Huawei: Google batasi penggunaan Android, pabrikan asal China tetap sediakan pembaruan

Huawei Hak atas foto EPA
Image caption Google batasi kerja sama dengan Huawei untuk mematuhi aturan baru yang dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat.

Google memotong akses pabrikan telepon Huawei dari sejumlah pembaruan sistem operasi Android buatan mereka.

Gawai-gawai baru yang diproduksi perusahaan asal China itu juga akan kehilangan akses toko aplikasi Google (Google Play) dan perangkat lunak seperti Gmail.

Namun dalam komentar pertama menanggapi langkah respons, Huawei meyakinkan jutaan pelanggan global mereka bahwa Huawei tetap akan menyediakan pembaruan keamanan dan layanan purnajual.

"Fokus kami sekarang adalah meyakinkan dan mempertahankan layanan kami ke para pelanggan dan akan terus memberikan layanan kepada mereka," kata Jeremy Thompson, wakil presiden Huawei untuk Inggris kepada BBC.

"Kami akan tetap bekerja sama dengan Google, untuk menjamkin keamanan dan juga akan tetap bekerja sama dengan Google Play," katanya.

Huawei masih dapat menggunakan sistem operasi Android versi yang tersedia melalui lisensi sumber terbuka (Open Resource).

Google mengambil langkah membatasi kerja sama dengan Huawei untuk mematuhi peraturan baru yang dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat.

'Dampak besar'

Rabu lalu, pemerintahan Presiden AS Donald Trump menambahkan Huawei ke dalam "daftar entitas", memblokir penjualan maupun transfer teknologi Amerika tanpa lisensi.

"Sampai ada pernyataan yang jelas dari Google, sulit untuk berpekulasi tentang konsekuensinya," ujar Ben Wood, dari konsultan CCS Insight.

"Namun seandainya laporan Reuters akurat, hal itu akan berdampak besar terhadap bisnis konsumen Huawei."

Hak atas foto Chesnot/Getty Images

Sejumlah pemerintah di seluruh dunia telah memblokir perusahaan telekomunikasi untuk menggunakan perangkat Huawei dalam jaringan 5G generasi-berikutnya, dengan alasan masalah keamanan.

Sejauh ini, Inggris belum menerapkan larangan resmi.

"Huawei telah bekerja keras mengembangkan App Gallery buatan mereka sendiri dan aset perangkat lunak lainnya seperti halnya upaya mereka dalam mengembangkan solusi chipset. Ada sedikit keraguan bahwa semua upaya tersebut merupakan bagian dari hasrat mereka untuk mengontrol nasib mereka sendiri," ujar Wood.


Kerusakan jangka pendek bagi Huawei?

Oleh Leo Kelion, desk editor BBC Technology

Dalam jangka pendek, hal ini dapat sangat merusak Huawei di dunia barat.

Hak atas foto Getty Images

Konsumen telepon pintar tidak mau gawai Android yang memiliki kelemahan akses terhadap Play Store Google, asisten virtualnya ataupun pembaruan sistem keamanan, dengan asumsi bahwa layanan-layanan inilah yang akan ditarik Google dari Huawei.

Meski demikian, dalam jangka yang lebih panjang, hal ini mungkin justru memberi alasan bagi pabrikan telepon pintar secara umum untuk benar-benar mempertimbangkan perlunya suatu alternatif yang layak selain sistem operasi Google, terutama di kala perusahaan mesin pencari raksasa itu tengah giat mendorong merek Pixel mereka sendiri.

Sejauh menyangkut Huawei, tampaknya perusahaan itu telah bersiap atas kemungkinan diputus dari raksasa asal Amerika itu.

Gawai-gawai Huawei sendiri telah beroperasi menggunakan prosesor buatan mereka sendiri, dan pada awal tahun ini kepala perangkat konsumen perusahaan itu menyatakan kepada surat kabar Jerman Die Welt bahwa "kami telah mempersiapkan sistem operasi kami sendiri - itu adalah rencana B kami".

Misalpun demikian, langkah ini akan menghabisi ambisi mereka untuk benar-benar mengalahkan Samsung dan menjadi merek telepon pintar paling laku pada tahun 2020.

Berita terkait