Israel gempur Jalur Gaza, sasar kantor pemimpin Hamas

gaza, israel Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Bola api tercipta di Gaza setelah militer Israel mengklaim telah melancarkan serangan udara.

Militer Israel meluncurkan serangan udara di Jalur Gaza sebagai balasan atas serangan roket pada hari Senin (25/3) yang mencederai tujuh penduduk di sebelah utara Tel Aviv.

Dalam cuitannya, militer Israel mengatakan para target yang disasar meliputi markas intelijen militer Hamas serta gedung kantor pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh. Gedung itu diklaim telah hancur, namun Ismail Haniyeh sendiri diyakini tidak sedang berada di dalamnya.

Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan sebanyak tujuh orang cedera dalam serangan udara tersebut.

Sebelumnya, militer Israel menyalahkan Hamas sebagai penguasa Gaza atas peluncuran roket yang menghantam rumah warga Israel yang mencederai tujuh orang.

Roket mendarat di komunitas Mishmeret, 20 km ke arah utara dari kota Tel Aviv. Jangkauan roket dari Palestina itu tercatat yang paling jauh masuk ke wilayah Israel sejak konflik tahun 2014 dengan kelompok militan di Gaza.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Israel mengklaim melancarkan gempuran ke sejumlah sasaran, termasuk kantor pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh.

Melihat perkembangan tersebut, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mempersingkat kunjungannya di Amerika Serikat dan berjanji untuk membalas serangan.

"Israel tidak akan menolerir ini, saya tidak akan menolerir ini," kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di sela-sela kunjungannya ke Washington DC.

"Israel merespons agresi keji ini dengan kuat," tambahnya.

Pernyataan perdana menteri disampaikan di tengah tuduhan dari kubu lawan menjelang pemilihan bahwa Netanyahu menunjukkan kelemahan dalam menghadapi ancaman keamanan.

Apa komentar Hamas?

Pada Senin (25/3) pukul 22.00 waktu setempat (26 Maret, pukul 03.00 WIB), para pejabat Hamas mengatakan kepada sejumlah kantor berita bahwa kesepakatan gencata senjata telah tercapai dengan bantuan Mesir sebagai penengah.

Israel tidak mengomentari klaim Hamas. Masih pada Senin malam, militer Israel merilis cuitan yang menyebutkan "lusinan roket" telah ditembakkan ke Israel.

Para pejabat Israel menambahkan, sistem penangkal rudal bernama Perisai Besi telah berhasil menembak jatuh sejumlah roket dan sebagian besar di antaranya jatuh di lapangan terbuka.

Sebuah rumah di Kota Sderot, Israel bagian selatan, rusak namun tidak tiada korban cedera yang dilaporkan.

Hak atas foto Reuters
Image caption Seorang petugas kepolisian memeriksa rumah yang hancur karena dihantam roket di dekat Tel Aviv.

Bagaimana serangan terjadi?

Militer Israel mengatakan roket yang menghantam rumah di Mishmeret tersebut diluncurkan dari Rafah, Jalur Gaza selatan, yang berjarak sekitar 120 km dari lokasi jatuhnya roket.

Ledakan yang ditimbulkan oleh roket menghancurkan rumah dan membuatnya terbakar.

Layanan ambulans Israel, Magen David Adom, mengatakan telah merawat dua perempuan yang mengalami luka sedang dan lima orang lainnya, termasuk seorang bayi, bocah laki-laki berusia tiga tahun dan seorang anak perempuan berusia 12 tahun, yang mengalami luka ringan.

Rumah itu adalah milik Robert dan Susan Wolf, dua warga Israel yang juga memegang kewarganegaraan Inggris. Mereka berasal dari London.

Hak atas foto Reuters
Image caption Sejumlah mobil yang diparkir di dekat rumah mengalami kerusakan karena tertimpa material rumah setelah ledakan.

Kepada koran Daily Telegraph, Wolf menuturkan ia berada di rumah bersama istri, putra, menantu dan cucu-cucu ketika roket menghantam.

"Seandainya kita tidak menyelamatkan diri ke tempat persembunyian tepat waktunya, maka saya akan memakamkan semua anggota keluarga saya," tuturnya.

Ledakan juga mengakibatkan kerusakan di setidaknya satu rumah tetangga dan sejumlah kendaraan.

Siapa yang berada di balik serangan?

Juru bicara militer Israel Mayor Mika Lifshitz menuduh Hamas, yang telah berperang tiga kali melawan Israel sejak 2008, bertanggung jawab atas serangan roket.

"Ini adalah roket Hamas, dibuat sendiri oleh Hamas," kata Lifshitz.

"Roket mempunyai daya jangkau lebih dari 120 km."

"Kami menganggap Hamas bertanggungjawab atas semua yang terjadi di Jalur Gaza," tambahnya.

Lifshitz juga mengatakan bahwa militer Israel mengerahkan dua brigade tambahan di wilayah sekitar Gaza.

Pihak berwenang Israel juga menutup pos lintas batas dengan Gaza di Kerem Shalom dan Erez, dan menutup jalan serta menghentikan sementara aktivitas pertanian di dekat pagar batas dengan Gaza.

Penundaan kegiatan pertanian itu, kata militer Israel, ditempuh untuk "meningkatkan kesiapan" bagi eskalasi setelah terjadi serangan roket.

Sekitar 10 hari lalu, dua roket diluncurkan ke arah Tel Aviv dan tak seorang pun luka. Militer Israel lantas membalasnya dengan puluhan serangan udara ke Gaza yang menyebabkan empat orang luka.

Baik pejabat Hamas maupun Israel kemudian mengatakan bahwa roket-roket itu diluncurkan "karena kesalahan".

Berita terkait