Unjuk rasa Hong Kong: Skala demonstrasi menentang RUU Ekstradisi dalam rangkaian foto

Pihak penyelenggara unjuk rasa di Hong Kong mengklaim demonstrasi diikuti oleh dua juta orang, kumpulan massa terbesar yang menentang RUU Ekstradisi.

Namun, bagaimana demonstrasi terlihat di lapangan?

Kami merangkai berbagai foto yang diabadikan dalam jeda waktu sempit guna menunjukkan besaran kumpulan orang dalam demonstrasi di Hong Kong, pada Minggu (16/06).

Angka-angka pada foto-foto di bawah ini merujuk pada lokasi pada peta di atas. Rangkaian foto ini diabadikan selagi kerumunan massa mengular di Hong Kong.

Victoria Park - titik tolak

This sweeping panorama of Hong Kong, overlooking Victoria park, shows hundreds if not thousands of people staged for the march in the morning or early afternoon. Hak atas foto Getty Images

Foto ini diabadikan di Victoria Park, sesaat sebelum pawai dimulai pada pukul 14.30 waktu setempat. Massa terus berdatangan selama beberapa jam ke depan sehingga stasiun kereta melampaui kapasitas dan orang-orang tidak bisa menjangkau kota.

Perlu waktu selama beberapa jam sampai Victoria Park sepi. Meski demikian, lebih dari empat jam kemudian, masih ada puluhan orang yang meninggalkan kawasan itu untuk bergabung dengan ekor pawai.

Paterson Street

The street can no longer be seen beneath the heaving crowd in this shot of a light rail station, the ring and arches of its architecture visible above them Hak atas foto EPA

Foto ini menampilkan kerumunan massa di stasiun kereta LRT, Paterson Street . Massa yang berdatangan dari Victoria Park memadati Yee Wo Street sampai Hennessy Road, rute utama pawai.

Sogo, Hennessy Road

The Sogo deparment store, left, can be seen amid the huge crowd as the road parts in a V shape behind them Hak atas foto AFP

Pusat perbelanjaan Sogo di Causeway bay berada di persimpangan Yee Wo Street yang mempertemukan massa dari berbagai penjuru. Sebagian besar anggota polisi meninggalkan jalan-jalan yang berada paralel dengan jalan ini.

Hysan Place

This shot from a building rooftop shows a converging V-shaped junction at the corner of a building - and huge crowds stretching off in either direction, even off the main route Hak atas foto EPA

Hysan Place, yang dekat dengan Sogo, menunjukkan kerumunan massa membentang dari berbagai arah. Sesekali, karena jumlah massa sedemikian banyak, laju massa melambat dan terhenti. Foto ini diabadikan lebih dari dua jam setelah pawai dimulai—500 meter dari titik tolak.

Menengok ke belakang menuju Canal Road flyover

A woman stands on a rooftop taking a photo of the crowd below in this artistic composition Hak atas foto Getty Images

Bayangan Canal Road flyover dapat terlihat pada bagian atas foto, selagi pawai berlanjut di sepanjang rute utama.

Hennessy Road dekat Wan Chai

A narrow strip of green - presumably part of the light rail system - cuts the surging crowd in two in this aerial shot Hak atas foto Getty

Wan Chai, distrik komersial yang padat, adalah lokasi selanjutnya. Jalan ini biasanya menampung dua sampai tiga lajur kendaraan di kedua arah ditambah jalur LRT. Namun, pada Minggu (16/-6), lajur-lajur itu tidak tampak.

Admiralty - mengenang korban

A queue of people dressed in black lay flowers at this site on a busy Hong Kong street Hak atas foto Getty Images

Foto ini diabadikan pada pagi hari. Massa membentuk antrean panjang nan tertib di Pacific Place. Mereka meletakkan bunga di lokasi seorang demonstran meninggal dunia pada malam sebelumnya.

Orang itu jatuh dari perancah setelah memasang spanduk berisi kalimat penolakan terhadap RUU Ekstradisi.

Massa di kawasan tersebut, yang dikenal dengan Admiralty, belakangan bertambah padat selagi mereka berusaha mencapai kompleks kantor-kantor pemerintah.

Kompleks dewan legislatif - titik akhir pawai

A man in a yellow sun visor and wearing what looks like a gas mask looks at teh camera, while behind him a large crowd of Hak atas foto Reuters

Rombongan pertama yang mencapai gedung-gedung legislatif - yang merupakan titik akhir pawai - datang tak lama setelah pawai dimulai.

Namun, massa di belakang rombongan pertama perlu waktu berjam-jam untuk melangkah di jalan yang dipenuhi orang. Kerumunan massa masih berada di jalan-jalan pusat kota sampai malam

Foto-foto dilindungi hak cipta oleh masing-masing kantor berita.

Berita terkait