Pesan Natal Paus Fransiskus beri perhatian pada orang-orang terdampak konflik — 'Semoga Tuhan melunakkan hati kita yang membatu'

Paus di balkon Lapangan Santo Petrus, 25 Desember 2019.
Image caption Paus menyebutkan nama-nama negara tempat banyak orang menderita.

Paus Fransiskus berdoa agar Tuhan melunakkan "hati yang membatu dan mementingkan diri sendiri" untuk membantu mengakhiri ketidakadilan di dunia, dalam pesannya pada Hari Natal.

Dari balkon Vatikan, Paus berbicara tentang "tembok ketidakacuhan" bagi orang-orang yang melarikan diri dari kesusahan dengan harapan menemukan penghidupan yang lebih baik.

Paus berdoa bagi mereka yang dilanda konflik, bencana alam, dan penyakit, seraya menyebut sejumlah nama negara.

Ia secara khusus menyebut wilayah di Afrika tempat banyak umat Kristiani dibunuh.

Berpidato di bawah langit biru cerah kepada ribuan orang yang memadati Lapangan Santo Petrus, Paus meminta "pelipur bagi mereka yang dipersekusi karena iman agama, terutama para misionaris dan orang-orang beriman yang telah diculik, dan bagi para korban serangan oleh kelompok ekstremis, khususnya di Burkina Faso, Mali, Niger, dan Nigeria."

Serangan pada malam Natal di Burkina Faso mengakibatkan 35 orang meninggal dunia, kebanyakan dari mereka adalah perempuan.

Ratusan orang di negara tersebut telah tewas dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar oleh kelompok jihadis.

Beberapa jam sebelumnya, dalam pesan bersama yang langka bersama dua pemimpin Gereja Barat, Paus menyerukan perdamaian di Sudan Selatan.

Dalam pernyataan mereka, sang paus, kepala Gereja Anglikan, dan mantan moderator untuk Gereja Skotlandia meminta "komitmen baru untuk jalan rekonsiliasi dan persaudaraan".

Sudan Selatan mendeklarasikan kemerdekaan dari Sudan pada 2011, namun sejak itu telah dilumpuhkan oleh konflik.

Dalam pidato Hari Natal "Urbi et Orbi" ("Kepada kota dan dunia") ketujuhnya ini, Paus juga menyoroti daerah konflik lain termasuk Suriah, Lebanon, Yaman, Irak, Venezuela, Ukraina, dan Tanah Suci.

Supaya bisa membuat perubahan ke arah lebih baik, kata Paus, manusia harus menjadi lebih penyayang.

"Semoga [Tuhan] melunakkan hati kita yang membatu dan mementingkan diri sendiri, serta membuatnya menjadi saluran cinta-Nya. Semoga ia memberikan senyum-Nya, melalui wajah kita yang papa, kepada semua anak di dunia: kepada mereka yang diabaikan dan mereka yang menderita kekerasan," ujarnya.

Topik terkait

Berita terkait