Kisah pesan dalam botol yang selamatkan satu keluarga dari kematian

Lingkungan Hak atas foto CBS - Newspath video
Image caption Krystal Ramirez (kiri), Hunter Whitson (tengah) and Curtis Whitson (kanan), berfoto bersama regu penyelamat mereka.

Sebuah keluarga yang terjebak di bawah air terjun deras di Amerika Serikat dievakuasi regu penyelamat setelah botol berisi pesan darurat mereka terbawa arus sungai.

Curtis Whitson, pacar perempuannya, serta anak laki-lakinya yang berusia 13 tahun Juni lalu tengah bertualang di kawasan California.

Mereka berencana menyusuri Sungai Arroyo Seco melalui sebuah ngarai. Kala itu mereka sampai di ujung sebuah air terjun.

Mereka lalu menjulurkan tali untuk turun ke bawah air terjun. Rencananya, mereka hendak melanjutkan perjalanan menuju tempat berkemah.

Namun pada hari ketiga perjalanan, mereka terjebak di sebuah ngarai sempit di antara dinding-dinding setinggi 15 meter.

Kala itu, Whitson tak menemukan tali yang dia harapkan. Akibatnya, mereka tidak bisa menuruni air terjun itu atau keluar dari ngarai.

Kondisi itu diperburuk arus air terjun yang begitu deras.

"Saya lemas saat menyadari volume air begitu berbahaya untuk memungkinkan kami turun ke bawah," kata Whitson kepada CNN.

Saat itu tidak ada sinyal komunikasi. Whitson juga tidak melihat manusia di sekitar mereka.

Whitson lalu membuat sebuah rencana. Ia menulis pesan di atas kertas kwitansi yang digunakan pacarnya, Krystal Ramirez (34 tahun), untuk mencatat skor pertandingan.

"Kami terjebak di air terjun. Tolong selamatkan kami," begitu tulis pesan tersebut.

Whitson lalu memasukkan kertas itu ke dalam botol minuman berwarna hijau. Secara manual ia membuat ukiran bertuliskan 'help' di sisi samping botol.

Botol itu kemudian dilemparnya ke arus air terjun.

"Dengan satu lemparan keberuntungan, botol itu jatuh persis ke air terjun," ujarnya kepada CNN.

Hak atas foto Curtis Whitson
Image caption Pesan darurat yang ditulis Curtis Whitson.

Botol itu ditemukan dua pendaki sekitar 400 meter dari ujung air terjun. Para pendaki itulah yang disebut Whitson menyebarkan kabar darurat mereka.

Regu penyelamat menemukan Whitson; putranya, Curtis; dan Ramirez tanggal 15 Juni atau beberapa jam tak lama setelah dua pendaki menemukan botol itu.

"Mereka benar-benar kehabisan akal jika tidak ada yang menemukan pesan itu. Mereka mungkin sudah menunggu beberapa lama," kata Todd Brethour, polisi jalan tol California.

Whitson, pria asal Morro Bay, California yang sehari-hari bekerja sebagai tukang reparasi pintu dan kaca, berharap dapat berjumpa dengan dua pendaki yang menemukan botolnya.

"Sungguh mengejutkan bagaimana usaha saya berhasil," kata Whitson kepada Washington Post.

"Adakah keganjilan dari peristiwa itu? ujarnya.

Topik terkait

Berita terkait