Iran tegaskan akan langgar batas maksimal cadangan uranium yang diperkaya

Iran Hak atas foto EPA
Image caption Badan tenaga atom Iran mengatakan mereka sudah meningkatkan produksi material tersebut dan pada 27 Juni dipastikan pembatasan kuota akan dilanggar.

Iran mengumumkan akan melanggar batasan jumlah maksimal cadangan uranium yang diperkaya, yang diterapkan setelah dicapai perjanjian internasional pada 2015.

Badan tenaga atom Iran mengatakan mereka sudah meningkatkan produksi material tersebut dan pada 27 Juni dipastikan pembatasan kuota akan dilanggar.

Uranium yang diperkaya dipakai untuk membuat bahan bakar reaktor, namun juga bisa dimanfaatkan untuk membuat senjata nuklir.

Meski demikian, badan tenaga atom Iran mengatakan "masih ada waktu bagi negara-negara Eropa untuk bertindak melindungi Iran dari sanksi Amerika Serikat yang kembali diberlakukan".

Inggris, Prancis, dan Jerman sudah memperingatkan Iran untuk tidak melenggar kesepakatan.

Ketiga negara ini mengatakan tidak akan ada pilihan lain selain kembali menerapkan sanksi yang dicabut ketika Iran setuju untuk membatasi program nuklir.

Perkembangan terjadi ketika ketegangan di kawasan makin serius.

Amerika Serikat menambah personel militer dan menuduh Iran berada di balik seragan yang menyebabkan dua kapal tanker minyak terbakar pada Kamis (13/04).

Teheran membantah tuduhan ini.

Iran mengeluh mereka terkena dampak dari keputusan Presiden Donald Trump yang membatalkan perjanjian tahun lalu. Langkah itu membuka jalan bagi Washington untuk menerapkan sanksi terhadap Iran.

Trump ingin merundingkan ulang kesepakatan dengan Iran.

Ia juga mendesak Iran mengurangi skala program rudal balistik dan mengakhiri "kegiatan-kegiatan yang mengganggu stabilitas" Timur Tengah.

Mengapa Iran meningkatkan pengayaan uranium?

Pada awal Mei, Trump meningkatkan tekanan terhadap Iran terkait dengan menghapus daftar pengecualian bagi sejumlah negara yang boleh membeli minyak dari Iran dengan tujuan mengurani pendapatan utama negara tersebut.

Presiden Iran, Hassan Rouhani, menanggapi tindakan Trump dengan mengurangi komitmen atas pelaksanaan kesepakatan nuklir.

Ini mencakup keputusan untuk tidak menaati pembatasan cadangan uranium dengan tingkat pengayaan rendah dan air berat, yang masih-masing dipatok pada 300 kilogram dan 130 ton.

Hak atas foto AFP
Image caption Iran mengatakan mungkin akan memulai mengayakan uranium dengan tingkat konsentrasi 5% hingga 20% sehingga bisa menyediakan bahan bakar untuk pembangkit listrik Busher dan bagi reaktor penelitian Iran.

Iran juga tidak bersedia mematuhi pembatasan tak boleh menjual surplus minyak ke luar negeri.

Rohani memberi waktu 60 hari bagi negara-negara Eropa untuk melindungi penjualan minyak Iran.

Jika tidak, katanya, Iran akan membekukan pembatasan pengayaan uranium dan memulai kembali desain ulang reaktor air berat di Arak, yang bahan bakarnya mengandung plutonium dan bisa dipakai untuk membuat bom.

Pada hari Senin (17/06), juru bicara badan tenaga atom Iran, Behrouz Kamalvandi, mengatakan "hitung mundur untuk menembus cadangan 300 kilogram uranium yang diperkaya telah dimulai".

"Dalam 10 hari ... pembatasan itu akan kami tembus," kata Kamalvandi.

Kamalvandi mengatakan Iran mungkin akan memulai mengayakan uranium dengan tingkat konsentrasi 5% hingga 20% sehingga bisa menyediakan bahan bakar untuk pembangkit listrik Busher dan bagi reaktor penelitian Iran.

Kesepakatan Iran dan sejumlah negara adalah tingkat pengayaan yang dibolehkan maksimal 3,67%.

Untuk bisa dipakai senjata standar militer, uranium harus diperkaya dengan konsentasi 90%.

Berita terkait