Greta Thunberg, remaja 16 tahun yang dinominasikan raih Nobel Perdamaian

Swedish climate activist Greta Thunberg speaks on stage during a demonstration of students calling for climate protection on 1 March 2019 in front of the city hall in Hamburg, Germany Hak atas foto AFP
Image caption Remaja ini secara teratur melakukan pemogokan sekolah demi perubahan iklim di Swedia dan di tempat lain

Greta Thunberg, siswi Swedia yang telah menginspirasi gerakan internasional untuk melawan perubahan iklim, telah dinominasikan sebagai kandidat untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini.

Jika dia menang, dia akan menjadi peraih Nobel Perdamaian termuda, mengungguli Malala Yousafzai yang berusia 17 tahun ketika dia menerima penghargaan itu.

Dia dicalonkan oleh tiga anggota parlemen Norwegia.

"Kami telah mengusulkan Greta Thunberg karena jika kami tidak melakukan apa pun untuk menghentikan perubahan iklim, itu akan menjadi penyebab perang, konflik, dan pengungsi," kata anggota parlemen Sosialis Norwegia Freddy Andre Ovstegard kepada kantor berita AFP.

"Greta Thunberg telah meluncurkan gerakan massa yang saya lihat sebagai kontribusi besar bagi perdamaian," tambahnya.

Merespon pencalonannya, Thunber mencuit bahwa dia "merasa terhormat" untuk dimasukkan dalam nominasi Nobel Perdamaian.

Siapakah Greta Thunberg?

Remaja Swedia - yang di laman profil Twitter-nya mendeskripsikan dirinya sebagai "seorang aktivis iklim berusia 16 tahun dengan Asperger [sindrom]" - pertama kali melakukan pemogokan sekolah untuk perubahan iklim di depan parlemen Swedia pada Agustus tahun lalu.

Sejak itu, dia telah kehilangan banyak pelajaran pada hari Jumat demi menggelar aksi protes regulernya.

Dia terus mendapatkan perhatian internasional setelah berbicara di Pembicaraan Iklim PBB di Polandia pada bulan Desember dan di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada bulan Januari.

" Tentang perubahan iklim, kita harus mengakui bahwa kita telah gagal ," katanya kepada para pemimpin ekonomi global di Davos.

Aksinya ini menginspirasi pelajar di seluruh dunia. Setiap hari Jumat, ribuan anak sekolah melakukan aksi melawan perubahan iklim di lebih dari 100 negara di dunia.

Hak atas foto AFP/Getty
Image caption Aksi mogok sekolah ini kemudian diberi nama gerakan Fridays For The Future

Aksi mogok sekolah ini kemudian diberi nama gerakan Fridays For The Future dan dikenal dengan tagar #FridaysForFuture di media sosial.

Sejauh ini, pemogokan reguler terjadi di seluruh dunia, termasuk di negara-negara seperti Jerman, Belgia, Inggris, Prancis, Australia dan Jepang.

Lantas, bagaimana Hadiah Nobel Perdamaian dinominasikan dan dipilih?

Politisi nasional, pejabat internasional, akademisi, dan pemenang sebelumnya adalah di antara mereka yang dapat mencalonkan calon penerima.

Hadiah diumumkan pada bulan Oktober dan diberikan pada bulan Desember di ibukota Norwegia, Oslo.

Ada 301 kandidat untuk Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun ini, 223 di antaranya adalah individu dan 78 adalah organisasi, kata komite Nobel di situs webnya.

Berita terkait