Penembakan masjid Selandia Baru: 'Egg Boy', remaja Australia menyumbang hampir Rp1 miliar untuk korban

Will Connolly Hak atas foto EPA
Image caption Will Connolly mendapat banyak dukungan karena memecahkan telur di kepada senator sayap kanan Australia

Will Connolly, remaja Australia yang memecahkan telur di kepala seorang senator sayap kanan Australia mengatakan ia menerima donasi hampir sebesar Aus$100.000 (sekitar Rp995 juta) untuk diberikan kepada para penyintas penembakan Mesjid Christchurch di Selandia Baru.

Pada hari penembakan di Selandia Baru, Anning berkomentar bahwa migasi kaum Muslim patut disalahkan sebagai penyebab penembakan tersebut, dan komentar itu menimbulkan kemarahan publik.

Sehari sesudah pernyataan itu, Will Connolly, 17 tahun, menghampiri sang senator dari belakang saat sedang memberi pernyataan pers di Melbourne pada tanggal 16 Maret.

Connoly ditangkap dan tindakannya ini justru memicu donasi kepadanya untuk membayar biaya hukum untuk berjaga-jaga bila ia dituntut.

Kampanye pengumpulan dana daring yang dilakukan oleh Will Connolly, yang dijuluki sebagai "egg boy" dibuat untuk "membeli lebih banyak telur" serta untuk menutupi biaya bantuan hukum.

Polisi memutuskan untuk melepaskan Connolly dari segala tuntutan dan hanya memberi "pengingatan resmi" kepadanya. Sedangkan Anning juga dilepaskan dari tuntutan dan tindakannya memukul Connolly dinyatakan sebagai tindakan membela diri.

Pada hari Selasa (28/05), Connolly mengumumkan bahwa ia telah mentransfer "seluruh donasi" ke lembaga amal di Selandia Baru yang bertanggung jawab untuk pengumpulan dana secara resmi.

"Kepada para korban tragedi ini, saya sepenuh hati berharap hal ini bisa membuat Anda menjadi sedikit lebih terbantu," ujar Connolly.

Memecah telur yang mendapat pujian

Hak atas foto Reuters
Image caption Saat-saat Connolly memecahkan telur di kepala senator Australia saat memberi keterangan pers

Rekaman video ketika Connolly memecahkan telur di kepala Anning dan kericuhan lanjutannya menjadi viral di seluruh dunia.

Tampak di rekaman video itu, Anning mencoba membalas dengan tindakan fisik, sebelum pengikut-pengikutnya menghempaskan Connolly ke lantai.

Anning kemudian dilarang bicara oleh senat Australia akibat komentarnya tersebut.

Lima puluh satu orang menjadi korban penembakan tersebut, termasuk satu orang Indonesia.

Sekalipun aksi memecahkan telur ini mendapat pujian, tindakan ini juga memicu percakapan di Australia mengenai bentuk-bentuk protes politik.

Seorang pemrotes lain kurang mendapat simpati publik ketika ia melemparkan telur kepada Perdana Menteri Scott Morrison awal bulan ini.

Bulan Maret lalu Connolly menyatakan kepada jaringan TV Australia Ten, "Saya paham apa yang saya lakukan bukan hal yang tepat. Tapi bagaimanapun telur ini telah menyatukan banyak orang."


Korban penembakan di Mesjid Christchurch

Lima puluh satu orang meninggal dunia dalam penembakan di dua mesjid di Selandia Baru.


Anning menolak untuk meminta maaf untuk komentarnya, sekalipun ada petisi yang ditandatangani oleh lebih dari 1,4 juta orang yang memintanya mundur.

Ia gagal terpilih lagi pada pemilu Senat Australia yang dilakukan pada tanggal 18 Mei lalu.

Berita terkait