Dua 'mafia bawah tanah' Israel ditembak mati dalam serangan di pertokoan mewah Meksiko

Video serangan memperlihatkan para pengunjung menyelamatkan diri ke bawah meja. Hak atas foto AFP
Image caption Video serangan memperlihatkan para pengunjung menyelamatkan diri ke bawah meja.

Seorang perempuan berambut palsu berwarna pirang diduga melakukan serangan terhadap dua orang yang kemungkinan adalah dua anggota mafia Israel di sebuah rumah makan ramai di Kota Meksiko.

Alon Azulay, 41 tahun, dan Benjamin Yeshurun Sutchi, 44 tahun, ditembak mati pada hari Rabu (24/07) sementara para tamu restoran lainnya menyaksikannya.

Perempuan yang ditangkap saat berusaha melarikan diri itu mengatakan kepada polisi bahwa tindakannya dilakukan karena patah hati.

Tetapi polisi sekarang sedang menyelidiki apakah aksi tersebut sebenarnya karena "balas dendam" antar gang penjahat.

"Alasan patah hati hati telah dicabut," kata Ulises Lara, juru bicara kejaksaan di Mexico City, kepada wartawan hari Kamis.

"Kejadian kemarin membawa kita ke berbagai peristiwa pembalasan dendam antar kelompok penjahat."

Kedutaan besar Israel di Meksiko mengatakan dua pria tersebut terbukti melakukan kejahatan di Israel dan Meksiko. Sementara media Israel melaporkan Sutchi terkenal di antara dunia bawah tanah Israel.

Hak atas foto Reuters
Image caption Tentara dan polisi menjaga kendaraan forensik setelah penembakan di pusat perbelanjaan Plaza Artz Pedregal.

Patah hati?

Sejumlah sumber polisi mengatakan kepada Ynet bahwa mereka tidak meragukan ini adalah "pembunuhan" yang diperintahkan warga Israel lainnya.

Meskipun demikian perempuanb disebut bernama Esperanza N, 33 tahun, oleh media mengatakan kepada polisi bahwa dia menyerang mereka setelah hubungan percintaan yang dimulai di media sosial berakhir.

Dia ditangkap saat melarikan diri dari tempat kejadian, saat berusaha mengganti pakaian dan membuang kedoknya, demikan disampaikan sejumlah laporan setempat.

Polisi yang menyelidiki kemungkinan hubungan dengan perdagangan narkoba, penjualan senjata atau pencucian uang, juga mengatakan mereka meyakini perempuan tersebut paling tidak beraksi dengan bantuan tiga orang lainnya.

Seorang pria bersenjata diketahui menembak dan melukai seorang polisi di luar pusat perbelanjaan tempat serangan dilakukan.

CCTV

Rekaman video yang disiarkan televisi Meksiko memperlihatkan dua pria di luar rumah makan yang ramai menembak ke udara, membuat para pengunjung berusaha menyelamatkan diri dan memaksa polisi mundur.

Dua pria tersebut melarikan diri dengan menggunakan mobil sementara seorang polisi terluka, demikian dilaporkan kantor berita Prancis, AFP.

Kejadian aneh membuat sejumlah pihak berpikir bahwa ini hanyalah dilakukan agar polisi tidak memperhatikan dibunuhnya dua warga Israel oleh dua orang, termasuk oleh seorang perempuan.

Rekaman video lain memperlihatkan seseorang berpakaian minim di jalan dimana dirinya kemudian ditangkap.

Media setempat melaporkan perempuan itu sedang berusaha mengganti baju dan akan memasang rambut palsu saat diringkus polisi.

Hak atas foto EPA
Image caption Dua warga Israel dibunuh saat makan di sebuah restoran.

Pembunuhan meningkat

Pada tiga bulan pertama tahun 2019 terjadi peningkatan pembuhan di Meksiko sebesar 9,6% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018, demikian diisyaratakan angka resmi.

Laporan tersebut menyatakan sudah 8.493 orang dibunuh dari tanggal 1 Januari sampai 31 Maret,

Angka dari Sistem Nasional bagi Keamanan Masyarakat menunjukkan pada tahun 2018 terjadi tingkat pembunuhan tertinggi sejak Meksiko mulai membuat pencatatan.

Negara bagian dengan tingkat pembunuhan tertinggi sampai sejauh ini di tahun 2019 adalah Guanajuato, Meksiko tengah, dimana dua kartel narkoba - Jalisco New Generation dan Santa Rosa de Lima - bersaing untuk menjadi penguasa.

Topik terkait

Berita terkait