Trump desak China melakukan investigasi 'korupsi politik' untuk calon saingannya dalam pilpres Joe Biden

Hunter Biden (kiri) dan ayahnya Wakil Presiden AS Joe Biden Hak atas foto Getty Images
Image caption Hunter Biden (kiri) dan ayahnya Wakil Presiden AS Joe Biden pada tanggal 22 April 2016 di Washington, DC.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tengah menghadapi pemakzulan di DPR karena mendesak Ukraina menyelidiki saingan politiknya Joe Biden, kini mendesak China melakukan hal yang sama.

Dia mengatakan China dan Ukraina seharusnya memeriksa Biden, bakal calon presiden terkuat dari Partai Demokrat untuk pemilihan presiden 2020, dan anak laki-lakinya.

"China seharusnya memulai penyelidikan terhadap keluarga Biden," kata Trump.

Pihak Demokrat menuduh Trump menggunakan bantuan militer sebagai cara untuk menekan Ukraina guna mendapatkan informasi negatif tentang Biden.

Biden membalas lewat cuitan, "Ide bahwa Donald Trump menyerang integritas siapapun adalah sebuah lelucon."

Pembicaraan telepon tanggal 25 Juli antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memicu seorang pembocor rahasia kelompok intelijen untuk mengadu dan menyebabkan dilakukannya penyelidikan pemakzulan oleh DPR.

Tetapi pada hari Kamis (03/10) Trump mengatakan penyelidikan, yang merupakan usaha kongres untuk menurunkannya, sebagai "sampah".

Image caption "Mereka seharusnya memulai penyelidikan besar-besaran terhadap keluarga Biden," kata Trump.

Apa tuduhan Trump?

Trump menuduh Biden dan anak laki-lakinya Hunter melakukan korupsi politik dan bisnis di Ukraina dan China, tanpa memberikan bukti spesifik.

Ketika Hunter Biden bergabung dengan perusahaan gas alam Ukraina, Burisma di tahun 2014, sejumlah pertanyaan muncul terkait dengan kemungkinan konflik kepentingan.

Ukraina mengalami transisi politik setelah presidennya yang mendukung Rusia dipaksa turun, sementara Joe Biden adalah wakil pemerintahan Obama untuk negara Eropa Timur.

Pada tahun 2016, Joe Biden mendesak pemerintah Ukraina untuk memberhentikan jaksa agungnya, Viktor Shokin. Kejaksaan yang dipimpinnya sedang menyelidiki pemilik Burisma.

Dalam sebuah pidato tahun lalu, Biden mengatakan dirinya telah memaksa pemberhentian Shokin dengan mengancam menghentikan sementara jaminan pinjaman miliaran dolar kepada Ukraina.

Trump dan pendukungnya menuduh Biden berusaha melindungi anak laki-lakinya. Meskipun demikian pejabat Barat lainnya dan penyandang dana utama pemerintah Ukraina juga meminta Shokin diberhentikan karena dianggap menghambat usaha mengatasi korupsi.

Minggu lalu, jaksa agung Ukraina yang menggantikan Shokin mengatakan kepada BBC bahwa tidak terdapat bukti kesalahan yang dilakukan Joe dan Hunter Biden.

Image caption "Jelas tidak ada," kata mantan jaksa agung Ukraina, Yuriy Lutsenko terkait dugaan Joe Biden melindungi Hunter karena Burisma.

Apa yang dikatakan Trump?

Ketika ditanyakan apa yang dimaksud Trump sebagai "pertolongan" dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky lewat pembicaraan telepon, dia mengatakan: "Saya pikir jika mereka jujur, mereka seharusnya memulai penyelidikan besar-besaran terhadap keluarga Biden. Ini adalah jawaban yang sangat sederhana.

"Mereka seharusnya menyelidiki keluarga Biden," katanya kepada para wartawan di halaman Gedung Putih.

"Demikian juga China seharusnya memulai penyelidikan terhadap keluarga Biden karena yang terjadi di China hampir sama buruknya dengan Ukraina," tambahnya.

"Jadi saya akan mengatakan Presiden Zelensky, jika saya adalah Anda, saya akan mengusulkan mereka memulai penyelidikan terhadap keluarga Biden karena tidak seorangpun meragukan bahwa mereka tidak jujur. Tidak jujur seratus persen."

Trump juga mengusulkan kembali tanpa memberikan bukt, bahwa Biden menipu negara-negara lain dan bertanggung jawab atas bentuk hubungan perdagangan China dengan AS.

"Mereka berhubungan dengan orang seperti Biden, di mana mereka memberikan anak laki-lakinya US$1,5 miliar (Rp21 triliun) dan karena itulah China menerima kesepakatan yang menguntungkan, sehingga selama bertahun-tahun mereka merampok negara kita."

Pimpinan Federal Election Commission Ellen L. Weintraub dalam cuitan mengingatkan adalah ilegal bagi siapapun yang menerima apapun yang berharga dari warga asing terkait dengan pemilu AS.

Bagaimana reaksi Biden?

Juru bicara kampanye Biden 2020 menuduh Trump "menyerang dan telah kehilangan kendali di televisi nasional, karena berusaha mempertahankan teori konspirasi yang telah ditolak organisasi berita indpenden dan dapat dipercaya".

Wakil manajer kampanye Kate Bedingfield membandingkan komentar terbaru Trump dengan pernyataannya pada tahun 2016 ketika Trump mengatakan 'Rusia, jika Anda mendengarkan', karena dia memilih untuk berbohong dari pada kebenaran untuk dirinya sendiri bukannya untuk negara".

Kutipan tersebut mengacu kepada kampanye pemilihan pertama Trump, dimana dia mendesak Rusia untuk menemukan lebih dari 30.000 email yang dihapus dari server pribadi saingan politiknya Hillary Clinton.

Juru bicara Hunter Biden mengatakan kepada media AS bahwa angka US$1,5 miliar adalah suatu ketidakbenaran, dan dirinya tidak menerima ganti rugi dari perusahaan China.

Image caption Joe Biden mengunjungi China pada tahun 2013.

Apa yang terjadi dengan Biden di China?

Pada tahun 2013, wakil presiden Biden melakukan kunjungan resmi ke China, dimana dirinya bertemua Presiden Xi Jinping dan para pejabat lain.

Hunter Biden dan anak perempuannya ikut serta. Joe Biden sudah pernah melakukan kunjungan dengan disertai anggota keluarganya.

Selama lawatan dua hari tersebut, Hunter bertemu bankir China, Jonathan Li, yang kemudian menjadi rekan bisnisnya.

Li mendirikan perusahaan keuangan pribadi tidak lama setelah kunjungan itu dan Hunter terlibat di dalamnya. Tetapi juru bicara Hunter mengatakan kepada NBC News bahwa mereka tidak membicarakan masalah bisnis saat berkunjung dan perusahaan tersebut sudah direncanakan beberapa bulan sebelumnya.

Hunter juga bukanlah pemilik perusahaan selama ayahnya menjadi wakil presiden, kata juru bicara itu.

Hunter menyangkal bertemu pejabat China terkait dengan bisnis. Meskipun demikian dia dilaporkan mengatur agar Li dapat berjabat tangan dengan Joe Biden saat mengunjungi Beijing.

Bulan Agustus ini, Senator Republik Chuck Grassley mempertanyakan apa yang dilakukan Hunter pada lawatan itu.

Dia mengatakan Hunter "sejak lama melakukan investasi dan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan China, termasuk satu perusahaan yang dapat menjadi sumber masalah keamanan nasional penting".

Berita terkait