Australia setujui proyek tambang batu bara kontroversial ke perusahaan India, Adani

Protes melawan tambang batu bara Adani Hak atas foto EPA
Image caption Rencana tambang Adani ini mendapat protes keras di seluruh Australia.

Australia telah memberi persetujuan akhir untuk memulai pembangunan tambang batu bara kontroversial kepada perusahaan asal India, Adani.

Tambang yang berlokasi di Galilee Basin di Queensland ini selama bertahun-tahun telah mengalami penundaan guna mendapat persetujuan dari aspek lingkungan.

Namun hari Kamis (13/06), pemerintah memberikan lampu hijau setelah sebelumnya pemerintah negara bagian juga menyetujuinya.

Para pengkritik proyek ini menyatakan dampak proyek ini masih belum jelas. Persetujuan ini bisa menjadi jalan rintisan bagi enam proyek sejenis di kawasan tersebut.

Pembangunan tambang ini bisa dimulai dalam beberapa hari ke depan, tetapi Adani harus menunggu persetujuan tambahan sebelum memulai penambangan batu bara di sana, serta memasarkannya ke India dan negara-negara lain di Asia.

Latar belakang

Rencana bagi proyek yang dikenal dengan nama tambang Carmichael ini dimulai dari proposal yang diajukan hampir sepuluh tahun lalu. Saat itu Adani menyatakan tambang ini akan jadi yang terbesar di dunia dan akan mempekerjakan 10.000 orang.

Namun skala tambang ini diperkecil dan kini diperkirakan akan menciptakan "1.500 hingga 6.750 lapangan kerja secara tidak langsung" menurut Adani.

Proyek tambang ini telah berulang kali menjadi sengketa bagi pihak yang anti dan mendukung pertambangan, memunculkan protes dan protes tandingan.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Adani berencana untuk menambang batu bara dan mengirimkan melalui pelabuhan di Abbot Point.

Proyek ini juga menjadi bahan debat serius di pemilihan umum Australia bulan lalu. Hasil pemilu memenangkan pendukung tambang, Scott Morrison, menjadi Perdana Menteri Australia.

Apa yang disetujui?

Pejabat negara mendukung rencana Adani untuk pengelolaan air tanah sesudah beberapa kali revisi agar bisa memenuhi persyaratan kelestarian lingkungan hidup.

Negara juga baru-baru ini menyetujui rencana terpisah untuk melindungi burung kutilang leher hitam, spesies burung yang terancam punah, yang hidup di kawasan itu.

Menteri Lingkungan Hidup negara bagian Queensland Leeanne Enoch mengatakan bahwa persetujuan itu telah melalui proses yang "sangat teliti".

Dalam pernyataannya, direktur eksekutif Adani Australia Lucas Dow mengatakan perusahaannya tetap berkomitmen mewujudkan "persyaratan kelestarian lingkungan yang ketat".

Pekerjaan pembangunan akan "meningkat terus selama beberapa minggu ke depan," tambahnya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sekalipun mendapat tentangan keras, ada pihak - seperti demonstrasi ini - yang mendukung tambang itu dengan alasan peningkatan ekonomi di kawasan.

Australian Broadcasting Corporation melaporkan, dengan izin ini, Adani bisa menambang sebanyak 60 juta ton batu bara panas (thermal coal) setiap tahun tetapi mereka awalnya akan memproduksi sekitar 27,5 juta ton.

Kritik terhadap proyek ini

Pegiat lingkungan mengkhawatirkan proyek ini akan membuka jalan bagi enam proyek sejenis untuk dikerjakan di kawasan ini, yang berlokasi sekitar 400km di daratan Australia, diukur dari pantai timur.

Lokasi tambang Carmichael sendiri merupakan tanah gersang tetapi pihak pengkritik mengatakan aktivitas tambang di sana akan merugikan terhadap ekosistem yang rapuh di dekat kawasan karang raksasa, Great Barrier Reef.

"Sebagai penjaga dari ekosistem karang raksasa terbesar di dunia, Queensland dan Australia harus memimpin dengan contoh dan memperlihatkan ada masa depan yang lebih baik ketimbang batu bara," kata Shani Tager, juru bicara Australian Marine Conservation Society.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Climate change: How 1.5C could change the world

"Yang terjadi, mereka malah menyetujui proyek bahan bakar fosil yang akan memberi tekanan terhadap karang raksasa."

Di bawah Persetujuan Paris Australia setuju untuk memangkas emisi sampai 26% pada tahun 2030.

Namun hingga kini t PBB telah memberi peringatan kepada Australia mereka tidak berada dalam jalur yang benar dengan komitmen tersebut .

Topik terkait

Berita terkait