Yordania akhiri kontrak sewa lahan perbatasan bagi petani Israel yang telah berlangsung puluhan tahun

Gerbang perbatasan ditutup pada hari Minggu sore (10/11). Hak atas foto AFP
Image caption Gerbang perbatasan ditutup pada hari Minggu sore (10/11).

Raja Yordania mengumumkan diakhiri kesepakatan penyewaan yang memberikan Israel akses ke dua enklav atau daerah kantong di perbatasan.

Berdasarkan traktat perdamaian tahun 1994, petani Israel dapat menggarap lahan di wilayah Naharayim dan Tzofar - atau Baqura dan Ghamr dalam bahasa Arab.

Penyewaan berlangsung selama 25 tahun dan sebenarnya bisa diperpanjang.

Meskipun demikian Raja Abdullah telah mengumumkan tahun lalu bahwa dirinya berencana mengakhiri penyewaan.

Sejumlah pihak memandang ini adalah isyarat memburuknya hubungan Yordania dengan Israel.

Saat itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan dirinya masih berharap dapat merundingkan perpanjangan persetujuan.

Pada hari Minggu (10/11), ketika penyewaan berakhir, gerbang perbatasan ditutup dan kantor berita AFP melaporkan warga Israel dicegah masuk.

Satu orang petani, Eli Arazi, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa warga menanam tanaman pangan di sana selama 70 tahun, dan menggambarkan diakhirinya penyewaan sebagai "sebuah tamparan di muka".

Sejarah kesepakatan

Kedua daerah kantong berada di perbatasan Israel-Yordania dan dimiliki kelompok swasta Israel selama puluhan tahun.

Israel dan Yordania secara resmi berperang dari tahun 1948-1994, sampai traktat perdamaian ditandatangani.

Kesepakatan ini dipandang penting, karena Yordania merupakan satu dari dua negara Arab yang menandatangani traktat perdamaian dengan Israel.

Persetujuan ini mengakui kedaulatan Yordania atas dua wilayah itu, tetapi Israel diizinkan menyewanya selama 25 tahun.

Berdasarkan lampiran kesepakatan damai, penyewaan dapat diperpanjang secara otomatis kecuali salah satu pihak memberitahu satu tahun sebelum penyewaan berakhir, agar dapat dilakukan perundingan.

Hak atas foto AFP
Image caption Sebelum masa sewa berakhir, wisatawan Israel juga mengunjungi enklav-enklav di perbatasan.

Mengapa tidak diperbarui?

Pada hari Minggu, saat membuka masa sidang parlemen, Raja Abdullah mengatakan penyewaan telah berakhir dan mengumumkan "penerapan kedaulatan penuh kami pada setiap jengkal tanah itu".

Keputusan tidak memperbarui penyewaan banyak dipandang sebagai gambaran menegangnya hubungan Yordania dan Israel dalam beberapa tahun terakhir, terkait dengan masalah-masalah seperti status Yerusalem dan ketegangan akibat terhambatnya kesepakatan damai Israel dan Palestina.

Apakah masalah permukiman Yahudi dapat diselesaikan?

Banyak warga Yordania berasal dari Palestina dan jajak pendapat mengisyaratkan kesepakatan perdamaian tidaklah didukung masyarakat.

Tahun lalu, 87 anggota parlemen Yordania menandatangani petisi bagi diakhirinya penyewaan.

Dalam beberapa bulan terakhir, juga terjadi ketegangan terkait dengan penahanan dua warga Yordania oleh Israel, tanpa melalui proses hukum, selama berbulan-bulan.

Yordania menarik duta besarnya dan dua orang itu akhirnya dibebaskan pada hari Rabu (06/11).

Topik terkait

Berita terkait