Pemilu 2019: Media internasional sebut pilpres secara langsung yang terbesar di dunia

Pemilu 2019 Hak atas foto Antara
Image caption Pemilih lanjut usia di Aceh

Laporan media internasional tentang pemilihan umum di Indonesia 2019 antara lain menyebutkan sebagai pemilihan presiden terbesar di dunia.

Harian New York Times yang menyebut pemilu di Indonesia sebagai "the world's largest direct presidential election" atau pemilihan "presiden secara langsung terbesar di dunia".

Sementara CNN menyebut besarnya pemilu di Indonesia seraya mengutip laporan lembaga kajian Australia, Lowy Institute, yang menyebut pemilu di Indonesia merupakan "satu hari pemungutan suara paling rumit" yang pernah dilakukan.

Tantangan logistik penyelenggaraan pemilu menjadi perhatian CNN yang menggambarkan pengiriman kertas dan kotak suara harus dilakukan dengan cara tak biasa, seperti misalnya membawanya di atas kuda atau melintasi hutan belantara.

Hak atas foto Antara
Image caption Tempat pemungutan suara dengan tema Bhinneka Tunggal Ika

Selain menggambarkan persaingan antara dua calon presiden, CNN menutup laporan mereka tentang besarnya jumlah pemilih muda dan upaya para calon untuk mendekati mereka.

Sejauh ini dalam hitung cepat sejumlah lembaga survei yang terakreditasi, Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul sementara atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi, digambarkan CNN, menampilkan kambing peliharaan dan referensi ke serial TV Game of Thrones untuk meraih suara kaum muda, sementara Prabowo menggunakan isu pengangguran untuk menarik perhatian mereka.

Surat kabar Inggris The Guardian dalam edisi daring mereka menggambarkan besarnya pelaksanaan pemilu seraya mengingatkan pembaca mereka bahwa pemilu ini merupakan yang pertama yang menggabungkan antara pemilihan presiden dengan pemilihan anggota parlemen.

Namun menurut surat kabar ini, pemilu presiden telah mendominasi pembicaraan mengenai pemilihan umum 2019 ini.

Sementara itu Al Jazeera menurunkan laporan pemilu 2019 ini sebagai persaingan dua calon presiden dan wakil presiden dengan Jokowi-Maruf yang menggambarkan diri sebagai "progresif sekaligus relijius" dengan Prabowo yang pernah dikaitkan dengan "pelanggaran hak asasi manusia!.

Surat kabar Singapura The Strait Times membuat laporan langsung (live page) mereka sendiri mengenai pemilu di Indonesia, termasuk kumpulan berita foto mengenai pelaksanaan pemilu yang dianggap cukup unik.

Hak atas foto Antara
Image caption Suku Anak Dalam melihat contoh kertas suara

Kecil kemungkinan terjadi kejutan seperti Trump di Amerika

Media-media asing umumnya memuat perkiraan dari pengamat dan hasil polling menjelang pemungutan suara mengenai peluang Jokowi untuk memenangi lagi pemilu kali ini.

CNN menyebutkan kemungkinan besar Jokowi akan terpilih untuk kedua kalinya, sekalipun pesonanya sedikit meredup akibat ketidakmampuan meyelesaikan soal pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu.

Al Jazeera mengutip perkiraan dari hasil polling yang menyebut keunggulan Jokowi hingga 20 poin dalam pemilihan presiden, sekalipun menyebut juga prediksi pengamat bahwa hasilnya bisa lebih ketat daripada angka tersebut.

Hak atas foto Antara
Image caption Pemilih memakai kostum Gatotkaca dan Spider-man

Surat kabar Inggris the Guardian juga memperkirakan keunggulan Jokowi hingga dua digit.

Mengutip analis Kevin O'Rourke, Guardian menyebut kecil kemungkinan terjadi kejutan (upset) seperti halnya kemenangan Trump pada pemilu Amerika lalu.

Surat kabar Inggris lainnya, The Independent, menyebut hasil polling keunggulan Jokowi hingga 20% dan mereka mengutip pengamat dari Rajaratnam School of International Studies Singapura bahwa pendukung Prabowo cenderung menyembunyikan pilihan mereka.

The New York Times dengan mengutip pengamat asal Australia Marcus Meitzner juga menyebut kecil kemungkinan kejutan terjadi.

New York Times menyebut konperensi pers Prabowo yang dilakukan Selasa (16 April) saat yang dilakukan saat "para calon dilarang lagi berkampanye" di mana Prabowo menyampaikan perkiraan pihaknya akan unggul dengan angka sekitar 63%.