Penusukan di rumah pemuka agama Yahudi New York 'terorisme dalam negeri'

Rumah rabi di New York Hak atas foto AFP
Image caption Serangan terjadi ketika berlangsung perayaan Hanukkah di rumah rabi.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyerukan persatuan dalam perang melawan gerakan antisemitisme - permusuhan terhadap kaum Yahudi, sehari setelah serangan menggunakan parang terjadi di rumah seorang rabi di negara bagian New York, AS.

"Kita harus bersatu untuk memerangi, melawan dan memberantas momok iblis bernama antisemitisme," kata Trump.

Setidaknya lima orang terluka dalam serangan di Monsey, pinggiran kota New York itu, pada Sabtu (28/12) malam waktu setempat.

Sementara itu, Gubernur Negara Bagian New York, Andrew Cuomo, menyebut penusukan terhadap orang-orang Yahudi yang merayakan Hanukkah di rumah seorang rabi itu sebagai terorisme dalam negeri.

"Ini adalah terorisme dalam negeri. Mereka adalah orang-orang yang berniat menimbulkan kerusakan massal, kekerasan massal, dan membangkitkan ketakutan atas dasar ras, warna kulit, kepercayaan. Inilah definisi terorisme," kata Cuomo.

Ditambahkannya, kejahatan itu telah menjadi 'kanker' Amerika Serikat.

"Berapa insiden yang harus kita saksikan dari satu wilayah pesisir ke pesisir lainnya? Sikap permusuhan atas dasar agama, ras, kepercayaan, status keimigrasian.

"Ini terjadi di seluruh negeri. Ini adalah kanker Amerika Serikat yang menyebar luas dalam masyarakat. Kanker Amerika mengembangkan satu sel di dalam tubuh satu sama lain," tegasnya.

"Hanya karena mereka tidak berasal dari negara lain, tidak berarti mereka bukan teroris. Mereka harus diadili sebagai teroris domestik."

Gubernur Negara Bagian New York Andrew Cuomo mengatakan hal tersebut pada Minggu (29/12) setelah mengunjungi rumah rabi Ortodoks itu di kawasan Monsey yang ditempati oleh banyak orang Yahudi ultra-Ortodoks.

Sinagoga dipadati jemaat

Menurut para saksi mata, pelaku menerobos rumah rabi yang tengah menggelar perayaan Hanukkah, menghunus parang dan mulai menyerang orang-orang yang ada di sana.

Di antara saksi mata di rumah rabi adalah Aron Kohn, 65.

"Saya berdoa demi nyawa saya. Ia langsung menyerang orang-orang begitu masuk pintu. Kami tidak mempunyai waktu untuk bereaksi sama sekali," katanya sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar New York Times.

Hak atas foto CBS
Image caption Grafton Thomas kini berada di tahanan kepolisian New York.

Para tamu dilaporkan melemparkan meja dan kursi ke arah pelaku, yang lantas berusaha mencapai sinagoga atau rumah ibadah umat Yahudi yang berada di samping kediaman rabi.

Ketika itu, sinagoga dipenuhi jemaat. Mendengar informasi bahwa tengah terjadi serangan, mereka langsung mengunci pintu sehingga pelaku tidak berhasil memasuki tempat ibadah.

Terduga pelaku kemudian melarikan diri dengan mengendarai mobil dan ditangkap di Harlem, sekitar 40 km dari tempat kejadian.

Kepolisian mengidentifikasinya sebagai Grafton Thomas, 37, dari Greenwood Lake, New York.

Hak atas foto Reuters
Image caption Kepolisian New York memperketat penjagaan di sinagoga-sinagoga menyusul peningkatan kejahatan berbasis kebencian.

Serangan di rumah rabi ini terjadi menyusul serangkaian ancaman melawan dan serangan bermotifkan anti-Yahudi di dan sekitar New York City.

Di antara insiden terbaru adalah penembakan awal bulan ini di sebuah supermarket milik penganut Yahudi di New York yang dipercayai bermotifkan anti-Semitisme.

Topik terkait

Berita terkait