Arab Saudi bebaskan sementara empat aktivis perempuan

A protester in Paris calling for the release of detained Saudi women's rights activists Hak atas foto Reuters
Image caption Aksi protes menuntut pembebasan aktivis perempuan Arab Saudi sudah disuarakan pegiat HAM dan perempuan.

Empat aktivis hak-hak perempuan kembali dibebaskan sementara oleh pemerintah Arab Saudi, sehingga yang sudah dibebaskan total tujuh orang dalam dua bulan terakhir.

Organisasi hak asasi manusia Saudi yang berbasis di Inggris, ALQST, mengatakan Hatoon Al-Fassi, Amal Al-Harbi, Maysaa al-Manea, dan Abeer Namankani, telah dibebaskan semuanya.

Mereka adalah di antara 11 perempuan yang ditahan selama sekitar setahun atas tuduhan melanggar peraturan tentang kejahatan di dunia maya.

Sejauh ini pejabat Arab Saudi belum memberikan komentar.

Ketentuan tentang pembebasan ini dan kapan mereka kemungkinan bisa dipenjara kembali, tidaklah jelas.

Pemerintah Saudi dalam tekanan dunia internasional untuk membebaskan para perempuan yang ditangkap pada Mei tahun lalu sesaat sebelum pihak berwenang mencabut larangan mengemudi bagi perempuan.

Tiga aktivis perempuan lainnya, Eman al-Nafjan, Aziza al-Yousef dan Roqaya al-Mohareb sudah dibebaskan pada Maret lalu.

Mengapa mereka ditangkap?

Sebanyak 11 perempuan diadili pada Maret lalu. Ketika mereka ditahan pada 2018, Kejaksaan Saudi mengatakan mereka diduga merugikan kepentingan nasional.

Mereka dituduh telah melakukan kontak dengan jurnalis asing dan organisasi hak asasi manusia.

Beberapa perempuan yang tampil di pengadilan mengatakan mereka mengaku disetrum, dicambuk dan dilecehkan secara seksual di dalam penjara, tuduhan yang dibantah pihak berwenang Saudi.

Pada Maret lalu, 36 negara yang tergabung dalam Dewan Hak Asasi Manusia PBB secara bersama mengutuk pemerintah Arab Saudi atas penahanan kaum perempuan.

Ini merupakan teguran kolektif pertama atas negara kerajaan di kawasan Teluk itu sejak dewan tersebut dibentuk pada 2006.

Hak atas foto Reuters
Image caption Ketika mereka ditahan pada 2018, Kejaksaan Saudi mengatakan mereka diduga merugikan kepentingan nasional.

Ketika pembebasan sementara terhadap tiga aktivis perempuan pada Maret telah memicu harapan perubahan, sebulan kemudian Saudi menahan sejumlah aktivis lainnya - termasuk dua orang warga negara AS-Saudi dan seorang perempuan yang sedang mengandung.

Mereka yang ditahan itu disebut sebagai penulis yang intensif menuntut reformasi di negara itu.

Sejumlah laporan menyebutkan pelanggaran hak asasi manusia di Arab Saudi mengalami peningkatan sejak pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di kantor Konsulat Saudi di Istanbul, Oktober tahun lalu.

Hasil penyelidikan otoritas hukum Turki telah menyebut bahwa pembunuhan jurnalis senior itu mengarah kepada Pangeran Mohammed bin Salman.

Tetapi otoritas Saudi menyangkal dugaan keterlibatan Mohammed bin Salman dan mengklaim terbunuhnya Khashoggi akibat "tindakan kelewat batas" tim intelijen Saudi. Sebelas orang telah diadili pada Januari.

Penangkapan aktivis dan penulis Arab Saudi dipandang sebagai upaya membungkamkritik terhadap putra mahkota, yang menyebut dirinya sendiri telah melakukan upaya reformasi.

Topik terkait

Berita terkait