Dua tewas dalam penembakan saat misa di gereja AS yang disiarkan langsung

Tangkapan layar dari video yang disiarkan langsung (livestreaming) menunjukkan sosok pelaku penembakan, dalam pakaian serba hitam, mengeluarkan senjata api, sebelum melepaskan tembakan
Image caption Tangkapan layar dari video yang disiarkan langsung (livestreaming) menunjukkan sosok pelaku penembakan, dalam pakaian serba hitam, mengeluarkan senjata api, sebelum melepaskan tembakan

Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di sebuah gereja di Texas, Amerika Serikat, dan menewaskan dua orang jemaat sebelum akhirnya ditembak mati oleh salah satu jemaat lainnya.

Pria bersenjata itu berdiri dari salah satu bangku di Gereja West Freeway Church of Christ di White Settlement, pinggiran kota Fort Worth, lalu mulai melepaskan tembakan.

Polisi mengatakan mereka masih menyelidiki motif pelaku melakukan penembakan.

Kepala Kepolisian White Settlement, JP Bevering, memuji "aksi heroik" para jemaat yang mengonfrontasi pelaku.

Penembakan itu terjadi hari Minggu (29/12) siang waktu setempat, pada sesi misa pagi. Misa tersebut disiarkan secara langsung (livestreaming) melalui media sosial.

Dalam rekaman video, pelaku berdiri dari salah satu bangku dan berbicara kepada seorang pria di dekatnya yang tampak menunjuk ke seorang jemaat lain. Pelaku lantas menembak pria yang ditunjuk itu.

Pelaku meletuskan tembakan lagi ke arah pria yang ia ajak bicara, sebelum akhirnya salah seorang jemaat mengeluarkan pistol dan menembak pelaku hingga tumbang seketika.

Beberapa anggota jemaat lainnya juga mengeluarkan pistol dan mengarahkannya ke pelaku. Tidak jelas dalam video rekaman apakah anggota jemaat lainnya juga melepaskan tembakan.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Penembakan terjadi pada sesi misa pagi di gereja West Freeway Church of Christ, Fort Worth Texas

Jemaat lain yang memadati gereja yang hampir penuh itu merunduk ke bawah bangku seraya berteriak.

Gubernur Texas, Greg Abbott, menyebut penembakan itu sebagai "aksi kekerasan yang keji".

"Tempat ibadah seharusnya suci, dan saya bersyukur terhadap para jemaat yang beraksi dengan cepat untuk melumpuhkan pelaku penembakan dan membantu mencegah jatuhnya korban jiwa lebih banyak," katanya dalam sebuah pernyataan.

Salah seorang saksi mata, Isabel Arreola, menuturkan kepada media setempat CBS DFW: "Itu adalah momen yang paling mengerikan. Anda merasa hidup Anda akan berakhir. Saya sangat mencemaskan buah hati saya."

Di Texas sendiri, sejumlah aksi penembakan mematikan terjadi tahun ini. Agustus lalu, 22 orang tewas dan 24 lainnya terluka saat terjadi penembakan di toko Walmart El Paso.

Di bulan yang sama, seorang pelaku penembakan menewaskan tujuh orang anak dan melukai 20 lainnya di Odessa-Midland.

Pada tahun 2017, 26 orang tewas ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di sebuah gereja baptis di Sutherland Springs, Texas, saat berlangsung misa Minggu.

Topik terkait

Berita terkait