Kisah anak Suriah yang luka parah dan buta akibat serangan udara yang menghantam bus mereka

Jouma buta total saat bus yang ditumpangi terkena bom serangan udara di Suriah.
Image caption Jouma buta total saat bus yang ditumpangi terkena bom serangan udara di Suriah.

Seorang anak pengungsi Suriah mengalami buta total dan luka parah di wajahnya saat serangan udara menghantam bus yang mereka tumpangi ketika menyelamatkan diri.

Jouma dan keluarganya tengah menyelamatkan diri di Suriah Utara saat serangan udara terjadi.

Jendela bus pecah dan membuat wajahnya luka parah. Jari-jari kaki ayahnya hancur dan dia sering lupa setelah terkena pemboman itu.

Satu tahun kemudian, saat BBC menemuinya, Jouma dan keluarga masih trauma atas kejadian tersebut.

Jouma bersama orang tua dan kakak adiknya kini tinggal di Lebanon, di satu kamar kecil di Beirut.

Image caption Luka-luka yang dialami Jouma masih berdarah dengan serpihan kaca yang masih keluar.

Keluarga Kurdi ini berasal dari daerah pedesaan di Suriah Utara.

Mereka termasuk di antara jutaan orang yang terperangkap perang di Suriah.

Saat wartawan BBC Elouse Alanna, bertemu Jouma, ia melihat luka-luka yang dialaminya masih berdarah dengan serpihan kaca keluar dari kulitnya.

Seperti halnya anak seusianya, anak laki empat tahun ini, senang bermain. Ia bermain dengan anak lain dan naik turun tangga tanpa dibantu.

Jouma meraba muka orang untuk mengingat wajah dan sempat bermain dengan awak BBC sambil memegang mikrofon.

Image caption Jouma dan orang tuanya kini tinggal di Beirut, Lebanon.

Wartawan BBC, Elouse Alanna mengatakan, "Inilah salah satu akibat serangan udara, setelah satu tahun."

"Saat pertama saya bertemu Jouma, saya terkejut melihat wajahnya."

Anak laki kecil ini masih menjalani perawatan atas luka-lukanya namun mereka juga mengalami trauma, kata Alanna.

Image caption Jouma dan ayahnya yang hancur jari-jari kakinya dalam serangan udara itu.

Keluarga itu mengatakan mereka sering kesulitan tidur saat malam hari.

Alanna mengatakan, "Yang paling menyedihkan saya adalah bukan hanya luka-luka parah yang dia alami tapi dampak psikologis atas kejadian itu."

"Ayah Jouma sering lupa, mereka juga sulit tidur pada malam hari dan trauma ini akan mereka rasakan seumur hidup," tambahnya.

Berita terkait