaiknya diambil sampai ada kepastian bahwa pesawat benar-benar aman".

Bakal calon presiden dari Demokrat, Elizabeth Warren, mengatakan FAA mestinya FAA "mengikuti langkah negara-negara lain untuk segera menghentikan secara sementara penggunaan pesawat (Boeing 737 Max)".

Apa itu Boeing 737 Max?

Boeing 737 Max diklaim sebagai seri paling laris dari model 737. Varian pesawat mencakup model Max 7, 8, 9, dan 10.

Pada akhir Januari 2019, Boeing sudah mengirim tak kurang dari 380 pesawat model Max 8 dari 5.011 pesanan yang mereka terima. Terdapat pula model Max 9 yang dioperasikan maskapai, namun jumlahnya tidak banyak.

Model Max 7 dan 10 belum dikirim ke pemesan dan menurut rencana akan akan diluncurkan dalam beberapa tahun ke depan.

Max 8 yang jatuh hari Minggu adalah satu dari 30 pesawat yang dipesan Ethiopian Airlines, sebagai bagian dari rencana ekspansi mereka.

Maskapai tersebut mengatakan, 737 Max 8 yang jatuh "menjalani pemeriksaan pertama secara ketat" pada 4 Februari.

Berita terkait