Lawatan Donald Trump ke Inggris: Sejumlah hal yang perlu diketahui dari pembicaraan hingga demonstrasi dan penolakan undangan

Donald Trump dan Theresa May Juni 2019
Image caption Konferensi pers Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan ibu negara Melania Trump sedang melakukan kunjungan kenegaraan di Inggris Raya selama tiga hari, 3 sampai 5 Juni 2019, dan pada Selasa (04/06) siang ia mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Inggris, Theresa May.

Sesudah pertemuan dengan Theresa May di Downing Street (04/06), dalam konferensi pers bersama, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Inggris merupakan "sekutu terbaik yang pernah diketahui dunia".

Theresa May menyatakan keduanya memiliki "hubungan sangat baik" yang "harus dibangun terus".

Ia juga menyatakan adanya pembicaraan terus terang mengenai perbedaan-perbedaan mereka termasuk dalam soal krisis iklim dan bisnis dengan Huawei.

Sementara itu Ketua Partai Buruh Jeremy Corbyn bergabung dengan pemrotes di Trafalgar Square dan dalam pidatonya ia menyatakan agar Trump "memikirkan perdamaian".

Hak atas foto Reuters
Image caption Donald Trump dan Theresa May menyelenggarakan pertemuan dengan pelaku bisnis hari Selasa (04/06) pagi.

Pada pertemuan pagi hari di St. James's Palace dengan pelaku bisnis, Trump menyatakan ia percaya adanya cakupan untuk memperluas hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Inggris.

"Menurut saya kita akan punya kesepakatan dagang yang amat sangat substansial," ujar Trump.

Selain pembicaraan resmi dengan Theresa May, berikut adalah beberapa hal terkait lawatan Donald Trump selama tiga hari di Inggris.

Hak atas foto AFP
Image caption Donald Trump adalah presiden Amerika Serikat ketiga yang melakukan kunjungan kenegaraan ke Inggris.

Apa itu kunjungan kenegaraan?

Kunjungan ini merupakan kunjungan resmi ke Inggris oleh kepala negara dan biasanya atas undangan ratu Inggris, yang bertindak atas nasehat dari pemerintah.

Peristiwa ini tak hanya seremonial, dan digunakan oleh pemerintah untuk memajukan kepentingan Inggris.

Biasanya Ratu Elizabeth menerima satu atau dua kepala negara per tahun, dan hingga kini telah menerima sebanyak 112 tamu sejak ia dinobatkan tahun 1952.

Hak atas foto Press Association
Image caption Hari pertama kunjungan Trump dipuncaki dengan jamuan makan malam kenegaraan di Buckingham Palace.

Situs web resmi Ratu dan Keluarga Kerajaan punya daftar seluruh kunjungan kenegaraan, dan rincian h jalannya upacara.

Biasanya tamu menginap di Buckingham Palace atau Windsor Castle, karena Buckingham Palace sedang direnovasi, maka presiden Amerika tidak tinggal di sana.

Trump adalah pesiden Amerika Serikat ketiga yang pernah melakukan kunjungan kenegaraan ke Inggris, sekalipun Ratu Elizabeth pernah bertemu hampir seluruh presiden Amerika Serikat yang sedang menjabat, baik di Inggris maupun di Amerika.

Hak atas foto Reuters
Image caption Makan malam kenegaraan diselenggarakan di Buckingham Palace.

Apa yang dilakukan dalam kunjungan?

Hari Senin (03/06) di hari pertamanya, Trump disambut dalam upacara yang dihadiri oleh Ratu Elizabeth, Pangeran Charles dan istrinya, Camilla yang bergelar Duchess of Cornwall, yang diselenggarakan di taman Buckingham Palace.

Sesudah sambutan selamat datang, Pengeran Harry menghadiri makan siang tertutup di istana.

Trump dan ibu negara kemudian mengunjungi Westminster Abbey dan bertemu dengan Pangeran Charles dan istrinya untuk minum teh di Clarence House.

Malamnya, jamuan makan malam diselenggarakan di bangsal istana, dihadiri oleh Trump, Ratu, Pangeran Charles beserta istri dan Pangeran William beserta istri, Kate Middleton. Tokoh-tokoh masyarakat terkemuka Inggris dan Amerika juga ikut dalam jamuan ini.

Hak atas foto PA
Image caption Theresa May adalah salah satu tamu dalam jamuan makan malam kenegaraan itu.

Hari Selasa (04/06) Trump dan Perdana Menteri Theresa May menjadi ruan rumah untuk pertemuan sambil sarapan di St. James's Palace.

Pertemuan ini dimaksudkan untuk pelaku bisnis, dihadiri oleh orang-orang seperti presiden direktur bank Barclays Jes Staley, presiden direktur GlaxoSmithKline Emma Walmsley, dan pemimpin perusahaan energi National Grid, John Pettigrew.

Kemudian Trump mengunjungi Downing Street untuk bertemu dengan Theresa May. Mereka membicarakan tentang berbagai isu di mana terdapat perbedaan pendapat antara mereka, termasuk seperti krisis iklim dan perdebatan soal Huawei.

Theresa May sendiri dijadwalkan untuk mengundurkan diri dari posisi perdana menteri pada hari Jumat (07/06).

Hak atas foto Getty Images

Hari Selasa (04/06), ribuan orang diperkirakan bergabung dalam protes di seluruh Inggris untuk menentang Trump.

Pemimpin Partai Buruh Inggris, Jeremy Corbyn berpidato di depan demonstrasi di Trafalgar Square, London, di mana ia bergabung dengan para anggota partai politik lainnya, termasuk Partai Liberal Demokrat dan Partai Hijau.

Di malam hari, Trump menjamu makan malam di kediaman duta besar Amerika, dan Pangeran Charles dan Camilla hadir di sini mewakili Ratu Elizabeth.

Penutup kunjungan ini terjadi pada hari Rabu (05/06) di mana Trump dan Pangeran Charles menghadiri peringatan 75 tahun pendaratan pasukan sekutu di Eropa - yang dikenal dengan D-Day - yang dipusatkan di Portsmouth.

Tamu negara biasanya bicara di parlemen selagi kunjungan, tapi pimpinan parlemen John Bercow menyatakan ia tidak menerima permintaan dari Trump untuk melakukan hal itu.

Trump sempat menyatakan akan menemui anggota parlemen dari Partai Konservatif Boris Johnson dan pemimpin partai Brexit Party Nigel Farage dalam kunjungan. Mereka berdua digambarkan Trump sebagai "teman" dan "orang baik".

Hak atas foto Getty Images
Image caption Thousands gathered to protest against President Trump's policies when he visited the UK in 2018

Mengapa kunjungan ini kontroversial?

Perdana menteri mengatakan kunjungan ini merupakan kesempatan bagi Amerika Serikat dan Inggris untuk mempererat "hubungan yang sudah dekat".

Pembicaraan meliputi hal seperti perdagangan, investasi, keamanan dan pertahanan.

Namun sosok kontroversial Trump mengundang tantangan bagi kunjungan ini.

Kebijakan Trump seperti perintah untuk membatasi warga beberapa negara untuk masuk Amerika hingga pembangunan pagar pembatas dengan Meksiko hingga keluar dari Perjanjian Paris telah mengundang kritik di dalam dan luar negeri.

Ketua Partai Buruh menolak menghadiri jamuan makan malam kenegaraan dan berkata presiden Trump dipenuhi "retorika rasis dan misoginis" sementara ketua Partai Liberal Demokrat Vince Cable juga menolak undangan itu.

Apa yang ia bawa serta?

Hak atas foto EPA
Image caption Rombongan kendaraan presiden Amerika Serikat.

Operasi keamanan kunjungan ini mencapai £18 juta (sekitar Rp324 miliar), dimaksudkan untuk membuat lingkaran tak tertembus bagi Trump.

Trump datang dengan pesawat kenegaraan Air Force One. Di dalam, Trump dan rombongan bisa menikmati sekitar 370 meter persegi ruangan tiga lantai, termasuk ruang pertemuan dan ruang makan serta fasilitas medis yang dilengkapi meja operasi.

Iring-iringan kendaraan termasuk dua limusin identik dijuluki The Beast serta berbagai kendaraan keamanan yang diterbangkan sebelum kedatangan Air Force One.

Pada tahun 2018, hampir 10.000 petugas Inggris dikerahkan untuk mengawal kunjungan Trump, dengan hampir seluruh kesatuan di Inggris mengirimkan staf untuk mendukung operasi ini.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Puluhan ribu orang berdemonstrasi menentang Trump dalam kunjungannya tahun 2018.

Apa yang terjadi pada kunjungan ke Inggris tahun 2018?

Selain berbincang dengan Theresa May di kediamannya dan minum teh dengan Ratu di Windsor Castle, kunjungannya ditandai dengan banyak demonstrasi.

Puluhan ribu orang ketika itu berkumpul di pusat kota London untuk memprotesnya.

Balon sebesar enam meter yang dijuluki "Trump baby" - menggambarkan bayi Trump memakai popok bayi - diterbangkan di luar gedung parlemen.

Di lapangan golf milik Trump di Turnberry, Ayrshire, seorang pemrotes terbang dengan paralayang di atas hotel selagi Trump sedang bermain golf.

Apakah makin banyak protes?

Para pegiat mengaku mereka mengerahkan "sejumlah besar"demonstran untuk menentang kedatangan Trump.

Pada hari Senin, organisasi pegiat hak asasi manusia Amnesty International memajang spanduk di jembatan Vauxhall menghadap Kedutaan Besar Amerika Serikat, bertuliskan "Lawan seksisme", "Lawan rasisme", "Lawan kebancian", "Lawan kekejaman" dan "Lawan Trump".

Hak atas foto AFP
Image caption Kain rentang dipasang kelompok pegiat di jembatan Vauxhall, London, menghadap ke Kedubes AS.

Sebuah "demonstrasi nasional" di Trafalgar Square di London dimulai pukul 11 waktu setempat, dan protes juga terjadi di Birmingham, Stoke, Sheffield, Glasgow, Edinburgh, Chester, Leicester, Oxford dan Exeter.

Berita terkait