Virus corona: Di China, jumlah korban meninggal bertambah, pembatasan perjalanan makin diperketat untuk meredam penyebaran

Wuhan Hak atas foto AFP

Pihak berwenang China mengatakan 106 orang telah meninggal akibat virus corona dan lebih dari 4.000 orang terinfeksi.

Sementara, negara itu semakin memperketat pembatasan perjalanan untuk membatasi penyebaran virus mematikan itu.

Kota Wuhan di Provinsi Hubei, yang merupakan sumber penyebaran virus, kini dinyatakan tertutup dan sejumlah kota menerapkan larangan perjalanan.

Jumlah mereka yang terinfeksi secara internasional juga meningkat dengan kasus baru di Singapura dan Jerman.

Di seluruh wilayah China, beberapa kota besar telah menangguhkan sistem transportasi umum.

Amerika Serikat, yang juga memiliki sejumlah kasus yang terinfeksi, telah mendesak warga negaranya untuk "mempertimbangkan kembali perjalanan" ke China dan menyarankan agar tidak bepergian ke Hubei.

Banyak negara lain juga telah memperingatkan agar tidak melakukan perjalanan yang tidak penting ke China.

Image caption Petugas memeriksa wartawan BBC yang memasuki perbatasan Wuhan.

Sejauh ini, belum ada kematian di luar China.

Sebelumnya, Pemerintah China memperpanjang libur nasional tiga hari sampai hari Minggu, dalam upaya untuk meredam penularan virus.

Sementara itu perusahaan-perusahaan di China meminta para pekerja untuk bekerja dari rumah guna memperlambat penyebaran virus mematikan itu.

Perusahaan-perusahaan juga menawarkan para karyawan untuk libur lebih lama dan mereka yang tinggal di kawasan yang paling parah terjangkit untuk tidak masuk kantor.

Perdana Menteri Li Keqiang mengunjungi Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, yang merupakan pusat penularan.

Pada Senin (27/01), para pejabat komisi kesehatan mengatakan jumlah korban meninggal dunia di Provinsi Hubei telah bertambah dari 56 orang menjadi 76 orang, sedangkan empat korban lainnya berada di daerah lain.

Hak atas foto Gov.CN
Image caption Perdana Menteri Li Keqiang mengunjungi Wuhan

Secara keseluruhan, jumlah pasien yang dipastikan terjangkit virus corona mencapai 2.744 orang. Media pemerintah mengatakan lebih dari 300 di antara mereka sakit kritis.

Kota Wuhan di Provinsi Hubei, yang merupakan sumber penyebaran virus, kini dinyatakan tertutup dan sejumlah kota menerapkan larangan perjalanan.

Lebih dari setengah juta staf medis telah dikerahkan untuk upaya pencegahan, pengendalian, serta operasi perawatan di Hubei.

Hak atas foto EPA
Image caption Virus corona yang menjangkiti lebih dari 2.000 orang dapat menular dalam periode inkubasi, kata Menteri Kesehatan China, Ma Xiaowei.

Sebanyak dua rumah sakit khusus yang memiliki 2.000 ranjang tengah dibangun dan pabrik-pabrik diminta segera memproduksi masker dan pakaian pelindung.

Virus corona yang menjangkiti lebih dari 2.000 orang dapat menular dalam periode inkubasi atau sebelum gejala-gejalanya tampak sehingga membuat virus tersebut lebih sulit ditanggulangi, sebut menteri kesehatan China.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Menkes China, Ma Xiaowei, menyatakan kemampuan virus itu untuk menyebar tampaknya menguat.

Penularan terjadi pada "tahap krusial penanggulangan", kata Ma Xiaowei.

Sejumlah pejabat meyakini bahwa pada manusia, periode inkubasi—masa ketika seseorang mengidap sebuah penyakit tapi gejala-gejalanya belum tampak—berkisar antara satu hingga 14 hari.

Tanpa penampakan gejala-gejala, pengidap penyakit boleh jadi tidak tahu dia telah tertular namun bisa menularkannya lagi ke orang-orang sekitar.

Hak atas foto AFP

Sebelumnya, Presiden China Xi Jinping memperingatkan penyebaran virus baru corona yang mematikan semakin cepat, usai mengadakan pertemuan khusus pemerintah pada hari libur Tahun Baru Imlek.

Negara itu sedang menghadapi "situasi serius" kata Xi kepada para pejabat senior.

Virus corona telah menewaskan setidaknya 52 orang dan menginfeksi sekitar 1.400 orang sejak dideteksi pertama kali di kota Wuhan.

Sementara itu, para peneliti yang berbasis di Inggris telah memperingatkan kemungkinan nyata bahwa China tak akan mampu menangani virus itu.

Hak atas foto Reuters
Image caption Staf medis menangani korban virus corona di sebuah rumah sakit di Kota Wuhan.

Pembatasan perjalanan telah diberlakukan di beberapa kota yang terkena dampak. Mulai hari Minggu (26/01) kendaraan pribadi akan dilarang di pusat kota Wuhan yang menjadi sumber wabah virus corona.

Rumah sakit darurat kedua akan dibangun di sana dalam beberapa pekan untuk menangani 1.300 pasien baru dan ditargetkan selesai dalam waktu setengah bulan, kata surat kabar pemerintah People's Daily.

Ini adalah proyek pembangunan kilat kedua yang dilakukan: sebelumnya, proyek pembangunan rumah sakit yang akan menangani 1.000 pasien telah dimulai.

Tim spesialis medis juga telah diterbangkan ke provinsi Hubei, tempat Wuhan berada.

Urgensi ini mencerminkan kekhawatiran baik di China maupun tempat lain terhadap virus yang pertama kali muncul pada Desember silam.

Perayaan Tahun Baru Imlek untuk tahun tikus, yang digelar pada Sabtu (25/01), telah dibatalkan di beberapa kota di China.

Di seluruh daratan Cina, para pelancong menjalani pemeriksan suhu untuk mencari tanda-tanda demam, dan stasiun kereta api telah ditutup di beberapa kota.

Di Hong Kong, level darurat tertinggi telah diumumkan dan liburan sekolah diperpanjang.

Beberapa negara lain, berurusan dengan kasus serupa, dengan pasien dirawat di ruang isolasi,

Apa itu virus corona?

Virus corona adalah keluarga virus yang mencakup flu biasa.

Namun, virus ini belum pernah terdeteksi sebelumnya, sehingga disebut 2019-nCov.

Virus baru dapat menjadi umum terjangkit pada manusia setelah menginfeksi hewan yang kemudian menularkannya kepada manusia.

Wabah SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) pada 2013 dimulai pada kelelawar dan dipindahkan ke luwak yang kemudian menular pada manusia.

Hak atas foto AFP
Image caption Antrian pasien semakin panjang di rumah sakit di Wuhan

Virus baru ini juga menyebabkan infeksi pernafasan akut yang parah.

Gejala tampaknya dimulai dengan demam, diikuti oleh batuk kering dan kemudian, setelah seminggu, menyebabkan sesak napas dan beberapa pasien membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Hingga kini belum ada obat atau vaksin khusus untuk penyakit ini.

Berdasar informasi awal, diyakini bahwa hanya seperempat dari kasus yang dikategorikan "parah" dan yang kebanyakan meninggal adalah orang tua, beberapa di antaranya memiliki kondisi yang sudah sakit sebelumnya.

Pihak berwenang China mencurigai pasar makanan laut yang "melakukan transaksi hewan liar ilegal" adalah sumber wabah itu.

Mengapa ada kekhawatiran tentang virus ini?

Para ilmuwan di Pusat Analisis Penyakit Menular Global MRC di Inggris telah memperingatkan bahwa kemungkinan akan sulit untuk menangani virus itu.

Mereka mengatakan penularan virus corona dari manusia ke manusia adalah "satu-satunya penjelasan yang masuk akal" untuk skala epidemi.

Perhitungan mereka memperkirakan setiap orang yang terinfeksi menyebarkannya ke sekitar 2,5 orang lainnya.

Para ilmuwan di pusat analisis ini memuji upaya pihak berwenang China, tapi mengatakan penularan virus itu perlu dikurangi hingga 60% agar wabah itu dapat diatasi.

Hak atas foto EPA
Image caption Petugas medis militer membantu mengirimkan pasokan ke Wuhan

Menurut para ilmuwan, ini adalah tantangan besar yang akan membutuhkan isolasi pasien dengan hanya gejala ringan yang dapat dengan mudah dikacaukan dengan penyakit lain.

Di tempat lain, sebuah tim di Universitas Lancaster telah menerbitkan perkiraan mereka tentang jumlah kasus yang menunjukkan 11.000 terinfeksi virus itu tahun ini. Jika benar, itu akan lebih dari SARS.

Dimana virus ini menyebar?

Saat ini ada 1.372 kasus yang terkonfirmasi di seluruh China, meskipun kebanyakan terkonsentrasi di provinsi yang paling dekat dengan Hubei.

Namun, virus ini juga telah menyebar ke luar negeri dengan sejumlah pasien dirawat di ruang isolasi.

Pada Sabtu (25/01), Australia mengonfirmasi empat kasus virus corona - pertama di Melbourne, dan kemudian tiga lagi di Sydney.

Virus ini juga telah menyebar ke Eropa, dengan tiga kasus terkonfirmasi di Prancis.

Sementara itu, pemeriksaan yang dilakukan terhadap 31 orang di Inggris yang diduga terjangkit virus ini dinyatakan negatif, kata pemerintah.

Pihak berwenang berusaha melacak sekitar 2.000 orang yang baru-baru ini terbang ke Inggris dari provinsi Hubei.

Kasus-kasus tersebut sebagian besar melibatkan orang-orang yang baru saja melakukan perjalanan dari wilayah yang terkena dampak di China.

Negara tetangga China di kawasan Asia waspada, dengan kasus yang dilaporkan di Thailand, Singapura, Jepang, Taiwan, Malaysia, Vietnam, Korea Selatan, dan Nepal.

Ada juga dua kasus di Amerika Serikat, termasuk seorang wanita berusia 60-an yang telah kembali ke Chicago dari Wuhan pada 13 Januari.

Kanada memiliki "kasus dugaan" virus, tetapi kondisi orang yang menderita itu dianggap stabil, menurut sebuah pernyataan pemerintah.

Image caption Penyebaran kasus virus corona.

Apa yang terjadi di kota yang menjadi sumber wabah?

Kota Wuhan secara efektif terisolasi, dengan pembatasan pada perjalanan masuk dan keluar, dan opsi transportasi umum dari bus hingga pesawat dibatalkan.

Ini adalah pusat populasi utama dengan hingga 11 juta penduduk - ukurannya sebanding dengan London.

Apotik di kota sudah mulai kehabisan persediaan dan rumah sakit telah dipenuhi dengan anggota masyarakat yang gelisah.

Image caption Kasus virus corona yang terkonfirmasi di China.

Para pejabat mendesak orang-orang untuk menghindari keramaian atau pertemuan.

"Seluruh sistem transportasi telah ditutup," ujar Kahtleen Bell, yang berasal dari Inggris dan bekerja di Wuhan, kepada BBC.

"Mulai tengah malah ini mobil pribadi tidak diizinkan dan taksi tidak beroperasi."

Gerai-gerai makanan seperti McDonald's dan Starbucks di kota dan sekitarnya telah tutup.

AS, Prancis, dan Rusia adalah di antara beberapa negara yang berusaha mengevakuasi warga negara mereka dari Wuhan.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Direktur regional WHO memberikan beberapa saran terukur tentang wabah tersebut

China juga menangguhkan semua perjalanan ke luar negeri oleh kelompok wisata liburan Tiongkok, lapor media pemerintah.

Wabah ini telah membatasi perayaan Tahun Baru Imlek di Cina, ketika jutaan orang biasanya pulang ke kampung halaman untuk merayakan Imlek bersama keluarga.

Acara publik utama telah dibatalkan dan lokasi wisata ditutup.

Berita terkait