Mengapa Ethiopian Airlines tetap akan bekerja sama dengan Boeing?

Ethiopian Airlines Hak atas foto Getty Images
Image caption Puing-puing pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh.

Manajemen Ethiopian Airlines mengatakan mereka akan terus bekerjasama dengan Boeing, walaupun baru saja terjadi kecelakaan pesawat Boeing 737 Max milik maskapai itu dan Lion Air.

Pihak manajemen Ethiopian Airlines mengatakan mereka akan terus bekerjasama dengan Boeing, terlepas dari kecelakaan pesawat Boeing tipe 737 Max 8 yang menewaskan 157 orang, dua pekan lalu.

CEO Ethiopian Airlines, Tewolde Gebremariam, mengatakan : "Terlepas dari tragedi itu, Boeing dan Ethiopian Airlines akan terus berhubungan baik di masa depan."

Secara terpisah, Tewolde juga mengatakan sistem anti-stall berfungsi sebelum kecelakaan itu terjadi.

Fitur ini diduga menjadi masalah dalam kecelakaan Boeing 737 Max 8 lainnya.

Dalam pernyataannya, Tewolde mengatakan: "Biarkan saya menjelaskan: Ethiopian Airlines percaya pada Boeing. Mereka telah menjadi mitra kami selama bertahun-tahun."

Dia juga mengatakan bahwa lebih dari dua per tiga armadanya diproduksi oleh Boeing.

Ethiopian Airlines juga tengah memesan 25 pesawat 737 Max 8 tambahan, dan lima dari pesawat itu sudah mereka terima.

Hak atas foto JONATHAN DRUION
Image caption CEO Ethiopian Airlines Tewolde Gebremariam mengatakan : "Terlepas dari tragedi itu, Boeing dan Ethiopian Airlines akan terus berhubungan baik di masa depan."

Pekan lalu, Garuda Indonesia mengatakan bahwa mereka akan membatalkan pesanan 49 pesawat Boeing 737 Max 8 setelah mengatakan pelanggannya telah "kehilangan kepercayaan" pada pesawat jenis itu.

Boeing sebelumnya menerima 5.012 pesanan untuk 737 Max 8 dan 376 di antaranya telah dikirim sejauh ini.

Sekelompok tim ahli, termasuk orang-orang dari Kementerian Perhubungan Ethiopia, sedang memeriksa data dari kotak hitam yang ditemukan di lokasi kecelakaan di dekat Addis Ababa.

Ini adalah insiden fatal kedua yang melibatkan Boeing 737 Max dalam waktu kurang dari lima bulan setelah maskapai penerbangan Indonesia Lion Air jatuh pada bulan Oktober tahun lalu, menewaskan 189 orang.

Indonesia sudah memutuskan untuk tidak mengoperasikan seluruh pesawat 737 Max 8.

'Transparansi'

Sementara itu, Tewolde mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa sistem anti-stall di pesawat, yang dikenal sebagai MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System), yang akan secara otomatis menurunkan hidung pesawat jika pesawat mendekati atau sedang 'stall' (kehilangan daya angkat), tampaknya telah aktif sebelum jatuh.

Meskipun dia mengatakan tidak memiliki akses ke perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit dari penerbangan 302, dia mengatakan dia telah mendengarkan komunikasi antara kokpit dan menara kontrol di Addis Ababa.

Boeing sedang mempersiapkan perbaikan perangkat lunak untuk sistem ini - yang harus disetujui oleh Administrasi Penerbangan Federal AS - yang dirancang untuk menahan pesawat agar tidak terbang naik ke sudut yang terlalu tinggi, kondisi yang bisa menyebabkan pesawat itu kehilangan daya angkatnya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption CEO Ethiopian Airlines Tewolde GebreMariam

Pada kecelakaan Lion Air, diduga bahwa sistem itu mendorong hidung pesawat ke bawah beberapa kali sebelum jatuh.

Tewolde mengatakan ia berharap Boeing "lebih transparan" tentang MCAS, yang merupakan fitur baru pada pesawat Max, yang mulai terbang secara komersial pada tahun 2017.

Dia berkata: "Setelah Lion Air jatuh ... banyak yang harus dilakukan oleh pihak Boeing untuk mengungkapkan, dan membuat prosedur yang jelas, lebih jelas dari yang ditetapkan pada kami."

Boeing mengatakan akan mengadakan "sesi informasi" dengan pilot, operator dan regulator pada hari Rabu untuk membahas pembaruan perangkat lunak dan pelatihan untuk 737 Max.

Ada pula kabar bahwa investigasi awal berdasarkan data kotak hitam Ethiopian Airlines dapat dirilis minggu ini.

Berita terkait