Temuan 39 jenazah di truk kontainer: Orang-orang Vietnam yang mempertaruhkan segalanya demi pergi ke Inggris

Sebagian pria Vietnam yang berupaya ke Inggris.
Image caption Sebagian pria Vietnam yang berupaya ke Inggris.

Di sebuah tempat yang berjarak satu jam perjalanan dari pesisir utara Prancis, sekelompok pria Vietnam menikmati teh di dekat api unggun, sambil menunggu telepon dari pria yang mereka sebut "bos".

Dia adalah seorang pria asal Afghanistan, kata mereka, yang akan menyediakan truk di tempat parkir terdekat dan menyelundupkan mereka di dalamnya.

Seorang warga Vietnam bernama Duc bercerita dia membayar sekitar Rp500 juta untuk perjalanan dari Vietnam ke London, melalui Rusia, Polandia, Jerman dan Prancis.

Perjalanan itu diorganisir, ujarnya, oleh seorang warga Vietnam di kampung halaman mereka.

"Saya punya sejumlah teman asal Vietnam di Inggris yang akan membantu mencarikan kerja saat saya tiba di sana," ceritanya.

"Teman-teman ini membantu saya mendapatkan truk atau kontainer untuk melintas ke Inggris."

Image caption Duc mengatakan ia membayar hampir Rp500 juta untuk pindah dari Vietnam ke London.

Keamanan tidak begitu ketat di dekat tempat parkir terdekat di Prancis utara. Namun tidak banyak orang yang berhasil lolos dari para petugas di perbatasan.

BBC mendapatkan informasi bahwa terdapat dua tahapan sistem di sini; mereka yang membayar lebih untuk perjalanan ke Inggris tidak perlu mencoba peruntungan dengan naik truk, tapi menggunakan tempat parkir ini sebagai transit sebelum diantar ke tujuan akhir.

Seorang penyelundup manusia asal Vietnam, yang diwawancara koran Prancis beberapa tahun lalu, dilaporkan menjelaskan tiga paket penyelundupan ke Inggris.

Migran yang mengambil paket termahal dibolehkan duduk di samping sopir truk selama perjalanan dan mendapat fasilitas menginap di hotel. Sementara paket termurah dijuluki "udara" atau, dengan istilah yang lebih sinis, "CO2" — mengacu pada kurangnya udara di dalam sejumlah truk.

Seorang sukarelawan di kamp mengatakan kepada BBC bahwa mereka melihat pria Vietnam dan Inggris mengunjungi para migran dengan menggunakan mobil Mercedes.

Dan begitu para migran tiba di Inggris, beberapa dari mereka bekerja di ladang mariyuana, setelah itu semua komunikasi berhenti.

Image caption Para migran bermain sambil minum teh.

Duc mengatakan ia butuh pekerjaan di Inggris demi membayar utang biaya perjalanannya.

"Kami bisa lakukan apapun," ujarnya, "konstruksi, salon, restoran, atau pekerjaan lain."

Laporan dari salah satu badan amal terbesar di Prancis menceritakan para penyelundup mengatakan kepada para migran bahwa truk berpendingin lebih sulit terdeteksi, dan memberi mereka tas alumunium untuk dipakai sebagai penutup kepala saat melewati mesin pemindai di perbatasan.

Tidak ada seorang pun di sini yang mendengar nasib 39 orang yang ditemukan jenazahnya di Inggris.

Perjalanan ini adalah tentang kebebasan, kata salah seorang dari mereka.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
39 jenazah ditemukan di kontainer berpendingin.

Topik terkait

Berita terkait